32.

3.2K 124 1
                                        


Malam terasa lengket, penuh aroma bensin dan knalpot yang baru saja meraung. Di bawah jembatan layang tua yang jarang dilewati, jauh dari gerbang ALEXSANDER High School, suara mesin motor sport Daren yang baru saja memenangkan balapan ilegal masih berdengung nyaring. Kilau oranye dari Yamaha R1-nya memantulkan cahaya rembulan, seolah merayakan kemenangan yang begitu telak.

Daren, dengan helm yang masih melekat, turun dari motornya. Senyum tipis terukir di bibirnya, menunjukkan kepuasan yang dingin. Di belakangnya, timnya—Deran, Bian, Gerald, dan Bima—beserta beberapa anggota inti geng "Speed demon" mereka, bersorak gembira.

Speed Demon: Legenda Jalanan ALEXSANDER High School
Di jantung New York, bukan sekadar hiruk pikuk kota metropolitan yang mendefinisikan jalanan, melainkan bisikan nama Speed Demon.

Geng motor ini bukan sembarang perkumpulan; mereka adalah legenda, sebuah entitas yang mengakar kuat di ALEXSANDER High School dan merambah ke setiap sudut kota. Dengan anggota mencapai 10.000 orang, Speed Demon adalah kekuatan yang tak bisa diabaikan, beranggotakan para siswa paling berpengaruh, dari atlet bintang hingga otak-otak cemerlang yang diam-diam menguasai dunia bawah tanah.

Sejak tahun 2000, Speed Demon bukanlah sekadar geng, melainkan sebuah tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap angkatan senior memastikan api geng ini tidak pernah padam, menurunkannya kepada junior-junior pilihan yang dianggap layak memanggul nama besar tersebut. Ini adalah warisan turun-temurun, sebuah ikatan yang lebih kuat dari persahabatan biasa, sebuah sumpah setia pada kecepatan dan dominasi.

Kini, pucuk pimpinan Speed Demon berada di tangan Daren dan kawan-kawannya. Mereka adalah wajah baru dari kekuatan lama, pembawa obor yang siap melanjutkan dominasi Speed Demon di jalanan dan di koridor ALEXSANDER High School.

Di balik gemuruh mesin Speed Demon yang menguasai jalanan New York, ada satu nama yang selalu disebut dengan nada permusuhan: Night Scorpion. Mereka adalah musuh bebuyutan Speed Demon, sebuah bayangan gelap yang selalu berusaha menyaingi, bahkan menjatuhkan, dominasi geng legendaris dari ALEXSANDER High School itu.

Jika Speed Demon mewakili kecepatan dan kejayaan di bawah terang lampu kota, Night Scorpion adalah simbol dari taktik licik dan serangan mendadak di bawah kegelapan malam. Persaingan antara kedua geng ini bukan sekadar rivalitas biasa, melainkan perang dingin yang berlangsung bertahun-tahun, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Setiap kemenangan Speed Demon selalu dibayangi oleh potensi pembalasan dendam dari Night Scorpion, menciptakan dinamika berbahaya yang terus-menerus menguji kekuatan dan loyalitas kedua belah pihak.

Back topik...

Mereka tahu, kemenangan ini bukan hanya soal kecepatan, tapi juga soal dominasi.
Namun, euforia itu tak berlangsung lama. Dari sisi gelap jembatan, muncul siluet Kenzo. Matanya menyala lebih tajam dari sorot lampu depan motor. Ia tak sendirian. Rangga, Zion, dan Yuda mengikutinya, aura permusuhan begitu kental. Di belakang mereka, barisan anggota geng "Night scorpion " sudah siaga, tangan mereka mengepal erat.

Sejak MPLS, Kenzo selalu merasa Daren adalah bayang-bayang yang meremehkan eksistensinya, dan kekalahan telak ini adalah pemicu ledakan.

"Menang motor mahal bukan berarti lo jagoan, Daren! Lo cuma bisa beli kecepatan, bukan nyali!" Kenzo berteriak, suaranya memantul di pilar jembatan, penuh kebencian.

Daren mencabut sarung tangannya perlahan, seringainya melebar. "Kalau lo nggak bisa terima kekalahan, seharusnya lo nggak usah datang, Kenzo. Atau motor lo memang nggak sepadan sama ambisi busuk lo?"

Kata-kata itu menghantam Kenzo seperti pukulan telak. Rangga, yang paling mudah tersulut di antara mereka, tak bisa menahan diri. "Jaga mulut lo, brengsek!" teriaknya, langsung maju menerjang Bian yang berdiri tak jauh.

BUGH!

Pukulan telak Rangga mendarat di rahang Bian. Pertarungan pecah. Kenzo menerjang Daren, keduanya langsung terlibat duel sengit di bawah penerangan rembulan.

DUK!

Pukulan Daren mengenai dada Kenzo. Rangga dan Bian sudah bergumul di tanah,

GEDEBUG!

Bian mendorong Rangga hingga tersungkur di tumpukan pasir. Zion dan Yuda, dengan sigap, berusaha mengapit Gerald dan Bima. BRAK! BRAK! Suara tendangan dan pukulan terdengar jelas.

Anggota "speed demon" dan "Night scorpion " tak menunggu aba-aba. Mereka saling menyerang, membentuk lingkaran tawuran yang bising di tengah keheningan malam. Aroma bensin kini bercampur dengan bau darah. Pukulan berbalas pukulan, tendangan berbalas tendangan. Jeritan, umpatan, dan ringisan sakit memenuhi udara. Ini bukan lagi sekadar balapan, ini adalah luapan dendam pribadi dan pertarungan geng yang sudah lama terpendam, meledak di jantung kota mati.

Speed Demon dan Night Scorpion dulunya adalah simbol aliansi. Kedua geng, yang sama-sama memiliki pengaruh kuat di ALEXSANDER High School dan di seluruh kota, adalah sekutu sejati. Mereka berbagi wilayah, saling membantu dalam masalah, dan bahkan melakukan balapan persahabatan di bawah terangnya rembulan, mengukir kisah persahabatan yang kuat selama bertahun-tahun. Para anggota mereka, baik dari Speed Demon yang kini dipimpin Daren maupun Night Scorpion yang dipimpin Kenzo, tumbuh bersama dalam balutan loyalitas dan saling hormat.

Namun, semua itu runtuh pada tahun 2020. Sebuah insiden kelam mengubah segalanya. Salah satu anggota Speed Demon berkhianat, sebuah pengkhianatan yang berujung pada kematian tragis seorang anggota Night Scorpion. Detail kejadian itu masih menjadi rahasia kelam, namun dampaknya begitu besar hingga menghancurkan ikatan persahabatan yang telah lama terjalin.

Kehilangan anggota mereka memicu amarah yang membara di hati Night Scorpion. Mereka merasa dikhianati, dibiarkan berduka oleh tindakan keji yang datang dari pihak yang mereka anggap keluarga. Sejak saat itu, aliansi berubah menjadi permusuhan sengit. Setiap pertemuan di jalanan kini diwarnai ketegangan, setiap tatapan memancarkan kebencian.

Kisah persahabatan Speed Demon dan Night Scorpion kini telah menjadi legenda tragis, sebuah pengingat bahwa bahkan ikatan terkuat pun bisa hancur oleh pengkhianatan. Hingga saat ini, tahun 2025, dendam itu masih membara, menjadikan setiap sudut kota Padang, dari jalanan hingga koridor sekolah, medan pertempuran tak terlihat bagi dua geng yang pernah bersahabat itu.

Speed Demon berhasil mengklaim kemenangan dalam bentrokan brutal melawan Night Scorpion. Aroma bensin bercampur dengan bau anyir darah yang mengering, menjadi saksi bisu atas pertarungan sengit antara dua geng yang pernah bersahabat itu.

Daren dan anggota inti Speed Demon—Deran, Bian, Gerald, dan Bima—berdiri di antara para anggota mereka yang tersisa. Walau geng mereka berhasil memukul mundur Night Scorpion, kemenangan ini terasa pahit. Banyak dari anggota Speed Demon tergeletak, mengerang kesakitan dengan luka sobek dan memar di sekujur tubuh. Beberapa di antaranya bahkan mengalami luka yang cukup parah, memerlukan pertolongan medis segera. Anggota inti pun tak luput dari sasaran; wajah Daren lebam, Bian memegangi lengannya yang terasa nyeri, dan Gerald terhuyung-huyung dengan luka di pelipis.

Namun, kondisi Night Scorpion jauh lebih parah. Anggota mereka tampak lebih banyak yang tak sadarkan diri, dan luka yang diderita lebih mengerikan. Beberapa anggota inti mereka terlihat paling parah, terkapar dengan darah yang menggenang di sekitar mereka, bukti dominasi Speed Demon dalam baku hantam ini.




























































Keknya mood Mimin lagi baik ya bulan ini, soalnya sering update, yang biasanya 1 kali dalam sebulan. Sekarang sudah beberapa kali dalam bulan ini.

Tapi, untuk bulan juli Mimin gak bisa update deh, soalnya Mimin liburan kepadang, dan amanya Mimin itu kurang suka kalau Mimin baca atau buat cerita online. Katanya kurang baik, dan bisa mengganggu otak Mimin.

Mimin sih cari aman aja, apalagi persiapan masuk sekolah, keknya bener deh Mimin jarang update, jadi kalian jangan rindu, karena rindu itu berat dan Mimin gak mau tanggung jawab.

Dan untuk orang yang mengatakan tulisan Mimin itu lebih rapi dari terakhir kalinya Mimin update. Itu ada kisah dibaliknya, pada bulan April dan Mei itu Mimin belajar menulis yang baik, soalnya Mimin ikut lomba membuat cerpen, trus pembina Mimin mengatakan kalau Mimin sering mengunakan kosakata yang salah, jadi di ajarkannyalah Mimin cara menulis yang benar, dan sampai sekarang itu masih melekat sama Mimin. Walau, ketika perlombaan itu Mimin kalah sih, tapikan Mimin udah berusaha, walau ada sedihnya sih.

Transmigrasi papa Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang