Sore itu, suasana di rumah Gito terlihat penuh dengan kehangatan meskipun ada perasaan haru menyelimuti mereka yang akan segera berpisah.
Gito dan Chika sudah siap untuk pergi ke bandara, namun mereka terlebih dahulu berpamitan dengan para maid yang selama ini setia membantu mereka.
Di ruang tamu, para maid terlihat cemas, wajah-wajah mereka menunjukkan kekhawatiran meskipun mereka mencoba tersenyum.
Elsa, yang paling sering mengurus segala sesuatu di rumah Gito, menghampiri mereka berdua, ragu-ragu.
"Mr Gito, Ms Chika" kata Elsa dengan suara pelan
""We.. we're really going to miss you. We're just afraid.. that when you leave, we won't have a job anymore."
Chika menatap Elsa dengan lembut, menyadari ketakutan mereka.
"Don't worry, you won't lose your job. Gito would never do that" jawab Chika berusaha meyakinkan mereka.
Gito yang mendengar itu mendekat, memberi senyum tenang pada para maid.
"You don't need to worry. I'm not going to leave you guys like that. You all will continue to work here and be paid as usual" kata Gito dengan nada tegas memastikan mereka merasa tenang.
"But there will be one change. One of you will be helping Indira at the office. We want all of you to feel comfortable and secure in your jobs."
Maid-maid itu saling berpandangan, tampak terkejut dan sedikit lega mendengar keputusan Gito.
"Thank you, Mr. Thank you so much" kata Anna, salah satu maid yang lebih muda, dengan mata berkaca-kaca.
Gito mengangguk, menepuk bahu Anna dengan lembut.
"You don't have to worry. I want you all to know how much we appreciate you. Your work is very important to us" jawabnya dengan hangat.
Indira yang sudah berada di ruang tamu sejak tadi, mengenakan jaket dan terlihat siap untuk pergi, menghampiri mereka dengan senyum.
"Kak, aku sudah siap. Ayo, kita berangkat" katanya, sambil melirik para maid dengan senyuman yang menenangkan.
Chika tersenyum kepada Indira, kemudian berbalik kepada para maid.
"We'll be leaving now. Please take care of yourselves, and thank you for everything" ucap Chika dengan penuh rasa terima kasih.
Maid-maid itu menyambut ucapan Chika dengan senyuman dan hormat, saling berpandangan satu sama lain, merasa lega.
"Thank you, Mr Gito and Ms Chika Have a safe trip" kata Elsa dengan suara penuh haru.
Setelah berpamitan dengan para maid, Gito dan Chika berjalan menuju mobil yang sudah siap di depan rumah.
Indira yang sudah menunggu di depan mobil, menyambut mereka dengan senyum, siap untuk mengantar mereka ke bandara.
"Ayo, aku antar kalian ke bandara" kata Indira, membuka pintu mobil untuk mereka.
Gito dan Chika saling bertukar pandang, kemudian duduk di dalam mobil. Meskipun ada perasaan berat karena harus meninggalkan tempat yang penuh kenangan ini, mereka tahu bahwa mereka akan selalu menjaga hubungan ini, apapun yang terjadi.
Sesampainya di bandara, suasana haru menyelimuti mereka bertiga. Indira, yang sudah mengenal Gito cukup lama, tampak sedikit ragu-ragu saat mereka berjalan menuju gerbang keberangkatan.
Meskipun dia tahu perpisahan ini sudah dekat, ia tetap merasa berat untuk mengucapkan selamat tinggal.
Gito menatap Indira dengan senyum lembut, menyadari perasaan berat yang sedang dirasakannya.
"Indira" panggilnya pelan
"Kamu baik-baik saja?"
KAMU SEDANG MEMBACA
(Bukan) Aku
Novela JuvenilDalam gelap ada harap, dalam rusak ada isak Dalam berbisik merindukan dekap Dan dalam letak ada hati yang telah retak.
