Jungkook mengerjap ngerjapkan matanya. Ringisan kecil terdengar kala merasakan kepalanya begitu pening, perlahan dia mulai membuka matanya dan hal pertama yang terlihat adalah sebuah lampu gantung berkilau menghiasi Langit-langit berwarna putih.
Menyadari dirinya berada di tempat asing seketika Jungkook bangun lalu menatap sekeliling.
dimana ini? Apa yang terjadi padanya?
Apa ini penculikan yang di dalangi bosnya? Bermacam-macam pikiran buruk datang meliar dalam kepalanya. Namun kenapa tidak ada ikatan atau hal lain yang menyangkut dengan penyiksaan. Yang ada hanya sebuah ruangan terlampau luas dengan ranjang king size dan sprei putih sedikit kusut. Kamar ini terlalu mewah jika hanya untuk sebuah ruang eksekusi
Jungkook bangkit dari atas ranjang kemudian berjalan menuju sebuah kaca besar, menyibak sedikit gorden untuk melihat ke arah luar.
"Sudah bangun?"
Jungkook berjangkit kaget mendengar suara berat muncul dari belakang. Dengan cepat dia berbalik memdapati seorang pria paruh baya mengenakan setelan jas rapi berwarna abu-abu muncul dari balik pintu.
Jungkook mengernyit melihat pria paruh baya itu, dia merasa tidak asing dengannya.
"Kau sudah bangun?" Tanya pria itu untuk kedua kali.
Ah dia ingat! Dia adalah orang yang sama dengan pria paruh baya yang jungkook gendong ketika membawanya ke rumah sakit.
"Kenapa aku ada disini?" Tanya jungkook tanpa ingin basa-basi menjawab pertanyaan orang tua itu.
"Kau pingsan lalu, -"
"Aku tidak pingsan, tapi orang itu membius ku!" Sela jungkook kesal.
"Maaf, dia terpaksa melakukannya karena kau terus melawan!"
"Jadi apa maksud semua ini?"
"Aku tidak bermaksud membuatmu takut, aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja!"
"Apa kau melakukan ini karena merasa berhutang budi padaku?"
"Jika iya maka lupakan saja, aku tidak butuh rasa berterimakasih mu!" Lanjut jungkook
Pria itu meremas gagang pintu, menatap jungkook sebelum akhirnya menghela nafas pelan dan mulai bicara.
"Namaku jeon sehun. Sekarang kau sedang berada dirumah"
"Apa orang yang membius ku adalah suruhanmu?"
"Ya!"
Jungkook memalingkan wajahnya tak habis pikir.
"Jadi kau bandar dari narkoba yang aku kirim!"
Sehun melotot mendengar tuduhan jungkook. "Tidak!" Dengan cepat dia membantah.
"Lalu kenapa kau melakukan ini?" Tanya jungkook mulai kesal, jika pria tua itu tidak ada hubungannya dengan permasalahan yang kini jungkook hadapi lalu untuk apa dirinya ada disini sekarang. Ini semua sangatlah membuang-buang waktunya.
Sesaat Sehun hanya mampu terdiam sembari menatap jungkook ragu sedangkan jantungnya berdebar kuat karena merasa rindu, sedih, takut semuanya bercampur menjadi satu.
"Aku melakukan ini karena kau adalah putraku!"
Nafas Jungkook tersangkut di kerongkongan namun sedetik kemudian tertawa kencang. Merasa ucapan sehun terdengar seperti komedi di telinganya.
"Hey apa kau memang sangat ingin berterima kasih padaku. Kau tidak perlu melakukannya!" Kata jungkook masih dengan sisa tawanya, namun jantungnya mulai berdetak lebih cepat.
Sedangkan Sehun justru terlihat sedih melihat sang putra.
"Aku tahu ini membuatmu terkejut, tapi kau memang putraku!"
"Bagaimana bisa aku menjadi putramu sialan!" Jungkook maju kemudian mencengkeram kasar kerah kemeja sehun.
Sehun menatap jungkook dengan pandangan sedu, tubuhnya lemas sebab hatinya begitu pedih.
"Maafkan aku jungkook!"
Kedua mata sehun berkaca-kaca menatap wajah putranya. Tidak ada kata yang dapat menggambarkan bagaimana terlukanya sehun ketika mengetahui keadaan hidup sang putra. Namun di samping itu dia pun merasa bahagia bisa melihat jungkook walau dalam keadaan yang tak pernah di duganya
"Berhenti bicara omong kosong, bagiku orang tuaku sudah lama mati!" Rahang jungkook bergetar ketika mengatakannya.
Jungkook melepas cengkeramannya dari sehun lalu berjalan ke arah pintu, namun tiba-tiba sehun menahan tangannya.
"Kau tidak boleh pergi dari sini!"
"Aku tidak perlu izinmu untuk pergi kemanapun!"
"Aku tau kau pasti terkejut dan sangat membenciku, tapi tetaplah disini nyawamu sedang dalam bahaya!"
"Jangan ikut campur urusanku!" Jungkook menyentak tangan sehun dari lengannya.
Kemudian dia berjalan melewati pintu kamar menuju keluar rumah, namun ketika sampai di pintu dua orang pria berdiri menghalangi jalanya, salah satunya adalah pria yang sudah membiusnya.
"Menyingkir!"
Jungkook maju hendak melewati mereka namun ke dua orang itu tak bergerak.
"Aku bilang menyingkir sebelum aku menghajar kalian berdua!" Ancam jungkook.
Dua orang itu tak terpengaruh, mereka tetap diam di posisinya.
Bughhh…
bughhh…
Jungkook yang memang sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja langsung naik pitam, dia pun menghajar mereka berdua hingga keduanya jatuh ke lantai.
“Menyingkir sialan!“ umpat jungkook.
Salah satu orang dari mereka bangkit kemudian mencengkram tangan jungkook dan memutarnya kebelakang, membuat jungkook jatuh berlutut membelakanginya dengan posisi tangan terkunci di belakang tubuh.
“Maaf tuan muda saya hanya menjalankan perintah!“ Ujar pria itu.
Dari posisinya jungkook menatap tajam ke arah sehun yang berdiri di atas tangga.
“Lepaskan aku sialan! Kau pikir kau siapa bisa melakukan ini padaku!“ Teriak jungkook penuh emosi ke arah sehun.
Saat ini hanya ada kemarahan dalam hati jungkook, apalagi melihat wajah tua pria itu yang mana membuat kepalanya kian terbakar.
“Jungkook aku melakukan ini untuk kebaikanmu!“
“Tutup mulutmu. Yang terbaik bagiku adalah keluar dari tempat ini sekarang juga!“ Jungkook menatap sehun dengan kebencian dalam kedua matanya, sedangkan sehun menatap jungkook dengan tatapan terluka.
Sehun menghela nafas pelan lalu memberi isyarat pada anak buahnya untuk melepaskan jungkook.
“Jangan pernah muncul di hadapanku lagi!“ kata jungkook serius sembari menatap sehun dengan dingin, lalu dia pun berlari keluar dari sana.
“Tetap awasi dia dari jauh! Jika sesuatu yang buruk terjadi padanya kepala kalian yang akan menjadi taruhannya! “ peringat sehun pada dua orang anak buahnya lalu naik ke lantai atas.
-
-
-
Tbc
Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romancejeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
