part 35

183 26 17
                                        

Seojun menyender sembari melipat tangannya di dada, sudah lebih dari 5 menit seojun memperhatikan Taehyung yang lagi-lagi melamun di depan jendela. Semenjak Jungkook menghilang Taehyung banyak berubah. Ia jadi sering murung dan menyendiri membuat seojun tak senang.

Laki-laki itu sudah cukup sabar membiarkan Taehyung memikirkan pria lain, tapi sekarang kesabarannya sudah habis. Seo jun tak bisa membiarkan ini terus terjadi.

Ia pun melangkah mendekat kemudian memeluk Taehyung dari belakang membuat empunya tersentak sekejap sebelum kembali tenang.

"Mau sampai kapan kau seperti ini?" Seojun mengeratkan pelukannya di perut Taehyung.

"Apa maksudmu?"

"Mau sampai kapan kau meratapi kepergiaan Jungkook " seojun mengulang pertanyaannya dengan lebih jelas.

"Aku tidak memikirkan Jungkook!" Pandangan Taehyung masih kosong menatap ke luar jendela.

"Jangan mencoba bohong Taehyung kau bahkan selalu menggumam kan namanya dalam tidurmu!" Ujar seojun tak suka.

Seojun bisa merasakan tubuh Taehyung sedikit tersentak. Taehyung sendiri tak sadar kalau ia sering menyebut Jungkook dalam tidurnya.

"Aku hanya belum terbiasa itu saja!" Taehyung membuat tubuhnya relax kembali.

"Berhenti memikirkannya Taehyung kau harus Terima Jungkook sudah pergi dan tak akan kembali! " Ujar seojun pelan tapi menuntut.

"Aku sedang mencobanya."

"Sampai kapan kau akan mencoba karena dari yang kulihat kau justru semakin larut dalam kesedihanmu!"

"Ingat Taehyung apa yang sudah Jungkook lakukan padamu! Dia memukulmu, mengurung mu, memperlakukan seperti binatang! tak sepantasnya kau meratapi kepergiaan orang yang membuat hidupmu menderita! " Bisik seojun ditelinga Taehyung.

"Jungkook tak membuatku menderita!" Taehyung merasa sedikit marah mendengar ujaran seojun.

"Kalau begitu kenapa kau mati-matian berusaha lepas darinya bahkan kau melaporkan dia ke polisi dam membuat dia di penjara! "

"Saat itu Jungkook jelas bersalah atas perbuatannya!"

"Benarkah hanya itu bukan sebenarnya kau muak hidup dengan pria tak berguna itu!" Ujar seojun tenang.

"Tolong jaga bicara seperti itu hyung!"

"Akuilah Taehyung Jungkook itu seperti setan! apa kau pikir dia tak akan membunuhmu ketika bertemu denganmu?"

"Bisa saja sekarang dia tengah mencari keberadaan mu untuk membunuhmu yang sudah berani mengkhianatinya!"

"Kau tak tahu apapun tentang Jungkook jadi berhenti berspekulasi tenangnya!" Taehyung meremas tangannya yang menjadi lebih dingin.

"Dia sudah pernah menggunakan tangannya untuk membunuh orang tak bersalah Taehyung tak akan sulit melakukannya kembali, apalagi kali ini di dasari dengan dendam yang jelas"

"Jungkook tak akan melakukan itu!" Sangkal Taehyung cepat. walaupun pria itu kasar dan tempramen tapi Taehyung yakin Jungkook tak akan pernah melakukan itu. Nalurinya terlalu kuat untuk tidak mempercayai ucapan seojun.

"Baiklah anggap begitu. Tapi bagaimana kalau Jungkook sudah memiliki seseorang? apa kau pikir dia akan terus menyendiri seumur hidupnya, bisa saja ia sudah bahagia bersama orang yang ia cintai"

Taehyung tak suka dengan fakta itu, hatinya bergemuruh panas.

"Aku tidak berharap kembali padanya sebagai sepasang kekasih" Namun begitu Taehyung masih berusaha menyangkal apa yang sudah jelas hatinya rasakan.

"Lalu apa yang kau harapkan dari menyesali kepergian Jungkook?"

