7.

10.5K 458 5
                                        


JANGAN LUPA FOLLOW AND LIKE YA GAES DISINI BIAR KALIAN SEMUA GAK KETINGALAN AMA CERITA BARUNYA MIMIN.
.
.
.
.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

SEBELUMNYA.....

Tampa mereka bertiga sadari semua orang (-Kendra, deran, dan sandra. Keandra dan deran yang beradu mulut dikarenakan Keandra tidak terima dikerjai oleh sang anak dan sendra yang berusaha memberhentikan aksi adu mulut itu) yang berada di dalam ruangan itu menatap mereka bertiga dengan seringai kecil di mulut mereka. Mereka semua tau kalau mereka bertiga merasa iri dengan kedekatan Keandra dengan deran.

LANJUT...

Sudah satu Minggu dari hari kepulangan Keandra dari rumah sakit. Sekarang Keandra berada dirumahnya, bukan dirumah kedua orang tuannya tapi dirumahnya sendiri yang ia tempati bersama anak-anaknya.

Walau ada sedikit percekcokan antara Keandra dengan kedua orang tuanya, dikarenakan kedua orang tuanya bersikeras untuk Keandra tetap barada dimansiom utama keluarga alexsander. Tetapi, Keandra yang tidak mau tinggal disana juga ikut bersikeras sampai kedua orang tuanya menyetujui permintaan Keandra. (Kalau ada yang bertanya dimana saudara Keandra yang lain, mereka sudah pulang ke mansion mereka masing-masing).

"PAPA" Teriak membahana dari deran yang memangil sang papa.

Keandra yang mendengar suara teriakan dari dewan terperanjat dari tempat duduknya.

"Deran, bisa tidak memangil papa gak usah teriak bikin kaget orang aja tau gak" ucap sewot Keandra.

"Hehehe, sorry pa" cengir deran dengan menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal.

Kendra yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya yang selama satu Minggu ini selalu melihat tingkah ajaib deran yang sangat berbeda dengan ingatan yang diberikan sang pemilik tubuh kepadanya.

"Jadi, kenapa kamu manggil papa sambil teriak" ucap Keandra sambil menatap deran dengan tatapan menyelidik.

"Ngak ada sih, ino suka aja gituh manggil papa sambil berteriak" cenggir deran. Dengan memangil dirinya dengan panggilan ini karna itu adalah pertama kalinya sang papa memberikan ia nama kesayangan. (Kalian masih ingat kan, kalau kalian lupa kalian bisa kembali baca di bab 4)

Keandra yang mendengarnya syok, what apa katanya suka aja. Dia kira ada hal yang wow yang akan dikatakan oleh deran kepadanya tapi apa yang dia pikirkan tak sesuai dengan realita.

"Kamu" tunjuk Keandra kepada deran dengan nafas yang kembang kempis menandakan deran menahan kekesalannya kepada deran.

"PAPA" teriak menggelegar dari anak bungsu Keandra, siapa lagi kalau bukan Rafael cavanaro rayden alexsander mavendra.

Keandra dan deran yang mendengar teriakan dari ravael terperanjat kaget.
Keandra yang sedari awal sudah emosi atas perbuatan deran dan kini bertambah emosi karna tingkah Ravel .

"KALIAN BISA TIDAK NGAK USAH MANGGIL PAPA SAMBIL TERIAK, PAPA GAK BUDEK KOK" ucap menggelegar Keandra dengan nafas yang kembang kempis karna sudah melupakan kekesalannya kapadang kedua anaknya ini yang membuatnya senam jantung di pagi hari.

Transmigrasi papa Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang