28. Proof of promise [M]

318 33 15
                                        

     Deo memberitahukan ibunya bahwa kepulangan sang kakak dipercepat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


     Deo memberitahukan ibunya bahwa kepulangan sang kakak dipercepat. Padahal belum sampai satu minggu, namun memutuskan untuk kembali. semuanya terbilang mendadak.

Lena belum mengerti situasi yang terjadi sebenarnya, kehadiran Agustaf menjadi alasan putranya kembali. Lena sudah berulang kali menanyakan 'ada apa' kepada Agustaf, namun pria itu hanya berkata agar, Lena sabar menunggu kepulangan Juna lebih dulu. Semua menyangkut rumah tangga anaknya, jadi Agustaf tahu batasan sampai mana ia harus bicara. Terutama ia harus menjaga mental Khanza, yang tampak semakin menarik diri tidak ingin berinterkasi secara langsung dengan orang lain. Sekalipun ibu mertuanya.

"Apa sudah sampai?"

"Iya, nyonya. Saya sudah sampai bandara."

"Baiklah, tolong tunggu putra saya keluar."

"Baik, nyonya."

Lena mengakhiri panggilan, beliau baru saja menyuruh seorang supir taxi untuk menjemput Juna di bandara. Setelah itu, Lena mendekati Deo. Remaja itu masih tampak cemas, terlebih sejak mendapati raut tidak bersahabat dari Agustaf saat keluar dari kamar kakak iparnya. Hal itu sudah diyakini, bahwa kakak iparnya memang sedang tidak baik-baik saja.

Di sofa lain, Agustaf duduk dengan kepala menunduk serta tangan bersedekap di dada. Pria itu berkata akan pergi setelah Juna dipastikan kembali, ia tidak akan meninggalkan Khanza setelah adanya kekacauan yang diakibatkan Vyandra.

Waktu sudah pukul jam satu malam.

Agustaf masih terjaga, sementara Deo sudah tertidur di sofa seberang dengan kepala berada di atas paha ibunya.

Lena sebenarnya sudah lelah, namun ia gelisah setiap kali melirik Agustaf yang tak kunjung memberitahunya. Beliau ingin menemui Khanza, tetapi dicegah oleh Agustaf, alhasil Lena memilih diam dan ikut menunggu Juna.

Keadaan malam itu lebih tegang dari biasanya. Seperti menunggu sesuatu yang tak pasti, namun berhasil membuat penasaran.

Keesokan harinya, pagi telah tiba.

Ketika Deo terbangun, tahu-tahu ada kegaduhan. Dan nyawanya belum sepenuhnya terkumpul. Deo mengira, ia masih di alam mimpi. Namun, ketika suara tak asing yang mirip dengan suara sang kakak menyambangi rungunya, Deo segera melebarkan kedua matanya.

Dengan langkah setengah gontai, ia berlari mendekati Agustaf yang berdiri di ambang pintu kakak iparnya, sementara Lena dan Juna berada di dalam kamar. Kemudian ketika Deo hendak masuk, tangan Agustaf menghalangi. Maka dengan berat hati ia berhenti dan memilih berdiri di belakang dokter tersebut.

𝐁𝐑𝐎𝐓𝐇𝐄𝐑 𝐒𝐇𝐈𝐓 [𝐌]✓ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang