Hay gaes ada yang rindu Ama Mimin gak nih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...
SEBELUMNYA...
"Sekarang mau pergi ke kamar dulu soalnya papa mau mandi dulu, soalnya papa dari pagi belum mandi. Dan untuk kalian berdua jangan lupa kasih tau kepada papa siapa calon mantu papa itu" ucap Keandra.
Deran dan ravael yang mendengar ucapan sang papa hanya menganggukkan kepalanya pertanda bahwa dirinya mengiyakan perkataan sang papa.
LANJUT...
Skip malam.
Sekarang Keandra dengan keempat anaknya sedang berada diruang bersantai. Awalnya Keandra, deran, dan ravael merasa anak dengan daren dan Jonathan yang berkumpul bersama mereka bertiga diruangan bersantai tapi dikarenakan mereka bertiga takut untuk menanyakannya mereka membiarkan Meraka berdua untuk ikut berkumpul walau suasana diruangan itu terasa mencekam.
"Hmm, deran ravael" panggil Keandra. Mendengar panggilan Keandra ravael dan deran langsung menoleh kearah Keandra.
"Ya papa" balas keduanya.
"Tadi Kan El bilang kalau kalian berdua ada suka sama seseorang " ucap Keandra. Daren dan Jonathan yang mendengar ucapan Keandra langsung menolehkan kepalanya kearah mereka bertiga.
Ravael dan deran yang mendengar ucapan sang papa menganggukkan kepalanya menunjukan kalau seolah-olah mereka mengatakan kata iya.
"Kalian berdua punya fotonya gak, soalnya papa kepo deh seberapa cantik sih orangnya sampai bisa buat anak anak ganteng papa ini jadi suka sama dia" ucapan Keandra sambil menggoda kedua anaknya itu.
Deran dan ravael yang mendengar gombalan sang papa langsung memalingkan wajahnya yang memerah malu.
"Papa apaan sih" ucap daren dan ravael bersamaan. Keandra yang tak tahan dengan ekspresi wajah kedua anaknya langsung tertawa.
"Hhhhhhhhh, kalian kok ngemesinsih" ucap Keandra sambil tertawa terbahak-bahak.
Sedangkan semua anak Keandra langsung mematung mendengar suara tawa Keandra yang begitu lepas terdengar. Seketika senyuman tulus terlihat di wajah mereka berempat.
"Suara tawa papa begitu indah" batin ravael.
"Aku ingin melihat papa tertawa karna kami" batin deran.
"Papa, kenapa kau begitu indah ketika tertawa" batin jonathan.
"Aku seperti ingin membuatmu tetap tertawa dan tak akan melihatkan kejamnya dunia kepadamu agar kau tetap tertawa dengan indah" batin daren.
Batin mereka berempat dengan isi pikirannya mereka masing-masing.
Keandra yang tersadar kalau suasana diruangan itu terasa hening, langsung melihat semua anaknya yang tersenyum melihat kearahnya. Keandra menyergitkan dahinya merasa aneh dengan mereka semua apakah ada hal salah dengan dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi papa
Teen FictionTidak pernah berbayang di dalam hidupnya. Kenzie kalau dirinya akan menjadi seorang ayah antagonis dan protagonis pria di novel yang dibuat oleh temen perkantorannya. "Jadi duda nih? Belum juga esek esek udah jadi duda aja monyet" *** Kenzie Agustin...
