27

1.3K 132 6
                                        

Setibanya Gito di bandara setelah perjalanan panjang, ia segera disambut oleh Indira, asistennya yang sudah ia anggap seperti adik sendiri

Gadis itu berdiri di dekat pintu kedatangan dengan senyum ramah
Ia melambaikan tangan saat melihat sosok Gito dan Chika keluar dari pintu

"Kak Gito! Kak Chika! Akhirnya sampai juga" ucapnya sembari melangkah mendekat ke arah keduanya

"Indira, terima kasih dan maaf merepotkan" balas Gito

"Gpp, kak. Udah tugas aku" ucap Indira

"Terima kasih ya, Dir" ucap Chika

"Sama sama, kak. Yaudah kita langsung ke mobil aja" ajak Indira kepada keduanya yang hanya dibalas anggukan kepala oleh keduanya

Mereka bertiga lalu menuju mobil yang sudah diparkir di dekat pintu keluar

Indira dengan cekatan membantu mengangkat koper ke bagasi, lalu membuka pintu mobil untuk Gito dan Chika.

Dalam perjalanan menuju rumah Gito, suasana di mobil terasa hangat. Indira dengan ceria berbicara tentang hal hal ringan, mencoba mencairkan kelelahan yang dirasakan oleh keduanya

Meski Gito hanya menanggapi dengan anggukan atau kalimat pendek, Chika tampak lebih bersemangat berbincang dengan Indira

Saat mobil berhenti di depan sebuah rumah bergaya minimalis modern, Chika menatapnya dengan takjub

Bangunan itu tidak besar, namun desainnya memancarkan kemewahan yang tenang.

Dinding kaca besar, aksen kayu alami, dan taman kecil di halaman depan yang tertata rapi.
Dalam suasana dini hari yang sunyi, cahaya lampu luar menciptakan bayangan indah pada setiap sudut rumah

"Ini rumah kamu, Git?" tanya Chika sambil melangkah keluar dari mobil. Matanya tidak berhenti memandangi rumah itu, seolah ingin memastikan apa yang ia lihat bukan mimpi.

Gito yang sudah berdiri di sampingnya, menatap rumah itu sebentar sebelum menjawab
"Iya. Rumah ini untuk Gracie" balas Gito

Chika mengerutkan kening, sedikit bingung "Untuk Gracie?" tanya Chika dengan heran

Gito mengangguk pelan sambil berjalan menuju pintu gerbang kecil yang terbuka otomatis

"Aku beli rumah ini supaya Gracie punya tempat tinggal yang nyaman. Dia butuh ruang untuk belajar, bermain, dan tumbuh tanpa merasa sesak" ucap Gito

Chika mengikuti di belakangnya, menatap punggung Gito dengan ekspresi campur aduk.

Kata kata itu terasa sederhana, tapi mengandung perhatian yang mendalam

"Jadi, kamu memilih rumah ini bukan untuk dirimu sendiri?" tanyanya dengan nada pelan

Gito berhenti sejenak di depan pintu utama, lalu menoleh ke Chika

"Aku nggak terlalu peduli tinggal di mana. Yang penting, Gracie bisa merasa seperti di rumah. Kalau dia nyaman, aku juga nyaman"

Setelah itu, ia membuka pintu dan masuk, meninggalkan Chika yang masih berdiri di tempat dengan rasa kagum yang bertambah.

"Ayo masuk, semoga kamu nyaman tinggal disini untuk beberapa hari ke depan" ucap Gito
Chika hanya membalas dengan anggukan kepalanya, lalu ia melangkah masuk ke dalam rumah

Begitu masuk ke dalam rumah, Chika makin terkejut. Interior rumah itu serba putih dengan sentuhan kayu di beberapa sudut, memberikan kesan hangat meskipun desainnya modern

Ruang tamu memiliki sofa abu abu sederhana yang dipadukan dengan meja kaca dan karpet lembut
Dindingnya dihiasi beberapa lukisan kecil yang sederhana namun indah.

(Bukan) AkuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang