❗AYOOO FOLLOW AUTHOR DULU ❗
~Happy Reading~
🍀
Malam sudah larut. Dania pulang dengan keadaan yang terbilang sangat kacau. Saat masuk kedalam kamarnya dia melempar sembarang tas yang di pakai. Kecewa, frustasi, dan emosi menjadi satu hingga membuat Dania mengacak-acak rambutnya sendiri. Bahkan untuk duduk pun dia merasa gelisah sehingga membuat dirinya hanya mondar-mandir di dalam kamarnya. Dikuasai penuh oleh emosinya membuat dirinya berpikir bagaimana caranya membuat Meeka hancur dan Arka kembali menjadi miliknya.
Dikepalanya sekarang terus berputar kejadian Meeka saat memanggil Arka sayang dan Arka yang tersenyum tulus sambil menatap Meeka. Senyum yang selama ini didambakan oleh Dania namun tak pernah didapatkannya. Kejadian itu berhasil membuat rasa sesak di dadanya saat ini.
Sudah lama Dania menantikan Arka. Dia menyimpan perasaannya sendiri hingga tanpa sadar membuatnya terobsesi untuk mendapatkan laki-laki itu. Namun semuanya hancur karena kedatangan Meeka.
"Meeka," Dania tertawa meremehkan sebelum melanjutkan perkataannya kembali, "aku nggak akan biarin kamu milikin Arka. Karena dia cuma milikku!"
Dania mengambil handphonenya di dalam tas untuk mengirimkan pesan kepada seseorang. Namun notifikasi instagram yang menampilkan akun Arka mengalihkan perhatiannya hingga membuat dirinya beralih ke applikasi tersebut. Selanjutnya tangannya gemetar dan matanya mulai memanas saat melihat Arka yang meng upload foto Meeka dengan caption yang terbilang sangat romantis. Mebuat dirinya dikuasai oleh emosi kembali, hingga melempar handphone di genggamannya hingga hancur.
Berharap semua ini hanya mimpi dan Dania tak melihat Meeka yang berduaan dengan Arka keesokan harinya.
Tapi ternyata itu hanya harapan yang tak bisa terkabul. Saat selesai kelas paginya, Dania Melihat Arka yang merangkul pundak Meeka berjalan di koridor. Hingga mereka menjadi pusat perhatian kampus sekarang.
Seharusnya aku yang ada di posisi itu –batin Dania lalu pergi karena tak mau lebih lama lagi melihat pemandangan yang sangat di bencinya.
"Meekaaa" panggil Amel dengan gembira sambil menarik tangan Meeka.
Baru satu langkah memasuki kelas, Meeka sudah di serbu pertanyaan oleh keempat temannya. Dia duduk di tengah keempat temannya yang duduk mengelilinginya. Sudah seperti di introgasi saja.
"Kamu beneran jadian sama Arka? Aku setuju sih kalo sama kamu" tanya Amel.
"Dari kapan sih? Kok gak bilang ke kita" sekarang Sasa.
"Kalian pacaran beneran?" kali ini Sandi.
"Beneran Meeka?" Refan pun ikut bertanya.
Meeka meletakkan jari telunjuknya di bibir, "Sttt. Satu-satu dong kalo tanya"
"Pertanyaan aku dulu. Kan aku dul–"
"Selamat siang"
Ucapan Amel terpotong oleh dosen yang sudah berdiri di depan dengan beberapa buku di tangannya.
Melihat ekspresi Amel yang cemberut membuat Meeka tertawa kecil, "Hahaha. Nanti aja ya guys sesi tanya-tanyanya"
Sedangkan di sisi lain.....
Dania keluar dari sebuah toko elektronik. Menggenggam handphone yang baru saja dia beli karena handphone yang sebelumnya telah hancur. Dia membuka handphone yang tak terkunci itu lalu mengetikkan beberapa nomor yang dihafalnya.
Halo
Kabar kamu gimana?
Aku boleh minta tolong gak?
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED
Diversos"nikah sama gue atau ga keluar dari ruangan ini buat selamanya" "Buat apa kita aja gak saling cinta" "Cinta?" Laki laki itu tertawa mendengar kata itu. "Gue gak butuh cinta. Yang gue butuhin itu cuma lo" **** Meeka Paradibta menjadi Obsesi terbesar...
