Lovebie, tolong bantu koreksi
kalau ada kesalahan kata dan kalimat
yang kurang ya❤️
𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]
📖📖📖
Setelah selesai melakukan pemeriksaan di rumah sakit, Greesa langsung meminta pulang dan menolak dokter Ceena untuk memeriksa keadaannya yang lain karena kandungannya baik-baik saja.
Bahkan saat Jander tetap meminta untuk memeriksa keadaannya agar Greesa di rawat inap karena harus di infus Greesa tetap menolaknya, Jander tentunya memaksa namun Greesa bersikeras menolak sampai menangis dan ingin kabur. Melihat bagaimana Greesa yang begitu keras kepala dan terus menangis, Jander pada akhirnya mengalah dan menuruti apa kemauan istrinya lalu membawa Greesa pulang.
Namun saat mereka sudah sampai di mansion dan saat Jander ingin menggendong dan membantu Greesa turun dari dalam mobil, Greesa langsung menolak dan tidak mau di sentuh oleh suaminya sampai Jander bingung melihatnya. Greesa bahkan sampai mendorong dan memukul tubuh Jander karena Jander tetap memaksa namun Greesa selalu menolak.
"Ada apa denganmu?" Tanya Jander dengan kesal sambil menatap tajam, namun Greesa tidak mempedulikannya dan memilih turun sendiri dari dalam mobil lalu berjalan masuk lebih dulu ke dalam mansion menuju pada tangga dan menaiki tangga sampai pada di kamar.
Sesampainya di kamar setelah melepaskan heelsnya dengan sembarangan di lantai Greesa langsung naik ke atas ranjang menidurkan tubuhnya, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sampai batas leher lalu setelah itu langsung memejamkan mata bersamaan dengan air matanya yang langsung mengalir.
Jander yang terlihat baru saja masuk ke dalam kamar dan menutup pintu tampak terdiam menatap ke arah ranjang, lalu beralih menyimpan tas dan heels istrinya di atas meja dan setelahnya mengitari ranjang menghampiri pada Greesa.
Greesa yang melihat langsung menutupi wajahnya dengan selimut.
"Jangan berkerumbun nanti kau sulit bernafas," ujar Jander sambil ingin menyentuh selimut yang menutupi tubuh Greesa namun Greesa langsung menjauh.
"Ada apa denganmu, katakan sekarang apa yang terjadi?"
Greesa menggeleng, melihatnya Jander tampak menggeram.
"Kau harus makan sekarang dan bukankah tadi ingin makan sup sayur brokoli?"
"Tidak jadi," sahut Greesa dengan susah payah bahkan setelahnya langsung terisak. Jander yang mendengar tampak khawatir lalu membuka selimut namun Greesa dengan cepat berbalik.
"Ingat kondisimu, Greesa. Perutmu akan sakit jika kau menindihnya."
"Aku ingin sendiri."
"Katakan padaku apa yang wanita itu katakan padamu?"
"Bukan hal penting yang harus kau tau."
"Greesa!"
"Aku ingin sendiri, Jander. Aku ingin sendiri dan tidur sekarang!"
"Aku tidak mungkin membiarkanmu tidur dalam keadaan lapar jadi setidaknya makan terlebih dulu karena kini kau sedang hamil."
"Jadi jika aku tidak hamil kau akan membiarkanku tidur kelaparan?"
"Apa maksudmu berbicara seperti itu?"
"Kau mencintai-- tidak, kau menyayangiku hanya karena aku sedang mengandung anakmu."
"Aku selalu menyayangimu karena----"
"Kita pasangan suami-istri dan sudah seharusnya seperti itu! Kau bahkan selalu mengatakannya dan tidak pernah paham dengan apa yang ku maksud." Greesa langsung menyahut dengan marah bahkan setelahnya langsung beranjak bangun turun dari ranjang. Menatap pada Jander dengan tajam lalu setelahnya beranjak keluar dari kamar namun Jander dengan cepat langsung menahan dan menarik tangan Greesa.
KAMU SEDANG MEMBACA
||MATCHMAKING [END]
Romance⚠️• FOLLOW SEBELUM BACA‼️ ⚠️• DI LARANG MENIRU, MENJIPLAK, MENYALIN, MENGCOPY, DAN MEMPLAGIAT CERITA INI!!!! ________________________________________________ "Aku memang tidak pernah berharap untuk di cintai, karena aku tau kau tidak pernah mencinta...
![||MATCHMAKING [END]](https://img.wattpad.com/cover/378511012-64-k540109.jpg)