Keluarga Prasmanan, yang semula hanya berperan dalam keheningan, kini diguncang oleh gelombang kengerian dan kecemasan. Mereka adalah keluarga dari Luna, gadis pendiam yang menjadi alat utama Rafael dalam menjebak Anastasya. Informasi tentang kehancuran total Anastasya dan kematian kedua orang tuanya telah sampai ke telinga mereka, membawa serta ketidaknyamanan yang mendalam.
Luna, yang mereka kenal sebagai anak penurut dan pemalu, telah terlibat dalam pusaran kejahatan yang mengerikan, dan meskipun mereka tidak tahu sepenuhnya sejauh mana keterlibatannya, bayangan kelam itu kini menghantui mereka.
Duka yang memilukan kini menyelimuti Keluarga Prasmanan. Belum genap tiga bulan putri Saskia ditemukan tewas gantung diri secara mengerikan di koridor sekolah, dan sekarang kabar yang sama memilukan datang kembali. Luna, putri mereka, juga ditemukan meninggal dunia dengan cara yang sama tragisnya, tergantung di koridor sekolah. Dua anak mereka, tewas di tempat yang sama, dengan cara yang identik dan mengerikan.
Kejadian ini bukan hanya memicu duka yang tak terhingga, tetapi juga menghidupkan kembali ketakutan terdalam Keluarga Prasmanan: takut rahasia besar yang selama ini mereka sembunyikan akan terbongkar. Mereka tahu betul bahwa ada benang merah yang menghubungkan tragedi ganda ini dengan keterlibatan Luna dalam kasus Anastasya. Mereka juga tahu bahwa kejanggalan dalam kematian kedua anak mereka sangat mencolok, terlalu "sempurna" untuk sekadar bunuh diri biasa.
Dihadapkan pada kenyataan pahit ini, dan dengan ancaman yang kini terasa begitu nyata di depan mata, Keluarga Prasmanan tahu mereka tidak bisa lagi hanya diam. Kehilangan kedua anak mereka dengan cara yang begitu mengerikan, ditambah dengan potensi terkuaknya rahasia yang bisa menghancurkan seluruh sisa keluarga mereka, telah mendorong mereka ke batas.
Mereka harus bergerak cepat sebelum musuh mereka menghancurkan keluarga mereka. Tiba-tiba, fokus mereka bukan lagi pada kesedihan semata, melainkan pada insting bertahan hidup. Mereka harus mencari tahu siapa yang berada di balik semua ini, tidak hanya untuk membalaskan dendam anak-anak mereka, tetapi juga untuk melindungi diri mereka sendiri. Ketakutan itu kini bercampur dengan kemarahan dan tekad.
Di ruang keluarga yang temaram, suara isak tangis nyonya Prasmanan yang bernama Samala memecah keheningan. "Bagaimana ini bisa terjadi lagi, Yah? Saskia... dan sekarang Luna... di tempat yang sama, dengan cara yang sama!"
Tuan Prasmanan yang bernama Erik, dengan wajah keruh dan mata merah, mengusap wajahnya kasar. "Ini bukan kebetulan, sayang. Tidak mungkin kebetulan."
"Tapi siapa, Yah? Siapa yang berani bermain dengan keluarga kita dan melakukan ini pada anak-anak kita?" tanya samal, air matanya tak berhenti mengalir.
"Aku tidak tahu, Bu. Tapi aku yakin, ini ada hubungannya dengan kasus Anastasya," jawab erik, suaranya tercekat. "Luna... dia terlalu dalam terlibat. Siapa bajingan itu... Yang berani menyeret anak kita ke dalam neraka ini."
Seorang pria muda, anak sulung Keluarga Prasmanan bernama kaviar, yang selama ini diam dengan raut wajah keras, akhirnya angkat bicara. "Kita tidak bisa hanya menangisi ini, Ayah, Ibu. Ini sudah keterlaluan."
"Lalu, apa yang harus kita lakukan, Nak?" tanya samala putus asa.
"Kita harus bergerak," kata sang anak dengan tegas. "Mereka sudah membunuh dua adikku. Dan yang lebih parah, mereka tahu rahasia kita. Ini bukan lagi soal duka, ini soal hidup atau mati. Kalau kita diam, mereka akan menghancurkan kita semua."
Alex menatap anaknya. "Maksudmu... rahasia itu?"
"Ya, Ayah," jawabnya. "Kematian Saskia dan Luna yang terlalu 'sempurna' ini... itu peringatan. Mereka ingin kita tahu bahwa mereka tahu segalanya, dan mereka tidak akan segan-segan mengungkapkannya. Kita harus mencari tahu siapa yang bermain di balik layar ini. Kita harus membalas dendam untuk Saskia dan Luna, dan melindungi sisa keluarga kita."
Samala menatap suaminya dan anaknya secara bergantian, ketakutan masih terpancar jelas di matanya, namun kini bercampur dengan tekad yang membara. "Bagaimana kita memulainya?"
"Kita selidiki terlebih dahulu, seperti orang-orang yang pernah berinteraksi dengan Luna akhir-akhir ini"ucap Alex, dan dianggukan oleh sang istri dan ank sulungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi papa
Teen FictionTidak pernah berbayang di dalam hidupnya. Kenzie kalau dirinya akan menjadi seorang ayah antagonis dan protagonis pria di novel yang dibuat oleh temen perkantorannya. "Jadi duda nih? Belum juga esek esek udah jadi duda aja monyet" *** Kenzie Agustin...
