HEPPY READING
Sinar matahari mulai menyinari bumi dengan cahayanya yang sangat terang menerang, sehingga menembus celah-celah gorden yang tidak tertutup dengan rapat. Membuat seorang pria yang sedang tertidur menggeliat dikenakan tidurnya yang terganggu oleh cahaya yang mengenai wajahnya.
Pria itu adalah keandra, keandra menggeliat diatas tempat tidurnya dan langsung mendudukkan dirinya sambil mengumpulkan nyawanya yang masih belum terkumpul sepenuhnya terkumpul. Ketika keandra menatap sekeliling dia menyergitkan dahinya merasa heran.
Bukanya dia dijemput oleh kedua Abangnya dan anak sulungnya, dan ketika didalam perjalanan keandra tertidur.
Ketika kesadaran keandra sudah terkumpul semuanya, rinya langsung terkejut dikarenakan bukan hanya dirinya sajalah yang berada didalam kamar itu, tetapi juga ada semua anggota keluarganya.
"Apakah nyawamu sudah terkumpul semuanya boy" ucap sang kepala keluarga, dengan tatapan yang menghunus tajam kearah keandra.
Keandra yang mendengar ucapan sang ayah menelan air liurnya dengan susah payah.
Keandra melihat mereka semua dengan tatapan yang err, menakutkan. Dengan tatapan yang tajam dan minim ekspresi di wajah mereka semua dan semua mata yang menatap kearahnya membuat keandra mati kutu ditempat.
"Bisakah kau memberi tau alasan dirimu, kabur dari kita semua" tanya Kendrick sekali lagi kepada anak bungsunya itu. Keandra yang ditanya hanya bisa terdiam, ia tidak tau kalimat yang pas untuk ia ucapkan.
"Tidak bisa berbicara, cihh. Kau tau seberapa frustasinya anak-anakmu ketika mereka tak menemukanmu dimanapun, seberapa khawatirnya ibumu ketika tau kalau kau menghilang, dan seberapa gilanya kami semua yang mencoba mencari mu. Tetapi tak mendapatkan titik terang akan keberadaan mu. KAU TAU GAK ITU SEMUA" tanya Kendrick dan diakhiri dengan suara teriakan yang sangat keras. Sandra hanya bisa mengusap punggung sang suami, mencoba untuk meredakan amarahnya.
Keandra yang mendengar ucapan dari sang ayah hanya mampu membungkukkan wajahnya dan meremas jari-jari tangannya.
"Ma-maaf" ucap keandra dengan terbata-bata, dan tetap membungkukkan wajahnya tak berani menatap wajah semua orang yang berada disana.
"Kalau kau bicara, lihat wajah orang yang kau ajak bicara bodoh" ucap Kendrick dengan geram menatap kearah keandra. Keandra hanya diam mendengar ucapan sang ayah yang mengatakan dirinya bodoh.
"KAU DENGAR UCAPANKU TIDAK" marah Kendrick kepada keandra yang sedari tadi hanya diam.
"Dengar" ucap keandra, sambil melihat mata sang ayah yang menatap nya dengan berang.
"Jadi ku tanya, apa alasanmu pergi dari rumah. Apakah kau tak memikirkan kita semua, kau tau seberapa cemasnya kita ketika tau kau kabur" tanya Kendrick mencoba menahan amarahnya.
"Ma-maaf" ucap lirih keandra sambil membuang wajahnya kearah lain, Tek berani menatap wajah sang ayah sang sudah sangat marah.
"BUKAN PERMINTAAN MAAF YANG INGIN SAYA DENGARKAN DARI MULUTMU ITU, TETAPI ALASAN KENAPA KAU KABUR DARI RUMAH" ucap marah Kendrick.
"Mas kamu harus sabar" ucap Sandra mencoba menenangkan kemarahan sang suami yang sedang tak stabil.
"Kamu urus anakmu itu" ucap Kendrick sebelum meninggalkan kamar keandra, keandra yang melihatnya hanya bisa terdiam.
