Halooww malam mingguan bareng OBSESSED yaaaww
~happy Reading guyss ~
🍀
Pagi-pagi sekali Arka sudah berada di ruang CCTV gedung apartemennya setelah mendapatkan ijin dari pihak keamanan apartemen. Dia memeriksa setiap pergerakkan Meeka. Mulai dari Meeka yang menaiki mobil yang dia percaya adalah gocar. Sampai keluar dari area apartemen.
Setelah mengulang beberapa kali rekaman cctv didepannya, Arka merasa janggal terhadap mobil yang terparkir di depan gedung apartemen mulai dari pagi hari. Mobil itu juga terlihat mengikuti mobil yang di tumpangi istrinya dari belakang. Arka mencatat plat nomor mobil tersebut dan mengkopi rekaman CCTV sebagai bukti laporan ke polisi.
Handphone yang di pegang Arka berbunyi saat keluar dari ruang CCTV. Buru-buru dia lihat, karena mungkin saja itu dari Meeka. Tapi saat di lihat ternyata itu dari Dania. Arka menekan tombol warna merah yang berarti menolak panggilan. Tapi selanjutnya ada panggilan lagi dari Dania terus berulang-ulang dan Arka melakukan hal yang sama yaitu menolaknya karena kali ini dia tidak mau terganggu oleh urusan lainnya. Hari ini Arka harus menemukan istrinya.
Arka juga menerima pesan dari Dania yang berisi ajakan untuk bertemu di sebuah Cafe tapi Arka hanya mengabaikan pesan itu. Namun beberapa detik kemudian handphonenya berbunyi kembali, kali ini bukan dari Dania tapi dari Sandi. Arka menekan tombol hijau di layar handphonenya.
Sandi: Meeka gimana ka?
Arka: Belum ketemu. Gue mau buat laporan ke kantor polisi sekarang
Sandi: Aku ikut, Aku bisa jadi saksi disana
Arka: Oke gue tunggu di kantor polisi
Tak ingin membuang waktu lebih lama. Setelah memutus sambungan telfonnya dengan Sandi, Arka menginjak pedal gas mengendarai mobilnya menuju kantor polisi dengan kecepatan tinggi. Bahkan hanya membutuhkan waktu 10 menit bagi Arka utuk sampai di depan kantor polisi dengan mobil yang sudah terparkir rapi.
Barang bukti yang berupa rekaman CCTV ditanganya diserahkan ke polisi yang sedang duduk di depannya. Di sela-sela saat Arka menjelaskan kronologi kehilangan istrinya, Sandi dengan terburu-buru membantu Arka menjelaskan beberapa kejanggalan yang terjadi terakhir dia saat bersama Meeka.
Setelah selesai membuat laporan dan menyerahkan beberapa bukti yang Arka miliki dan tentu saja dengan kesaksian Sandi. Akhirnya laporan mereka diterima dan akan ditindaki langsung oleh tim polisi.
Hal pertama yang di lakukan kepolisian adalah memeriksa CCTV jalan di depan supermarket yang di datangi Meeka. Saat di periksa ternyata benar mobil yang membawa Meeka adalah mobil yang terparkir di depan apartemen seperti yang di katakan Arka.
Lalu kepolisian memeriksa pemilik mobil melalui memeriksa plat mobil yang terpampang jelas di rekaman CCTV. Saat di periksa ternya pemilik beratas namakan Aji Bara Ambia yang berusia 21 tahun.
Arka dan Sandi juga ikut dalam penyelidikan. Sebenarnya mereka tidak di perbolehkan untuk ikut. Tapi Arka memaksa dan berakhir menghubungi papanya untuk meminta tolong. Dan berakhir dengan polisi yang mengizinkan mereka untuk ikut dalam penyelidikan.
Berdiri sambil memegang sebuah kertas di tangannya, Arka membaca catatan yang tertulis di atas kertas tersebut dengan ekspresi marah dan khawatir secara bersamaan. Kertas itu diberikan oleh polisi yang berisikan tentang biodata pelaku dan ada catatan kriminal yang tertulis disana.
"Sayang, kamu baik-baik aja kan disana" gumam Arka dengan kepala yang tertunduk.
Disisi lain Meeka juga teringat dengan Arka. Wajah pucat Arka saat mengira Meeka meninggalkannya kembali terulang di ingatan Meeka, "Bian pasti kamu khawatir banget kan sekarang"
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED
Random"nikah sama gue atau ga keluar dari ruangan ini buat selamanya" "Buat apa kita aja gak saling cinta" "Cinta?" Laki laki itu tertawa mendengar kata itu. "Gue gak butuh cinta. Yang gue butuhin itu cuma lo" **** Meeka Paradibta menjadi Obsesi terbesar...
