Dalam dunia gelap mafia, Taehyung adalah sosok yang ditakuti dan dihormati. Pemimpin yang kejam dengan hati yang terpendam, ia menjalani hidupnya dengan kekuatan dan ketidakpedulian. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu Jungkook, seorang pembala...
Taehyung terhanyut dalam keheningan yang aneh. Di dunia yang penuh dengan kabut tebal dan gelap, ia merasa seperti terjebak di antara dua dunia-tidak bisa kembali, tetapi juga tak mampu pergi. Waktu tak berarti di sini. Suara detak jantungnya bergema, tetapi tubuhnya terasa hampa, seolah ia bukan lagi bagian dari dunia ini.
Namun, dalam kegelapan itu, sebuah cahaya lembut perlahan-lahan mulai muncul, membentuk sosok yang sangat ia rindukan. Sosok yang tak pernah lagi ia lihat, namun selalu ada dalam ingatannya, Appa dan eomma nya hadir disana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Taehyung..." suara lembut itu memanggilnya. Suara yang selalu menenangkan, yang dulu membelai hatinya dengan penuh kasih. Wajah eomma nya muncul, senyum hangat terukir di bibirnya. Begitu nyata, begitu dekat. Taehyung ingin menggapai tangan eommanya, ingin memeluknya sekali lagi.
"Eomma... Appa..." suara Taehyung tercekat. Ia ingin sekali merasakan pelukan mereka, tetapi tubuhnya terasa berat, tak bergerak. Ia merasa terkurung di dunia yang bukan miliknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tenang, anakku..." suara ayahnya yang dalam dan penuh kekuatan mengalun lembut di telinganya. Wajah sang ayah muncul, dan Taehyung merasakan ketenangan yang ia rindukan. "Kami di sini. Kami selalu ada untukmu."
"Appa, Apakah ini mimpi?" Taehyung bertanya, suara gemetar. Matanya tak lepas dari sosok eomma dan appa nya yang semakin dekat. Mereka tampak begitu nyata, tetapi ada sesuatu yang ganjil, sesuatu yang mengganggu perasaan Taehyung. Ini bukan dunia yang ia kenal.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.