"Kamu jangan terlalu memikirkan papamu, dia hanya terlalu marah nantik marahnya juga mereda dengan sendirinya. Sekarang mama mau menyusul papamu dulu ya sayang" ucap Sandra kepada sang anak sambil mengusap rambut keandra sebelum menyusul sang suami.
Semua orang mulai meninggalkan kamar keandra, dan meninggalkan keandra dengan keempat anaknya.
"Ma-maafin papa" ucap Kendra memecahkan keheningan diantara mereka berlima. Deran, daren dan Rafael yang mendengar ucapan sang papa langsung meninggalkan kamar keandra Tampa sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka.
"Kalau kau hanya ingin memberi harapan palsu kepada adik-adikku dengan kau yang tiba-tiba berubah baik kepada kami dan tiba-tiba kami mendengar bahwa kau kabur. Ku rasa kau tak perlu berubah baik kepada adik-adikku yang hanya membuat mereka kembali kecewa dengan sifatmu yang bajingan itu. Kau tau seberapa frustasinya adik-adikku, ketika kau kabur. Aku, aku yang menjadi saksi kehancuran mereka atas sikapmu yang sangat bajingan itu" ucap panjang lebar Jonathan, sebelum meninggalkan keandra dalam keheningan kamar.
Keandra yang mendengar ucapan dari anak sulungnya itu terdiam seribu bahasa, ia mengaku menyesal karna melakukan tindakan bodoh itu, yang malah membuat dirinya mendapatkan kekecewaan dari anak-anaknya, akan tingkah bodohnya itu.
Tak lama dari Jonathan keluar dari kamarnya, masuklah kedua abangnya .
"Bagaimana, apakah kau sekarang dengan tindakanmu itu" tanya Manuel yang menyadarkan keandra dari lamunannya.
"Cih, seharunya kau tak perlu memberi anak-anakmu itu dengan harapan palsu mu itu" ucap arhan dengan nada sinisnya.
"Aku gak bermaksud begitu, ak-aku hanya___" belum siap keandra menyelesaikan ucapnya langsung dipotong oleh Manuel.
"Kau masih mau menyangkalnya, cih. Aku tak habis fikir dengan pikiranmu itu. Apakah kau tak merasa bersalah dengan tindakan yang kau lakukan itu" tanya Manuel.
"Ma-maaf" hanya kata maaflah yang bisa keandra ucapkan kepada Manuel.
"Maaf, kau pikir dengan kata maafmu itu bisa membuat semuanya selesai. Kita kira kau sudah berubah menjadi lebih baik, tetapi kau masih sama bajingan nya seperti sebelumnya" ucap arhan sebelum meninggalkan kamar keandra disusul oleh Manuel dibelakangnya.
Keandra hanya bisa merenungi kesalahan yang dirinya buat, dia bukan bermaksud membuat mereka semua kecewa dengan dirinya. Dia hanya ingin mencari kebenaran dari Hal yang ia cari. Tetapi ia tak memikirkan hal lain, seperti Sekecewa apa anak-anaknya yang baru beberapa waktu lalu ia dapatkan kepercayaan, sekarang malah ia hancurkan kembali kepercayaan itu. Keandra merasa menyesal melakukan itu semua, seharunya dia tidak bertingkah ceroboh, tetapi nasi sudah menjadi bubur. Maka keandra harus mengembalikan kepercayaan semua anggota keluarganya kepada dirinya, terutama kepercayaan keempat anaknya yang ia tau pasti sangat kecewa dengannya saat ini.
"Keandra, lu pasti bisa membuat mereka semua kembali kepercayaan padamu. Terutama keempat anakmu itu, lu pasti bisa. SEMANGKA" ucap keandra kepada dirinya sendiri dan diakhiri dengan teriakan.
Selamat membaca............
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi papa
Roman pour AdolescentsTidak pernah berbayang di dalam hidupnya. Kenzie kalau dirinya akan menjadi seorang ayah antagonis dan protagonis pria di novel yang dibuat oleh temen perkantorannya. "Jadi duda nih? Belum juga esek esek udah jadi duda aja monyet" *** Kenzie Agustin...
