📖⟩21. Gree

12.8K 372 130
                                        

𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]

📖📖📖

"Greesa."

Mendengar suara itu langsung membuat Greesa menoleh dengan kaget. Bahkan saat melihat siapa yang kini tengah berdiri tidak jauh darinya sambil menatapnya dengan menampilkan senyuman yang mengerikan membuat Greesa langsung takut.

Membuat wanita itu yang melihat tampak langsung terkekeh lalu setelahnya tertawa dengan pelan.

"Jangan takut, Sayang. Tante tidak akan menyakitimu lagi."

Greesa menggeleng sambil melangkah mundur, membuat wanita itu langsung melangkah maju dengan santainya.

"Bagaimana kabarmu?"

"B-bagaimana bisa---"

"Tentu saja bisa. Semuanya pasti akan bisa termasuk kabur dari rumah sakit jiwa saat di mana orang tuamu mengirimkan Tante ke sana!" Ujarnya sambil menyentak dan menatap tajam ke arah Gressa.

"Mamah dan Papah melakukan itu karena Tante sudah gila."

"Tante tidak pernah gila, Greesa."

Greesa menggeleng dengan takut. "Pergi dari sini. Aku tidak mau lagi bertemu atau melihat Tante!"

"Jadi kamu mengusir, Tante? Apa kamu lupa bagaimana saat dulu Tante yang selalu menjaga dan merawatmu?"

"Tante tidak pernah menjaga dan merawatku, karena Tante selalu menyiksaku!"

Mendengarnya langsung membuat wanita itu tersenyum sambil menggeram dengan marah. Lalu setelahnya wanita itu langsung menghampiri pada Greesa dan langsung menarik tangan Greesa dengan kasar yang membuat Greesa langsung berontak berusaha untuk lepas dan kabur, namun sayangnya usahanya hanya sia-sia saat wanita itu langsung memukul kepala Greesa dan saat Greesa terjatuh ke lantai wanita itu langsung membekap mulut Greesa dengan sapu tangan yang sudah di semprot dengan obat bius.

Membuat Greesa yang ingin kabur mendadak langsung lemas tidak berdaya terlebih lagi kepalanya mendapatkan pukulan yang cukup kuat yang membuat Greesa mulai tidak sadarkan diri, membuat wanita itu langsung tersenyum dengan senang lalu setelahnya langsung memangil dua orang anak buahnya untuk membawa Greesa pergi dari sana.

Namun saat mereka sudah hampir berhasil, wanita itu ketahuan karena salah satu anak buah Jander melihatnya saat ia hendak pergi yang membuat mereka langsung mengejarnya.

Terlebih lagi saat tau apa yang terjadi membuat mereka semua langsung bergerak dan segera mengejar mobil yang sudah mulai kabur jauh meninggalkan Villa.

🥗🥗🥗

"BRENGSEK!! Apa aku memperkejakan kalian semua untuk ini?!"

Mereka hanya bisa menunduk dengan takut.

Membuat Jander tampak terlihat begitu marah dan murka. Walau tadi sudah habis-habisan menghajar anak buahnya yang tidak berhasil mengejar dan menangkap mobil yang sudah membawa istrinya kabur, Jander tampak masih terlihat geram yang membuat semua orang takut melihatnya.

Bahkan seluruh anak buah dan bodyguard Jander kini tengah di kumpulkan yang membuat mereka semua takut dan tidak sama sekali berani berkutik, terlebih lagi 10 orang dari mereka semua sudah ada yang hampir mati setelah Jander menghajarnya habis-habisan yang membuat mereka tentunya begitu takut.

Namun Jander sama sekali tidak peduli mau mereka mati atau sekarat, karena pikiran Jander kini tengah emosi meluap-luap dan sepertinya akan siap meledak. Keadaannya pun sudah tampak begitu kacau dan berantakan, membuat Jander langsung menggusar wajahnya dengan kasar lalu setelah itu beralih mendudukkan tubuhnya di sofa. Di mana mereka semua tengah berada dan berkumpul di ruangan bawah tanah milik Jander, ruangan yang tampak begitu luas namun begitu berantakan dan minim akan cahaya.

||MATCHMAKING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang