Bab52

905 97 15
                                        


Rumah Sakit____Didepan pintu IGD, ramai dengan mereka yang menunggu kabar dari dokter

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Rumah Sakit____Didepan pintu IGD, ramai dengan mereka yang menunggu kabar dari dokter.

Sudah lebih satu jam mereka menunggu disana dengan perasaan yang campur aduk.

Mereka berdoa dalam hati, agar orang yang mereka tunggu bisa melewati masa kritisnya.

Flashback...

" jika putri ku meninggal, maka istri mu ini juga harus ikut menyusulnya.."ucapnya bersiap-siap menekan pelatuknya, " itu sebagai balasan apa yang kau lakukan kepada nya selama ini,sean.."lanjutnya dan....

Dorr...

Gracia reflek memejamkan matanya, dirinya sudah pasrah jika ini akan menjadi hari terakhir nya didunia ini.

Cukup lama gracia terdiam, dirinya binggung kenapa ia tidak merasakan sesuatu yang mengenai tubuhnya.

Hingga suara teriakan dengan menyebut adel, putrinya membuat ia dengan cepat membuka matanya.

" Adelllll.."

Rasa disambar petir siang bolong, jantung gracia terasa ingin lepas dari tubuhnya.

Badannya begetar kuat, kakinya lemas hingga tidak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya.

Gracia runtuh kelantai, melihat gadis yang selama ini membuat dirinya merasakan bagaimana menjadi seorang ibu.

Ya, Adel lah yang gracia lihat sudah bersimpah darah dihadapannya. Ternyata gadis itu yang menggantikan dirinya dari peluru yang ditujukan padanya.

" R-reva.." ucap gracia dengan lirih, airmatanya tumpah sudah.." Hiksss, revaaaa.."teriaknya, ia mendekap tubuh adel yang sudah tak bergerak bersimpah darah.


Ternyata, tanpa mereka sadari. Adel tersadar dari pingsannya, setelah mendengar teriakan gracia.

Adel melihat tuan kanaya memegang pistol, dengan perlahan adel mencoba mendekatinya.

Tapi tubuhnya begitu lemah. untuk berdiri saja kakinya tidak kuat menahan tubuhnya.

Sehingga ia melihat tuan kanaya menodongkan pistolnya pada gracia dan adel pun memaksa dirinya untuk bangun.

Tepat sedetik sebelum peluru itu mengenai gracia, adel sudah lebih dulu tiba menghalanginya.

Jadinya, peluru itu tepat mengenai dirinya. Adel tersenyum menatap tuan kanaya yang mematung tak percaya. "terimakasih.."lirihnya sebelum ia tergeletak

Adel masih dapat melihat ada sahabatnya, zean dan teman² nya, sean dan opa² nya, lalu terakhir ia melihat gracia yang masih memejamkan matanya.." reva sayang bunda.."lirihnnya dan sampai akhirnya adel memejamkan matanya






DIA? Cinta Pertama-Ku Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang