Dalam dunia gelap mafia, Taehyung adalah sosok yang ditakuti dan dihormati. Pemimpin yang kejam dengan hati yang terpendam, ia menjalani hidupnya dengan kekuatan dan ketidakpedulian. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu Jungkook, seorang pembala...
Pagi ini datang dengan keheningan yang mendalam. Jungkook berdiri di balkon kamar, membiarkan udara pagi menyentuh wajahnya. Ia memejamkan mata, seolah ingin melupakan bayangan malam sebelumnya yang masih membekas jelas di pikirannya.
Ia merasa bersalah. Sungguh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keadaan tubuhnya yang tiba-tiba bergetar saat Taehyung menyentuhnya semalam membawa Jungkook kembali ke masa lalu yang begitu ingin ia lupakan. Ia tidak bermaksud menolak kehangatan Taehyung, tapi rasa takut itu datang begitu saja, menyerangnya tanpa ampun.
"Kenapa gue harus kayak gini?" gumamnya pelan, hampir tidak terdengar. Ia menggenggam ujung balkon dengan erat, mencoba menahan diri untuk tidak larut dalam kesedihan. Taehyung tidak pantas menerima ini. sikap ragu, rasa takut, dan trauma yang tak pernah Jungkook ceritakan sepenuhnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Namun, perasaan bersalah itu semakin kuat ketika ia mengingat bagaimana Taehyung tetap ada di sisinya semalam. Bukan dengan amarah, tapi dengan kesabaran yang membuat Jungkook merasa kecil.
"Lo bener-bener terlalu baik, Hyung, gue harus gimana sekarang?" ucapnya dalam hati, pandangannya tertuju pada horizon yang perlahan memerah terkena sinar matahari pagi.
Langkah kaki terdengar di belakangnya, membuat Jungkook tersadar dari lamunannya. Ia berbalik, dan di sana, berdiri Taehyung yang sudah rapi dengan setelan jas hitam yang selalu tampak sempurna di tubuhnya.
"Babby, sudah bangun?," suara Taehyung terdengar rendah tapi hangat, menatap Jungkook dengan sorot mata yang lembut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.