𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]
📖📖📖
Usia kehamilan Greesa kini sudah memasuki pada bulan ke enam. Di mana perut Greesa yang tadinya rata lalu membuncit kini sudah mulai membesar seperti buah semangka, cukup besar tapi tidak terlalu besar karena bayi dalam kandungan Greesa terbilang besar dengan pertumbuhan yang cepat.
Sehingga membuat perut Greesa kini terlihat cepat membesar, sampai banyak yang mengira dan menebak jika Greesa tengah hamil kembar yang nyatanya tidak. Hal inilah yang juga menjadi alasan mengapa Greesa merasakan kesulitan menjalani kehamilan pertamanya. Terlebih lagi, seiring bertambahnya usia kandungannya, Greesa tampak semakin kesulitan untuk bergerak.
Karena jangankan untuk bergerak. Mau duduk, berdiri, atau berjalan saja Greesa selalu merasakan sakit dan tidak betah. Terlebih lagi perutnya sering kali terasa nyeri, kram, dan kontraksi yang membuat Greesa kini di haruskan untuk banyak beristirahat.
Jander yang selalu menjaga dan mengawasi Greesa setiap harinya selalu ada di samping istrinya untuk menemani, karena kehamilan Greesa yang sekarang sudah berbeda dari sebelumnya.
Di mana saat awal-awal kehamilan Greesa begitu manja terhadap Jander sampai tidak mau berjauhan. Namun sekarang, Greesa sudah jarang sekali bertingkah manja dan merengek terhadap suaminya terlebih lagi selalu mencari Jander yang ada atau tidak ada. Entah kenapa dan apa sebabnya, semua itu terjadi mungkin karena efek kehamilan dan perubahan mood Greesa.
Hal ini justru membuat Jander gelisah dan tidak tenang, terutama karena kondisi Greesa yang sering kali turun naik tidak stabil. Terlebih lagi, Greesa jarang mengatakan jika perutnya sedang sakit atau sedang merasakan mual dan menginginkan sesuatu karena mengidam.
Greesa tidak pernah mengatakan hal itu kepada Jander yang membuat Jander langsung marah dan kesal saat kini baru mengetahuinya. Di mana Jander baru mengetahui keluhan-keluhan Greesa melalui dokter Ceena saat pemeriksaan kondisi Greesa. Karena itu, Jander sekarang menyuruh dokter Ceena agar datang ke mansion setiap hari atau seminggu empat kali.
Tidak peduli jika Greesa menolak dan
tidak mau di periksa, Jander tetap memaksa dan menyuruh dokter Ceena sehingga Greesa takut dan selalu mengatakan ini itu kepada Jander jika perutnya sakit.
"Ingin sesuatu?"
Greesa menoleh. Melihat pada Jander yang datang menghampirinya, lalu duduk di pinggir ranjang di sampingnya dengan pelan.
"Tidak," jawab Greesa sambil meraih tangan suaminya untuk di letakan di atas pipi. Jander yang melihat langsung mengusap-usap pipi istrinya dengan lembut lalu menciumnya sebentar.
"Kenapa, hm?"
"Tidak papa."
"Masih terasa sakit?"
"Sedikit nyeri."
"Di bagian mana? Biar aku usapkan," ujar Jander penuh perhatian. Greesa langsung tersenyum lalu menyentuh dan mengusap pipi suaminya saat Jander mendekat begitu dekat di hadapannya.
Jander yang melihat segera meraih tangan kecil Greesa yang terasa dingin di pipinya, lalu menggenggamnya dengan lembut dan setelah itu menciumnya sampai Greesa tersenyum melihat apa yang suaminya lakukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
||MATCHMAKING [END]
Romansa⚠️• FOLLOW SEBELUM BACA‼️ ⚠️• DI LARANG MENIRU, MENJIPLAK, MENYALIN, MENGCOPY, DAN MEMPLAGIAT CERITA INI!!!! ________________________________________________ "Aku memang tidak pernah berharap untuk di cintai, karena aku tau kau tidak pernah mencinta...
![||MATCHMAKING [END]](https://img.wattpad.com/cover/378511012-64-k540109.jpg)