Dalam dunia gelap mafia, Taehyung adalah sosok yang ditakuti dan dihormati. Pemimpin yang kejam dengan hati yang terpendam, ia menjalani hidupnya dengan kekuatan dan ketidakpedulian. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu Jungkook, seorang pembala...
Malam itu, setelah melewati rangkaian acara pernikahan yang penuh haru dan kebahagiaan, Taehyung dan Jungkook akhirnya tiba di mansion pribadi Taehyung. Sebuah tempat yang begitu berarti bagi mereka berdua, tempat di mana semuanya bermula.
Jungkook langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk di kamar utama mereka. Sementara itu, Taehyung mengikuti, duduk di tepi ranjang sambil melepaskan dasi yang terasa membebani. Cahaya lampu kamar yang redup menciptakan suasana hangat dan intim di antara keduanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jungkook menoleh pelan, melihat Taehyung dengan senyum lembut di wajahnya.
"Hyungie, terima kasih karena menuruti keinginan Kookie," ujar Jungkook, suaranya terdengar manja. "Padahal hyungie sudah menyiapkan tempat yang spesial untuk kookie, tapi kookie malah memaksa kita ke sini."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Taehyung menoleh sambil tersenyum kecil, jemarinya bergerak menyapu rambut Jungkook yang berantakan.
"Tidak apa-apa, sayang. Jika kau ingin di sini, maka kita di sini. Mansion ini memang memiliki banyak kenangan untuk kita berdua." Taehyung kemudian merebahkan tubuhnya di samping Jungkook, menatap langit-langit kamar dengan tatapan penuh arti. "Hyung hanya ingin kau bahagia."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jungkook bergerak mendekat, meletakkan kepalanya di dada Taehyung, mendengarkan degup jantung suaminya yang tenang.
"Kookie bahagia, Hyungie," bisik Jungkook lembut. "Bahagia sekali. Dari dulu kookie selalu merasa rumah adalah sesuatu yang tidak bisa kumengerti, tapi bersama hyungie, kookie merasa menemukannya. hyungie, kau adalah rumahku."