𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]
📖📖📖
Tok...tok...tok...
Jander langsung menoleh sebentar saat mendengar pintu ruangannya di ketuk, lalu setelahnya menyuruh untuk masuk tanpa mengalihkan pandangannya yang kini tengah sibuk mengurus berkas dan dokumen pekerjaannya.
Namun saat pintu sudah terdengar terbuka dan tertutup tidak ada terdengar suara yang memanggilnya, membuat Jander langsung mengalihkan pandangannya untuk melihat siapa yang masuk yang ternyata adalah Istrinya. Melihat itu membuat Jander tampak sedikit kaget dan heran, begitupun dengan Greesa yang tampak terlihat gugup dan takut menatap pada suaminya sambil kini meremas-remas tali tasnya.
Jander pun langsung beranjak berdiri setelah menutup berkas pekerjaannya lalu menghampiri pada Greesa.
"Dengan siapa ke sini?" Tanya Jander dengan nada yang santai tidak terkesan untuk marah.
"Dengan Matteo dan Yola."
"Kenapa bisa bersama mereka?"
"Tadi Matteo dan Yola datang ke mansion untuk mengantarkan dokumen milikmu, dan mereka langsung mengajakku untuk ikut menemuimu di kantor."
"Kau ingin menemuiku?" Tanya Jander sambil sedikit menundukkan pandangannya yang membuat Greesa langsung mendongak menatap pada suaminya.
"Aku ingin makan siang bersama."
"Aku masih sibuk untuk rapat dan makan siang masih lama."
"Aku bisa menunggu di sini sampai kau selesai."
Jander langsung meraih tangan istrinya membawa Greesa untuk duduk di sofa, setelah itu Jander langsung mengambilkan sebotol air minum yang dingin di dalam kulkas lalu memberikannya kepada Greesa setelah membukakan tutupnya. Membuat Greesa langsung menerima dan setelah itu meminumnya, melihat dan menatap pada istrinya yang tengah minum tangan Jander langsung beralih mengusap keringat di kening dan leher Greesa yang membuat Greesa langsung menahan tangan Jander karena dirinya masih belum selesai untuk minum.
"Apa yang kau lakukan sampai berkeringat seperti ini, apa kau habis berlari menaiki tangga?"
Greesa menggeleng. "Aku sedikit takut untuk datang menemuimu karena takut kau marah."
"Bukankah sudah ku katakan untuk selalu izin denganku saat ingin keluar?"
"Matteo bilang kau sibuk meeting dan tidak akan mengangkat panggilan telpon jika aku menghubungimu."
"Kau bisa mengirimkan pesan dan aku akan selalu mengangkat panggilan seperti apapun kondisinya jika kau yang menghubungi."
Mendengar itu membuat Greesa langsung terdiam menatap pada Jander yang juga menatapnya, membuat Jander setelahnya beralih menunduk meraih dagu istrinya lalu mencium sebentar bibir merah muda Greesa yang sedari tadi sudah menarik perhatiannya.
"Aku akan pergi rapat sebentar, jadi jangan berani kemana-mana tanpa izin dariku."
"Aku akan menunggu di sini."
Jander langsung beranjak pergi menuju meja kerjanya untuk menyusun semua berkas dokumennya lalu setelah itu mengambil jasnya yang di gantung, membuat Greesa tampak diam memperhatikan suaminya lalu setelahnya Jander mulai melangkah pergi keluar dari ruangannya dan menghilang dari balik pintu.
Membuat Greesa langsung menghela nafasnya sambil menatap bingung pada sekeliling ruangan yang luas dan sepi, kembali untuk minum dan setelahnya Greesa beranjak pergi menuju lemari pendingin untuk melihat apa saja yang ada di dalamnya. Greesa berharap ada banyak makanan atau sesuatu yang bisa ia makan, karena dirinya kini merasakan ingin makan sesuatu walau perutnya masih belum terasa lapar.
KAMU SEDANG MEMBACA
||MATCHMAKING [END]
Romance⚠️• FOLLOW SEBELUM BACA‼️ ⚠️• DI LARANG MENIRU, MENJIPLAK, MENYALIN, MENGCOPY, DAN MEMPLAGIAT CERITA INI!!!! ________________________________________________ "Aku memang tidak pernah berharap untuk di cintai, karena aku tau kau tidak pernah mencinta...
![||MATCHMAKING [END]](https://img.wattpad.com/cover/378511012-64-k540109.jpg)