Dalam dunia gelap mafia, Taehyung adalah sosok yang ditakuti dan dihormati. Pemimpin yang kejam dengan hati yang terpendam, ia menjalani hidupnya dengan kekuatan dan ketidakpedulian. Namun, segalanya berubah saat ia bertemu Jungkook, seorang pembala...
Pagi itu, sinar matahari perlahan menembus jendela kamar mereka. Jungkook yang tengah menginjak usia kehamilan empat bulan, dengan senyum lembut di wajahnya, menatap Taehyung yang masih terlelap di sampingnya. Selama ini, Jungkook hampir tidak pernah merepotkan Taehyung dengan permintaan aneh-aneh, bahkan dalam kehamilannya. Jika Taehyung bertanya, ia selalu menjawab dengan senyum dan berkata.
"Aegi di dalam perut mommy tidak ingin merepotkan daddy,"
Namun pagi ini, Jungkook merasa ia perlu memastikan Taehyung bangun karena jadwal kerja yang menanti. Ia menyentuh bahu Taehyung perlahan, membangunkannya dengan lembut.
"Hyung... sudah pagi. Hyung harus bersiap untuk bekerja."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Taehyung tidak langsung merespons. Ia hanya menggeliat pelan, masih memejamkan mata. Melihat itu, Jungkook tersenyum kecil, lalu mencoba lagi. Kali ini, suaranya lebih lembut.
"Hyung... ayo bangun. Aegi sudah merindukan daddy nya. Pagi ini dia belum mendengar suara daddy loh."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kali ini, Taehyung membuka matanya perlahan. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum akhirnya tersenyum tipis melihat wajah Jungkook yang begitu dekat dengannya. Tangannya terangkat, menyentuh perut Jungkook dengan penuh kasih.
"Pagi, istri hyung yang paling cantik... dan selamat pagi anak daddy," gumamnya pelan, suara serak khas orang yang baru bangun tidur.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.