"Hyung bagaimanapun aku dan Jungkook sudah bersama dalam waktu yang sangat lama. Aku menyayanginya terlepas dari apa yang ia lakukan. Jungkook juga sudah banyak berkorban untuk ku, jadi bukankah wajar kalau sekarang aku menghawatirkan nya. " Seojun berhasil memancing amarah Taehyung dengan perkataan sebelumnya, sekarang Taehyung merasa hatinya gelisah memikirkan Jungkook sudah bersama orang lain.

"Dengar aku lelah kita lagi-lagi bertengkar karena Jungkook,-"

"Maka berhenti! Berhenti memikirkannya Taehyung! apa kau tak memperdulikan perasaanku ketika kau masih memikirkan pria lain!?" Seojun berteriak di depan wajah Taehyung membuat Taehyung ketakutan.

"Jungkook pria jahat Taehyung! Ia bekerja sebagai kurir narkoba bahkan dia pun mengonsumsinya, ia bahkan berani mengambil nyawa seseorang untuk sebuah imbalan." Seojun menekankan setiap katanya di depan wajah Taehyung agar dia sadar.

"Jungkook memiliki banyak musuh dan mungkin sekarang dia pun sudah mati mengenaskan tanpa ada yang menemukan jasadnya!"

Plak...

Taehyung menampar seojun dengan emosi memuncak. Matanya berkaca-kaca dengan nafas memburu hebat. Perkataan seojun terlalu menyakitkan untuk di dengar.

Namun sedetik kemudian Taehyung sadar apa yang dilakukannya ketika seojun menatap Taehyung marah sembari memegangi pipinya yang berdenyut panas.

"Hyung, -"

Taehyung mengatupkan bibirnya kembali ketika seojun berjalan melewatinya.

Taehyung meremas rambutnya frustasi. Astaga apa yang sudah dia lakukan?

.

Taehyung mengetuk pintu kamar seojun sebanyak tiga kali sebelum membuka nya. Terlihat pria itu sedang duduk di pinggir ranjang sembari mengompres pipinya menggunakan es batu.

Ia pun masuk, menghampiri seojun yang tampak tak peduli seolah tak melihat keberadaanya.

Taehyung duduk disamping seojun kemudian mengambil es batu itu, Menggantikan tangan seojun untuk mengompres pipinya. Sedangkan seojun sendiri tak menolak walau dengan raut wajah yang dingin.

"Maafkan aku!"

"Kalau kau kemari untuk membela Jungkook sebaiknya tak perlu katakan apapun!"

Taehyung tak peduli, ia fokus mengompres pipi seojun yang memerah sembari tetap melanjutkan perkataannya.

"Pertama aku minta maaf sudah menamparmu, kedua aku minta jika tanpa sadar aku menyakiti hatimu!"

"Aku memang masih memikirkan Jungkook karena bagaimanapun Ia sudah seperti adikku, kau tahu bagaimana kisah hidup kami. Aku tidak tahu bagaimana keadaanya di luar sana oleh karena itu aku khawatir. Tapi sekarang aku akan berusaha melupakannya untukmu."

"Kau mau membuka hati untuku?" Meski wajahnya terlihat datar tapi Taehyung bisa melihat sebuah harapan besar di mata pria itu.

Taehyung mengangguk. "Jika Hyung mau menunggu! "

Taehyung sadar bahwa mungkin benar kalau dirinya takkan pernah bertemu Jungkook kembali. Jadi ia pikir dirinya harus move on sebelum Taehyung menyesal untuk kedua kalinya ketika kehilangan seojun.

Hanya satu harapan terakhir Taehyung untuk Jungkook, bahwa pria itu akan baik-baik saja di manapun ia berada. dan Taehyung harap Jungkook akan selalu bahagia dengan atau tanpa pendamping di hidupnya.

"Tolong jangan kecewakan aku!"

Taehyung tersenyum kemudian mengangguk pelan. Hal itu membuat dada Seojun sangat lega. Ia pun menarik Taehyung pelan ke dalam pelukannya.

"Maaf Hyung! "

"Tidak apa-apa, aku akan menunggu asalkan akhirnya kau denganku! "

Taehyung tak menjawab. Ia hanya semakin mengeratkan pelukannya di tubuh seojun.

-
-
-

Tbc

Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤

bad thingsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang