~
Pagi yang cerah di Bangkok terasa lebih hangat dari biasanya. Matahari memancarkan sinar lembutnya ke jendela apartemen Nani. Dia terbangun lebih awal dari biasanya, menggeliat malas di tempat tidur. Pandangannya langsung jatuh pada gelang merah kecil di meja samping tempat tidurnya. Dia memutar-mutar gelang itu dengan ujung jarinya, mengingat kejadian semalam.
"Kenapa dia selalu tahu gimana caranya bikin gue nggak bisa berhenti mikirin dia?" gumamnya, setengah kesal, setengah tersenyum.
Nani akhirnya bangkit, mengganti pakaian dengan kaus putih longgar dan celana pendek. Hari ini jadwal mereka cukup santai, hanya ada sesi wawancara singkat untuk mempromosikan series mereka di sore hari.
Namun, belum sempat dia merapikan rambutnya, ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari Sky.
Sky: "Lo bangun? Gue mau jemput lo buat sarapan."
Nani: "Serius? Masih pagi banget, Sky."
Sky: "Udah siang, Nan. Ayo, gue udah di parkiran."Nani mendengus kecil, tapi dia tidak bisa menahan senyum. Dia menyambar jaket tipisnya dan berjalan keluar.
~
Di bawah, Sky sudah menunggunya dengan motor. Dia mengenakan hoodie abu-abu dan celana jeans santai, dengan helm cadangan di tangannya.
"Lo niat banget pagi-pagi ngajak gue keluar," ujar Nani sambil memakai helm.
"Bukan niat, cuma kepikiran aja. Lo butuh udara segar," jawab Sky sambil menghidupkan motor.
Perjalanan mereka tidak terlalu jauh, hanya sekitar sepuluh menit ke sebuah warung makan kecil yang terletak di dekat taman kota. Tempat itu sederhana, tapi nyaman, dengan meja kayu dan tanaman hijau di sekitarnya.
Mereka memesan makanan dan duduk di salah satu meja yang menghadap taman.
"Gimana tidur lo semalam?" tanya Sky, memecah keheningan.
Nani mengangkat bahu. "Biasa aja. Lo?"
Sky menyeringai kecil. "Sama. Tapi gue kepikiran lo."
Nani memutar mata, berusaha menutupi senyum kecil yang muncul di wajahnya. "Lo nggak pernah capek ngegodain gue, ya?"
"Bukan ngegodain, cuma jujur," jawab Sky santai.
Mereka melanjutkan sarapan dengan obrolan ringan, membahas jadwal mereka, kejadian lucu selama syuting, hingga cerita masa kecil yang belum pernah mereka ceritakan sebelumnya.
~
Wawancara untuk mempromosikan series berlangsung di sebuah studio yang cukup besar. Para fans sudah berkumpul di luar studio, meneriakkan nama Sky dan Nani, serta membawa banner besar bertuliskan SkyNani Forever.
"Lo lihat itu?" bisik Sky saat mereka berjalan menuju studio.
"Lihat apa?" tanya Nani.
"Banner gede itu. Fans kita makin kreatif aja," ujar Sky sambil menunjuk banner yang mencolok di antara kerumunan.
Nani hanya terkekeh kecil. "Mereka bener-bener cinta sama kita, ya?"
"Ya. Tapi mereka nggak tahu kalau gue lebih cinta sama lo," jawab Sky pelan, hampir seperti gumaman.
Nani berhenti sejenak, menatap Sky yang sudah berjalan lebih dulu. Ada sesuatu di hati Nani yang terasa hangat dan menenangkan, meskipun dia masih berusaha memahami apa yang sebenarnya dia rasakan.
~
Setelah hari yang panjang, Nani akhirnya kembali ke apartemennya. Dia duduk di sofa, memandang langit-langit dengan pikiran yang berputar-putar. Ponselnya bergetar lagi.
Sky: "Gue baru nyampe rumah. Lo gimana?"
Nani: "Baru duduk di sofa. Capek banget."
Sky: "Istirahat ya. Jangan lupa pakai gelangnya."Nani tersenyum kecil. Dia mengambil gelang merah itu dan memakainya di pergelangan tangan kirinya.
Malam itu, sebelum tidur, Nani memikirkan Sky lagi. Meskipun mereka sering bercanda dan terlihat santai, Nani tahu bahwa hubungan mereka sudah melampaui batas antara sahabat biasa. Namun, seperti yang pernah dia katakan, dia butuh waktu.
Dan Sky, seperti biasa, sabar menunggu.
TO BE CONTINUED~

KAMU SEDANG MEMBACA
Imina SkyNani | Behind the Scenes
FanficSebuah perjalanan hubungan antara dua aktor GMMTV, Sky dan Nani, yang awalnya hanya sahabat dan partner kerja dalam sebuah proyek, High School Frenemy. Bermula menjadi teman hingga sahabat hingga hubungan yang semakin dalam di balik layar, mereka me...