⚠️• FOLLOW SEBELUM BACA‼️
⚠️• DI LARANG MENIRU, MENJIPLAK, MENYALIN, MENGCOPY, DAN MEMPLAGIAT CERITA INI!!!!
________________________________________________
"Aku memang tidak pernah berharap untuk di cintai, karena aku tau kau tidak pernah mencinta...
chapternya gak sepenuhnya aku riset, mohon maaf jika ada banyak kesalahan kata dan kalimat.
𓆝𓆟𓆞 𓆩•Happy Reading•𓆪 [ Jangan Lupa Vote dan Coment ]
📖📖📖
Dengan pelan dan hati-hati, Jander menenangkan Greesa yang kini tengah terbangun dari tidurnya sambil merintih kesakitan memegangi perutnya.
Greesa bahkan terlihat begitu gelisah begerak dan merengek kesana-kemari, membuat Jander dengan pelan menenangkannya lalu memeluk tubuh istrinya. Perlahan, Greesa membalas pelukan Jander, lalu berusaha untuk bangun yang membuat Jander langsung menahannya.
"Ingin ke mana?" tanya Jander dengan lembut, sambil mengusap pipi Greesa.
Greesa menggeleng, mencoba melawan dan melepaskan dirinya, namun Jander tetap memeluknya. Melihat itu, Greesa langsung mendongak. Menatap pada Jander yang menatapnya, lalu tidak lama setelahnya Greesa langsung menangis di pelukan suaminya.
Jander yang melihat langsung memeluk tubuh istrinya dengan lembut, sambil mengusap-usap tubuh Greesa lalu menciumnya.
"Jangan menangis."
Hiks...hiks...hiks...
"Di mana yang sakit, Sayang?"
"Kenapa aku selalu bermimpi?"
Jander tersenyum mendengarnya, sambil mengusap-usap kedua pipi Greesa. "Aku di sini, ini bukan mimpi."
Greesa mengangguk pelan. Kemudian dengan perlahan mulai kembali tertidur sambil mencengkram kuat kemeja Jander, seolah tak ingin melepaskannya dan tak ingin di tinggal. Jander yang melihat langsung mengusap tangan Greesa lalu menciumi seluruh wajah istrinya, sambil setelahnya mengusap lembut pinggang dan perut Greesa, mencoba memberikan rasa nyaman dan hangat.
"Masih sakit?" tanya Jander dengan pelan, Greesa tampak mengangguk dengan rasa ngantuknya sambil sesekali terdengar merintih.
"Tidurlah, aku tidak akan pergi," ujar Jander berbisik dengan pelan.
Perlahan, cengkraman Greesa tadi terlepas dan mulai tertidur dengan nyaman. Melihat itu, Jander tampak tenang sambil memandangi wajah istrinya lalu kembali menciumi pipi, hidung, bibir, dan kening Greesa. Seolah menganggap jika Greesa kini adalah seorang bayi yang begitu wangi dan pulen, sampai Jander tidak pernah bosan untuk selalu ingin menciumi dan menghirup aroma wanginya.
Greesa bahkan tidak terganggu sama sekali saat Jander terus menciuminya, dan justru terlihat tersenyum lalu Jander ikut tersenyum dengan gemas melihatnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Besok paginya, saat Greesa terbangun dari tidurnya dan lagi-lagi tidak menemukan Jander di sampingnya membuat Greesa langsung terisak menangis. Karena Greesa mengingat jika tadi malam Jander ada di sampingnya dan itu bukan mimpi, tetapi pagi ini Jander sudah tidak ada yang membuat Greesa merasakan sedih karena lagi dan lagi ia selalu memimpikan suaminya.