Live Tiktok Bareng

4.3K 219 3
                                    

Malam itu, Sky dan Nani sedang berada di rumah masing-masing, tetapi mereka tetap terhubung lewat live TikTok. Keduanya sudah terbiasa dengan sesi live yang sering mereka lakukan, terkadang random. Namun, kali ini mereka memutuskan untuk sekadar mengobrol ringan sambil memberikan waktu kepada fans untuk melihat sisi lain dari keduanya.

Sambil duduk di kamar masing-masing, mereka bercanda seperti biasa, saling melempar pertanyaan bodoh dan membuat fans tertawa. Sky, dengan wajah polosnya, mencoba membuat mimik lucu untuk menghibur penonton, sementara Nani yang biasanya lebih santai, ikut-ikutan beraksi.

"Tuh kan, Nani, kalau lo ikutan banyak ekspresi kayak gitu, bisa jadi bintang TikTok juga loh," canda Sky sambil tersenyum.

Nani hanya tertawa kecil. "Lo aja yang lebay, Sky," jawabnya, menyandarkan diri ke belakang dengan gaya khasnya yang terlihat cuek tapi tetap lucu.

Di tengah siaran langsung itu, Sky tiba-tiba membuat ekspresi manyun, mencoba menggoda para fans dengan wajah lucunya. Ternyata, Nani tidak tinggal diam. Dia langsung membalas dengan ekspresi yang sama, bahkan lebih kocak, hingga membuat fans ketawa terbahak-bahak.

"Ini, lo yang bikin ekspresi banyak banget nih," kata Nani, sambil manyun ke kamera.

Sky yang melihat itu pun terbahak, merespons dengan penuh tawa. "Gue nggak nyangka lo bisa banyak ekspresi kayak gitu juga, Nani. Lo tuh cool, tapi kocak juga ya."

Momen itu berlanjut dengan keduanya yang saling bercanda, membuat fans semakin antusias. Namun, di balik tawa dan kejenakaan itu, Sky mulai merasakan sesuatu yang sedikit berbeda. Dia merasa ada ketegangan kecil, meski hanya sebentar. Ketika Nani manyun balik ke kamera, Sky tak bisa menahan senyum kecil yang muncul di wajahnya.

"Lo... bener-bener beda kalau udah ketawa kayak gitu," Sky berpikir dalam hati, meski ia tahu itu hanyalah candaan biasa.

Setelah beberapa menit bercanda, mereka mengakhiri sesi live. Begitu siaran selesai, Sky duduk di tempat tidurnya, sambil menatap layar ponselnya.

"Sial, kenapa ya rasanya jadi agak aneh abis live tadi?" Sky bergumam pelan. Ia menatap layar ponselnya, melihat pesan-pesan dari fans yang sudah beranjak, tapi ada satu pesan yang ia tunggu—dari Nani.

Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi, dan tampak nama Nani muncul di layar. Sky segera membuka pesan itu.

Nani: "Lo baik-baik aja? Gue ngerasa kita tadi aneh, kayak ada yang nggak pas gitu, ya?"

Sky menelan ludah, berpikir sejenak sebelum akhirnya membalas pesan itu.

Sky: "Ah, enggak kok, cuma gue rasa tadi kita ketawa lebih lama dari biasanya. Lo malah lebih lucu, ha-ha."

Namun, setelah mengirimkan pesan itu, Sky merasa sedikit ragu. Ada bagian dari dirinya yang tidak bisa menjelaskan kenapa dia merasa begitu, bahkan dengan sekadar banyak tawa dan candaan yang mengalir begitu natural antara mereka. Hatinya agak berdebar, meskipun ini hanya obrolan biasa.

Nani: "Ada sesuatu yang lo pikirin, Sky?"

Sky terdiam sejenak, membaca pesan itu berulang kali. Ia merasa ada yang perlu diungkapkan, tapi tak tahu bagaimana. Ada ketegangan yang datang begitu tiba-tiba, dan dia merasa ini lebih dari sekadar percakapan biasa.

Sky: "Gue nggak tahu, Nani. Cuma aneh aja rasanya setelah live tadi. Gue ketawa, tapi ada bagian yang ngerasa... beda."

Nani: "Heh, beda gimana?"

Sky merasakan rasa cemas itu semakin kuat. Ia tahu Nani tidak akan menanggapi serius kalau ia tidak bicara jujur.

Sky:"Lo tau nggak sih, tadi waktu lo manyun balik, gue ngerasa... ya, kayak sesuatu yang lebih. Gue nggak ngerti, cuma aneh aja rasanya."

Pesan itu terkirim. Sky merasa sedikit takut akan reaksinya, tetapi ia merasa harus mengungkapkannya. Beberapa detik kemudian, ponselnya berdering lagi.

Nani: "Lo ngerasa kayak gitu juga, ya? Gue kira cuma gue yang merasa ada yang beda. Tapi, gue nggak bisa bohong, gue juga ngerasain ada sesuatu yang nggak bisa dijelasin."

Ada keheningan di ruangannya. Sky duduk, menatap layar ponselnya, membaca balasan itu berulang kali. Ia merasa cemas, namun juga sedikit lega. Ternyata, apa yang ia rasakan bukanlah hal yang aneh. Nani juga merasakannya.

Sky: "Jadi, apa yang harus kita lakuin sekarang, Nani?"

Nani: "Gue nggak tahu, Sky. Tapi, kita nggak perlu buru-buru, kan? Mungkin kita harus lihat dulu kemana arah ini."

Mereka berdua terdiam, tetapi ada perasaan yang tak bisa diabaikan di antara mereka—sebuah ketegangan yang baru saja terungkap, sebuah potensi hubungan yang masih belum diketahui akan menuju kemana.



TO BE CONTINUE~

Btw ini first time gw nulis cerita yang lagi rame, jadi mohon kritik dan sarannya ya guys, makasihh. Imina SkyNani

Imina SkyNani | Behind the ScenesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang