Tok... Tok... Tok...
Taehyung menoleh ke arah pintu ketika suara ketukan terdengar.
Tak langsung membuka pintunya, Taehyung malah menatap takut pintu tersebut, pasalnya belum pernah ada yang datang ke flat ini sebelumya.
Apa itu Jungkook, tapi kenapa dia repot repot mengetuk.
Tok... Tok... Tok...
Suara ketukannya terdengar lebih keras, mau tidak mau Taehyung pun berjalan mendekat dengan perasaan was-was.
Ceklek
Begitu pintu terbuka, di hadapannya langsung disuguhkan dua pria berseragam polisi.
"Apa benar ini kediaman tuan jeon jungkook!" Tanya salah satunya.
"Benar!"
"Anda dengan siapa?"
"Saya Kim taehyung, -" Taehyung menghentikan ucapannya, bingung dengan apa yang harus dia katakan mengenai statusnya untuk jungkook kepada para polisi
"Kami teman sekamar!" Jawab taehyung akhirnya.
"Kami mendapat perintah penahanan kepada saudara tersangka atas kasus pembunuhan!" Pria itu menunjukkan sebuah surat ke pada taehyung.
Taehyung menelan ludah kasar, tangannya berkeringat meremat pegangan pintu.
"T-tapi jungkook t-tidak ada disini!" Mendadak Taehyung menjadi sangat gugup. Jantungnya berdegup cepat.
Ke dua polisi itu menatap Taehyung dengan pandangan menyelidik.
"Lalu dimana beliau?"
"A-aku tidak tahu!"
"Bisakah kami memeriksanya ke dalam?"
Taehyung menggigit bibirnya, demi tuhan dia takut sekarang, apa yang harus Taehyung lakukan dia memang tidak tahu dimana jungkook.
Taehyung tersentak ketika dua polisi itu tiba-tiba menerobos masuk kedalam.
Tak ada yang bisa dia lakukan setelahnya selain menatap dua polisi itu menggeledah rumahnya dengan tubuh bergetar.
Setelah beberapa saat kemudian dua polisi itu kembali keluar.
"Tuan Taehyung, jika tuan Jungkook sudah kembali tolong segera melapor pada kami, kami harap kerja samanya supaya tidak ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi pada anda sebagai kerabat dekat tersangka!" Setelah mengatakan itu, mereka pun pergi setelah memberikan Taehyung tatapan yang membuatnya ciut.
Dengan cepat Taehyung pun masuk kemudian mengunci pintunya, tubuhnya langsung meluruh ke lantai.
.
Yungyeom berjalan mondar mandir di lorong rumah sakit, sedangkan mingyu duduk di kursi tunggu.
Beberapa jam yang lalu mingyu dan yungyeom menemukan jungkook sudah terkapar di lantai basecamp dengan mulut mengeluarkan busa ketika mereka hendak rehat setelah mengirim barang.
Saat itu mereka langsung tahu kalau jungkook mengalami overdosis, maka tanpa menunggu lagi mereka pun segera membawa pria itu kerumah sakit. Dan kini keduanya tengah menunggu dengan perasaan cemas di depan pintu ruang UGD.
Setelah memakan waktu berjam-jam pintu tertutup akhirnya pintu itu kini terbuka.
"Keluarga pasien jeon jungkook!"
Sontak mingyu dam yungyeom pun menghampiri dokter yang keluar.
"Dengan keluarga pasien?"
"Bukan kami temannya!" Jawab yungyeom.
"Saya perlu bicara dengan keluarga pasien!"
Yungyeom dan mingyu saling pandang, Jungkook tidak punya keluarga sedangkan dari tadi mereka sudah menghubungi Taehyung namun tak ada jawaban.
"Jungkook tidak memliki keluarga, kami sudah mencoba menghubungi kekasihnya namun tidak ada jawaban!" Akhirnya mingyu bicara.
Baru saja dokter tersebut hendak menjawab, tiba-tiba seorang pria paruh baya datang tergesa-gesa bersama dengan satu pria lain yang mengikuti dari belakang.
"Bagaimana keadaanya?" Pria yang tak lain dan tak bukan adalah sehun langsung bertanya dengan nada khawatir.
Sedangkan mingyu, yungyeom dan sang dokter menatap sehun seolah mengatakan 'anda ini siapa?'
"Maaf tuan dengan siapa?"
"Saya ayah dari pasien bernama jeon jungkook!"
Mingyu dan yungyeom melotot secara bersamaan, sedangkan sang dokter langsung menatap bergantian kedua teman jungkook yang mengatakan kalau pasiennya tak memiliki keluarga.
Anak-anak nakal! Batin sang dokter.
"Mari pak ikut saya!"
Dengan cepat Sehun pun mengikuti dokter itu.
Sedangkan mingyu dan yungyeom kembali ke tempat duduk dengan wajah linglung. Bertanya-tanya apa benar pria tadi adalah ayah dari sahabatnya tapi sejak kapan.
Setelah beberapa saat kemudian terlihat sehun berjalan di lorong menuju ke arah mereka.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan jungkook?" Tanya sehun sembari menatap Mingyu dan yungyeom.
"Dia mengalami overdosis Heroin!" Lanjutnya lagi dengan mata terlihat marah.
"Kami tidak tahu, kami sudah menemukannya tergeletak di dalam basecamp dengan keadaan seperti itu!" Jawab Mingyu sebab yugyeom malah terlihat ciut melihat tatapan mematikan sehun.
.
"Permisi tuan!" Jong in berdiri di belakang sehun dengan tangan di depan tubuh.
"Katakan!" Ujar sehun tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah jungkook yang terlihat damai.
Jungkook sudah dipindahkan ke ruang rawat sejak dua jam yang lalu dan selama itu sehun terus berada di sisi sang putra menunggunya untuk bangun.
"Jongsuk mengatakan kalau polisi sudah mendatangi kediaman tuan muda dan bertemu dengan kim Taehyung!"
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan"
"Ya tuan, jongsuk sudah menyuap salah satu anggota kepolisian, dipastikan kalau tuan muda tak akan tertangkap, namun kasus ini sudah menjadi berita di media sedikit sulit untuk meredamnya"
"Bagaimana dengan Kim Taehyung?"
"Saya dengar Kim Taehyung menerima beasiswa ke Jepang!"
"Siapkan paspor dan semua keperluan jungkook, aku akan membawanya ke Amerika!"
"Baik tuan!" Jogin menunduk sekilas sebelum keluar dari sana.
Tepat setelah pintu tertutup setetes air mata jatuh di pipinya, Sehun mengambil tangan jungkook yang tertancap jarum infus kemudian mencium punggung tangannya lama.
"Maafkan papa jungkook!"
Melihat keadaan sang anak seperti ini sehun sungguh menyesal. Dia pikir jungkook akan hidup tenang di panti asuhan, walaupun mungkin sang putra akan mengalami kesulitan ekonomi namun dia pikir itu tidak masalah dari pada sang anak harus hidup bersamanya yang penuh dengan bahaya.
Tapi kini sehun tidak akan mengambil keputusan gegabah lagi. Bagaimanapun dia harus membawa jungkook ikut bersamanya ke Amerika.
"Jadi polisi itu sudah datang ke tempat mu!" Kata seojun setelah mendengar cerita dari taehyung.
-
-
-
Tbc
Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romancejeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
