Sementara itu di luar kamar
Indira kebingungan mencari kunci yang tiba tiba hilang.
"Kunci kamar Kak Gito tadi aku taruh di sini" gumamnya sambil mengitari ruang tamu
"Tapi kok gaada ya" lanjutnya
Namun langkahnya terhenti saat mendengar suara tangisan dari arah kamar Gito
Dengan panik Indira berlari ke arah kamar. Saat mendapati pintu kamar yang terbuka, ia langsung masuk dan terkejut melihat Chika terisak-isak di lantai
"Kak Chika! Apa yang Kak Chika lakukan di sini?" seru Indira sambil mendekat dan ingin membawa tubuh Chika ke arah sofa yang tersedia di salah satu sisi kamar
Namun baru saja Indira memegang pergelangan tangan dari Chika, ia langsung memberontak dan meminta dilepaskan
"Lepas!" ucap Chika dengan nada yang emosional
Indira pun terkaget dengan ucapan Chika, namun ia tak menyerah. Ia merengkuh badan Chika untuk ditarik ke dalam pelukan nya dan menenangkan nya
"Kenapa Dir!? Kenapa!?" ucap Chika meronta ronta dipelukan Indira
"Kakak tenang dulu, mungkin kak Gito punya alasan lain untuk ga ngasih tau semuanya ke kakak" balas Indira
Chika sedikit tenang dengan ucapan Indira namun ia tetap tak menghentikan tangisnya
"Kita duduk dulu, ya" ajak Indira sembari menuntun Chika ke arah sofa dan Chika hanya menurut dengan kaki yang sedikit gemetar
Chika duduk di sofa dengan tubuh yang lemas, matanya terus basah oleh air mata yang keluar dan membasahi pipinya
Indira mengambil tempat di sampingnya, menggenggam tangan Chika dengan erat untuk memberikan sedikit ketenangan
"Kak aku tahu ini berat, tapi aku mau cerita sesuatu tentang Kak Gito" ucap Indira dengan nada hati hati
Chika hanya menoleh sekilas, tatapannya penuh kebingungan
"Apa maksudmu, Dir? Cerita apa lagi? Apa yang sebenarnya Gito sembunyii. dari aku?" tanya Chika
Indira terdiam sejenak, menarik napas panjang.
"Kak, selama ini aku sering masuk ke kamar Kak Gito. Dia nggak pernah melarang, dan aku tahu betapa besar perasaan dia ke Kakak. Kakak lihat dinding itu?"
Indira menunjuk ke arah tirai yang menggantung di sudut ruangan
Chika mengikuti arah pandangan Indira. Tirai itu terlihat biasa saja, tapi sekarang tampak menarik perhatiannya
"Apa itu?" tanyanya pelan, suaranya gemetar
Indira bangkit, berjalan perlahan ke arah tirai tersebut. Ia menoleh ke arah Chika, memastikan wanita itu siap
"Di balik tirai ini ada sesuatu yang selama ini Kak Gito simpan sebagai kenangan paling berharga" ucapnya
Indira menarik tirai dengan perlahan. Di baliknya, sebuah foto besar terpampang
Foto itu adalah gambar Chika dan Gito, diambil saat kencan pertama mereka
Chika terlihat tertawa bahagia dalam foto itu, sedangkan Gito menatapnya dengan senyuman yang jarang terlihat, penuh kehangatan dan kasih sayang
Chika menatap foto itu dengan mulut terbuka, air matanya kembali mengalir deras. Ia menutup wajah dengan kedua tangan, terisak semakin keras
"Kenapa? Kenapa dia nggak pernah cerita soal ini?" ucapnya di sela tangis
Indira kembali duduk di samping Chika, memeluknya erat
"Kak, selama ini kak Gito nggak pernah lupa sama kamu. Dia selalu bilang ke aku, foto ini adalah pengingat bahwa kakak adalah bagian terpenting dalam hidup dia. Bahkan ketika dia pergi kesini, dia tetap bawa Kakak di hatinya"
KAMU SEDANG MEMBACA
(Bukan) Aku
Novela JuvenilDalam gelap ada harap, dalam rusak ada isak Dalam berbisik merindukan dekap Dan dalam letak ada hati yang telah retak.
