Chapter 32

4.6K 297 29
                                        

Matahari telah bergeser lebih tinggi, membiarkan cahayanya yang hangat masuk melalui tirai kamar. Namun, di dalam hati Jungkook, segala sesuatu terasa dingin dan gelap. Ia duduk di sudut ranjang, wajahnya menunduk, pikiran terus mengulang-ulang percakapan yang ia dengar sebelumnya di lantai bawah.

Kata-kata Yoongi seperti bayangan yang tidak mau pergi, menggerogoti pikiran Jungkook. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa mereka menyebut namanya dan Taehyung? Jungkook merasa ada sesuatu yang besar, sesuatu yang harus ia ketahui, tetapi ia tidak tahu bagaimana caranya bertanya tanpa melibatkan perasaan Taehyung.

Taehyung, yang berbaring dengan mata setengah terbuka, mulai terusik oleh suara tersebut. Ia mencoba mengabaikannya, berpikir itu hanya bayangan dari mimpinya. Tapi suara itu terus terdengar pelan, namun menusuk hati. Taehyung membuka matanya sepenuhnya, menoleh ke arah Jungkook yang duduk di sudut ranjang.

"Babby?" Taehyung memanggil lembut, suaranya serak namun penuh perhatian. Ia mencoba bangkit, meski tubuhnya masih terasa lemah. "Babby, kenapa kau menangis?"

Jungkook tersentak, buru-buru menghapus air matanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jungkook tersentak, buru-buru menghapus air matanya. Namun, Taehyung sudah melihatnya. Mata Jungkook yang sembab dan wajahnya yang tampak begitu lelah membuat hati Taehyung berdebar cemas.

"Babby, siapa yang membuatmu menangis?" Taehyung bertanya lagi, kali ini dengan nada yang lebih serius. Ia berusaha meraih tangan Jungkook, tetapi kekasihnya malah menghindar, menunduk lebih dalam.

 Ia berusaha meraih tangan Jungkook, tetapi kekasihnya malah menghindar, menunduk lebih dalam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tidak ada, hyung. Aku hanya lelah..." Jungkook berbohong, suaranya bergetar.

Namun Taehyung tidak percaya. "Babby, jangan bohong pada hyung. Apa yang terjadi? Katakan pada hyung..."

Bukannya menjawab, tangis Jungkook justru pecah seketika. Ia membungkam mulutnya dengan tangan, mencoba menahan suara, tetapi tubuhnya terguncang hebat oleh tangisannya.

 Ia membungkam mulutnya dengan tangan, mencoba menahan suara, tetapi tubuhnya terguncang hebat oleh tangisannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di Bawah Tahta Sang Mafia [TAEKOOK]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang