𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]
📖📖📖
Greesa terdiam sambil menatap pada punggung suaminya yang kini terlihat Jander yang tengah sibuk memasak di dapur.
Karena bibi Melin sedang pulang kampung selama dua Minggu dan Jander juga memberikan libur pada para pelayannya untuk pulang dan liburan membuat mansion kini tampak sepi karena hanya ada Greesa dan Jander.
Jadi sekarang, Jander lah yang harus mengurus dan sibuk di dapur jika Greesa ingin makan ini dan itu saat malam atau pagi hari. Walau sebenarnya Greesa sudah meminta agar dirinya saja yang memasak, namun Jander tetap tidak pernah mengizinkan Istrinya untuk berada di dapur dan lebih memilih agar dirinya sendiri yang mengurus atau langsung menyuruh William untuk membelikan makanan di luar.
Membuat Greesa tentunya merasakan sedih dan kasihan pada suaminya, tapi mau bagaimana lagi. Semua itu sudah aturan dan perintah dari Jander jadi Greesa hanya bisa diam untuk menuruti.
Bahkan saat Jander sudah selesai memasakkan makanan untuknya, Jander juga yang langsung menyediakan dan menghidangkannya di atas meja dengan begitu rapi dan telaten. Membuat Greesa terdiam melihat sambil beralih menatap pada suaminya dan Jander langsung menoleh menatap pada istrinya sambil memberikan sepiring pasta dan bulgogi keinginan Greesa.
"Ingin apa lagi?"
Greesa menggeleng pelan.
"Kalau begitu cepat makan."
Greesa langsung mengambil garpu yang sudah Jander sediakan, sementara Jander beralih mengambil sebotol cola lalu meminumnya sambil kini duduk di kursi samping istrinya.
"Makan nasinya yang banyak."
"Aku hanya mau pasta dan bulgoginya saja."
Jander langsung mengambil sendok, mulai menyuapkan sedikit nasi untuk istrinya yang membuat Greesa langsung menggeleng namun Jander tetap memaksa sampai Greesa mau membuka mulutnya.
"Baunya aneh."
"Bau seperti apa, aku baru saja memasaknya sejam yang lalu."
Greesa memilih memakan pasta dan bulgoginya sambil sesekali menyuapi suaminya, walau Jander terus menyuruhnya untuk makan Greesa juga ingin suaminya selalu ikut makan dengannya.
Lalu setelah selesai makan. Jander langsung merapikan meja dan mencuci piring bekas Istrinya makan yang membuat Greesa terus mengikuti kemana langkah suaminya pergi di dapur, karena Greesa meminta agar dirinya saja yang mencuci piring namun Jander justru menyuruhnya untuk terus duduk dan duduk sampai membuat Greesa kesal mendengarnya.
Sehingga Greesa kini terus mengikuti kemana langkah Jander yang membuat Jander langsung mengangkat tubuh istrinya untuk duduk diam di atas meja pantry agar Greesa tidak terus mondar-mandir, melihat itu tentunya langsung membuat Greesa merengut dengan kesal terlebih lagi saat Jander selesai mencuci piring lalu menatapnya dengan tajam.
"Minum susunya."
"Aku sudah kenyang, karena tadi sudah minum susu dua kali."
"Kalau begitu sekarang tidur karena ini sudah malam."
"Apa besok kau akan pergi bekerja?"
"Ada meeting penting besok siang dan malamnya aku akan pergi ke Seoul."
"Seoul? Untuk apa ke sana?"
"Ada perjalanan bisnis selama tiga hari."
Greesa langsung menatap sedih pada suaminya yang membuat Jander melangkah mendekat menghampiri pada istrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
||MATCHMAKING [END]
Romance⚠️• FOLLOW SEBELUM BACA‼️ ⚠️• DI LARANG MENIRU, MENJIPLAK, MENYALIN, MENGCOPY, DAN MEMPLAGIAT CERITA INI!!!! ________________________________________________ "Aku memang tidak pernah berharap untuk di cintai, karena aku tau kau tidak pernah mencinta...
![||MATCHMAKING [END]](https://img.wattpad.com/cover/378511012-64-k540109.jpg)