Dalam dunia gelap mafia, Taehyung adalah sosok yang ditakuti dan dihormati. Pemimpin yang kejam dengan hati yang terpendam, ia menjalani hidupnya dengan kekuatan dan ketidakpedulian. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu Jungkook, seorang pembala...
Langit mulai berubah warna menjadi oranye keunguan, pertanda senja telah berganti malam. Di dalam kamar mereka yang nyaman, Taehyung duduk di tepi ranjang, menatap wajah kekasihnya yang masih tertidur lelap. Senyum lembut terukir di bibirnya saat ia membelai rambut Jungkook yang sedikit berantakan.
"Babby..." panggil Taehyung dengan suara husky-nya yang khas, rendah dan dalam, namun penuh kelembutan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jungkook mengerjap pelan, kelopak matanya bergerak sebelum terbuka sepenuhnya. Mata kelinci itu tampak sedikit bengkak karena tangisannya sebelumnya, namun masih memancarkan kehangatan. "Hyungiiiii..." gumamnya dengan suara serak akibat tidur terlalu lama.
"Babby, sudah hampir malam. Kau belum makan sejak siang tadi," ujar Taehyung sambil menyentuh pipi Jungkook dengan ibu jarinya. "Hyung tidak ingin kau sakit."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Namun, bukannya langsung bangkit, Jungkook justru meringkuk ke arah Taehyung, seperti anak kucing yang mencari kehangatan. "Hyung, kookie masih ngantuk... peluk kookie dulu," rengeknya dengan suara manja, memeluk pinggang Taehyung erat-erat.
Taehyung hanya terkekeh pelan, menyadari betapa manja kekasihnya kali ini. Ia membalas pelukan itu dengan penuh kasih sayang, membiarkan Jungkook menyandarkan kepalanya di dada. "Babby, kau harus bangun. Hyung tidak ingin kau melewatkan makan," ujarnya dengan nada lembut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.