32. Extra Part!

174 23 31
                                        

-Tidak semua ikatan lahir dari darah. Beberapa tumbuh dari dekapan pertama, dari malam-malam tanpa tidur, dari tawa kecil dan bisikan lembut yang memanggil "Papa".. Meski bukan berasal dari garis yang sama, tapi kepercayaan selamanya akan menyatukan cinta.

𓆝 𓆟 𓆞 𓆝 𓆟

Halifax, Kanada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.




Halifax, Kanada.

Halifax selalu sepi dengan caranya sendiri. Tidak sunyi, tapi juga tak pernah benar-benar ramai. Langit kelabu menjadi langganan tiap pagi, disertai desir angin yang menusuk tulang namun entah mengapa terasa damai. Di sinilah Juna dan Khanza memutuskan untuk memulai ulang. Meninggalkan Toronto kota kelahiran putra pertama mereka; Jaden Lexy Kusuma. Di Halifax, kehidupan baru telah dibuka, dan itu sudah berjalan tahun ke tiga. Segala riuh ambisi yang dulu mereka kejar. Ditutup dan menukar semuanya dengan hidup sederhana di kota pantai ini.

Sejak pindah ke Halifax, segalanya terasa cukup dan bahagia. Rumah bergaya kolonial di ujung jalan Maple Street menjadi saksi tawa anak-anak yang berlari di halaman setiap sore. Tidak jauh dari rumah mereka ada taman bermain, pemancingan ikan dan kebun satwa.

Setelah Juna meninggalkan dunia bisnis yang lama digelutinya, pria itu kini bekerja di salah satu Lembaga Industri Perikanan, ia merintis lagi karirnya dari nol demi istri dan empat anaknya.

Ya, tidak salah lagi. Juna dan Khanza kini memiliki empat buah hati. Jaden putra pertama, lalu ada si kembar laki-laki dan perempuan yang di beri nama Kaloa dan Kaelene, dan putri bungsu yang masih bayi berusia tujuh bulan—Khanza memanggilnya dengan Baby Jane.

Seperti biasa, Juna berangkat kerja pagi lalu pulang sore hari. Sementara Khanza, sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga. Meski Juna tak pernah mengekang Khanza untuk melakukan sesuatu yang ia suka, tetapi Khanza menolak. Ia lebih menikmati waktu menjadi seorang istri dan ibu bagi ke empat anaknya. Jaden yang mulai senang membaca buku di teras, si kembar Kaloa dan Kaelene yang tak pernah bisa diam, dan Jane—bayi kecil yang masih meringkuk hangat di pelukan ibunya.

Udara sore di Halifax mulai menghangat, meski angin dari arah danau tetap membawa sejuk yang menggigit kulit. Taman bermain itu tak ramai, hanya beberapa keluarga yang terlihat menikmati waktu bersama anak-anak mereka. Tawa kecil dan suara ranting patah bersahutan dengan deburan air danau yang tenang. Terlihat juga ada beberapa pemancing yang serius dengan kailnya.

Khanza duduk di bangku kayu panjang yang menghadap ke area bermain. Kereta bayi kecil berada tepat di sampingnya, di dalamnya baby Jane terlelap dengan wajah damai, sesekali mengerutkan hidung mungilnya saat angin menyentuh pipinya. Di kejauhan, Jaden dan Kaelene tertawa riang, berlomba turun dari perosotan. Keduanya tampak begitu lepas, seolah dunia hanya berisi permainan dan kebahagiaan.

Sementara itu, Kaloa duduk di samping ibunya, sedikit lebih tenang dari saudara kembarnya. Pandangannya tak tertuju pada mainan, melainkan pada deretan orang yang duduk memancing di tepi danau.

𝐁𝐑𝐎𝐓𝐇𝐄𝐑 𝐒𝐇𝐈𝐓 [𝐌]✓ Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang