📖⟩24. Death

13.5K 416 92
                                        

• jika ada kesalahan kata atau kurangnya kata, kalian bisa tandain ya, Love. Terimakasih •

𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]

📖📖📖

"Maaf, anda perawat dari mana? Karena lantai ruangan ini hanya untuk dokter khusus dan perawat khusus jadi perawat lain tidak boleh masuk tanpa tanda pengenal."

"Benarkah? Kalau begitu maafkan saya, karena saya hanya di suruh oleh dokter Liana."

"Dokter Liana? Tapi dokter Liana memiliki perawat khusus dan tidak pernah sembarangan menyuruh perawat lain?"

Mendengarnya langsung membuat wanita itu menatap tajam pada perawat di hadapannya yang membuat perawat itu langsung menatap penuh curiga. Lalu perawat itu langsung mengambil ponselnya dan mulai menghubungi seseorang tapi belum saja panggilannya terhubung, wanita itu sudah langsung mendorongnya ke sebuah ruangan dan langsung membenturkan kepalanya pada dinding.

Sampai membuat perawat prempuan itu jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri yang membuat wanita itu langsung tersenyum, setelahnya ia langsung beralih mengambil tanda pengenal dan mengganti jasnya agar tidak ada yang mencurigainya lagi.

Lalu dengan santai dan tenangnya wanita itu mulai melangkah keluar berjalan menuju pada ruangan president suite yang di mana di depan pintunya terdapat 2 orang bertubuh besar tengah berjaga, dan saat wanita itu ingin masuk, mereka langsung menahannya yang membuat wanita itu langsung menunjukkan tanda pengenalnya sambil sedikit menundukkan kepalanya.

Membuat penjaga itu mengizinkannya untuk masuk yang membuat wanita itu langsung tersenyum dengan senang, terlebih lagi saat melihat pintu ruangan mulai terbuka dan mangsa yang tengah ia cari ada di sana tengah berbaring di atas ranjang rawatnya.

Gressa yang menyadari jika ada orang yang masuk membuatnya langsung membuka matanya lalu setelah itu menoleh, tampak tersenyum menatap pada perawat tersebut sebelum ia menyadari ada sesuatu yang berbeda dan setelahnya Greesa langsung beranjak bangun dengan kaget.

"T-tante?"

"Hai, Sayang."

Mara mulai melepaskan jas perawatnya serta rambut palsunya yang membuat Greesa semakin kaget dan takut melihatnya, terlebih lagi Tantenya itu langsung melangkah mendekatinya yang membuat Greesa langsung beranjak turun dari ranjang rawatnya tanpa mempedulikan infusnya yang langsung terlepas.

Sampai membuat Greesa merintih kesakitan sambil memegangi tangannya yang membuat Mara langsung tertawa melihatnya.

"Pelan-pelan, Sayang. Lukamu masih belum sembuh."

"Apa yang ingin Tante lakukan di sini?" Tanya Greesa dengan takut.

"Bukankah Tante sudah bilang padamu, jangan coba-coba untuk kabur dari Tante."

"Pergi dari sini, Tante!"

Mara berdecak. Lalu beralih mengambil pisau kecil untuk memotong buah yang membuat Greesa langsung melangkah mundur sambil berjaga-jaga.

"Jangan takut. Tante tidak akan menyakitimu jika kamu menurut dengan Tante."

"Kumohon, kumohon pergi dari sini Tante."

"Jika aku tidak bisa membawamu setidaknya aku bisa membunuhmu sekarang."

Mara mulai melangkah menghampiri pada Greesa yang membuat Greesa langsung mengambil vas bunga lalu langsung melemparkannya ke arah Tantenya. Membuat Mara yang melihat tampak kaget dan langsung menggeram marah, karena vas bunga itu hampir saja mengenainya.

||MATCHMAKING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang