📖⟩55. MatchmaKing

15.7K 385 80
                                        

𓆝𓆟𓆞
𓆩•Happy Reading•𓆪
[ Jangan Lupa Vote dan Coment ]

📖📖📖

"Mi Mi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Mi Mi... Mi Mi..."

"Iya, Mommy di sini. Kenapa, Sayang?"

Jervan langsung memegangi pahanya di mana siang tadi habis di suntik. Melihat itu, Greesa langsung mengusap-usap paha putranya dengan lembut dan Jervan tampak langsung merengek-rengek mulai menangis.

Karena sedari siang tadi sehabis di suntik Jervan memang rewel sampai sore ini pun masih rewel yang mungkin masih merasakan sakit dan nyeri pada pahanya.

Greesa yang sedari tadi begitu khawatir menatap tidak tega pada putranya, terus menggendong dan menimang-nimang pelan tubuh Jervan. Sambil membawanya melihat pada jendela balkon kamar, melihat bagaimana langit yang mulai menggelap.

"Jervan mau susu?"

"No no..."

"Lalu putra Mommy ini mau apa?"

"Akit na tuuu, Mi... hiks...hiks... Didi."

Tok...tok...tok...

Pintu kamar terdengar di ketuk. Mendengar itu, Greesa langsung menoleh dan melihat pada bibi Melin yang berdiri di ambang pintu sambil membawakan nampan di tangannya.

"Masuk, bi," suruh Greesa, karena pintu memang sudah terbuka. Bibi Melin langsung melangkah masuk lalu segera meletakkan nampan di atas meja sofa.

"Masih rewel?" tanya bibi Melin kepada Greesa sambil melihat pada Jervan, dan Greesa mengangguk pelan.

"Kalau begitu, biar gantian dengan bibi menggendong Jervan."

"Apa Jander masih belum pulang?"

"Sebentar lagi kata William tadi, karena rapat di luar jam kerjanya sedikit lama."

Greesa tampak gelisah. Karena Jander sudah pergi begitu lama untuk rapat dan meeting mendadak setelah tadi mengantar Jervan suntik, dan tadi setelah Jervan bangun tidur hal pertama yang di carinya adalah Daddynya, Jander.

"Jangan khawatir, Nak. Bibi akan membantu di sini," ucap bibi Melin menenangkan. Greesa langsung tersenyum.

Setelah itu, dengan pelan dan hati-hati Greesa memindahkan posisi menggendong tubuh Jervan yang tengah bersembunyi di lipatan tangan.

"Sekarang makan terlebih dulu, biar bibi yang jagakan Jervan," ujar bibi Melin menyuruh sambil dengan pelan-pelan meraih tubuh Jervan. Namun, Jervan justru langsung menolak dan menoleh melihat pada bibi Melin membuat Jervan setelahnya langsung menangis dan berteriak tidak mau lepas dari Mommynya.

"Mimi... Mimi!"

"Tidak mau digendong dengan bibi Melin?"

"NONO!"

||MATCHMAKING [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang