Dalam dunia gelap mafia, Taehyung adalah sosok yang ditakuti dan dihormati. Pemimpin yang kejam dengan hati yang terpendam, ia menjalani hidupnya dengan kekuatan dan ketidakpedulian. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu Jungkook, seorang pembala...
Di apartemen Bambam, suasana terasa hening, hanya suara detak jam yang terdengar di ruangan. Jungkook duduk di sofa dengan tatapan kosong, matanya seakan menembus jauh ke dalam ruang kosong, seolah-olah pikirannya sedang terjebak dalam dunia yang berbeda. Bambam yang duduk di seberangnya hanya bisa memandanginya dengan rasa cemas yang semakin membesar.
Bambam akhirnya tak tahan dengan keheningan itu dan membuka suara. "Kook, lo kenapa? lo mau diem terus kayak gini?," tanyanya dengan suara lembut, mencoba untuk menarik perhatian Jungkook.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jungkook mengangkat wajahnya sedikit, namun tatapannya masih kosong. "Gue... nggak tahu," jawabnya pelan, suaranya hampir seperti bisikan. Dia merasa seolah kata-kata itu sulit keluar, terhambat oleh beban yang terlalu berat untuk dijelaskan.
Bambam memandang temannya dengan cemas. "Apa lo ngerasa nggak nyaman di sini? Atau ada masalah lain?" tanyanya lagi, berusaha menembus tembok ketidakberdayaan yang dibangun Jungkook.
Jungkook menundukkan kepalanya lagi, seolah mencari kata-kata yang tepat. Akhirnya, dia mengangkat suaranya, kali ini lebih rendah dan berat, "Bam, gue udah kecewain Taehyung."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bambam terkejut mendengar itu. Dia tahu betapa dalam perasaan Jungkook terhadap Taehyung, dan melihat temannya berbicara seperti itu membuatnya semakin khawatir.
"Kecewain Taehyung? Gimana maksud lo?" tanya Bambam, tak mengerti.
Jungkook memejamkan matanya sejenak, menarik napas dalam-dalam. "Gue... udah bikin dia kecewa. Gue nggak cerita ke dia. Gue nggak bilang apa yang sebenarnya gue rasain," jawabnya, suaranya terdengar penuh penyesalan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.