Sebuah anak panah meluncur dengan mulus menancap di dahan pohon yang berjarak jauh dari titik yang seharusnya, membuat sang penembak mengerang kesal. Namun ia tak menyerah, dia mengambil satu anak panah lain untuk kemudian di tembakan pada lingkaran putih ditengah pohon, namun sayang anak panah tersebut kembali meleset dari arah yang seharusnya.
"Bangsat!" Umpat Jungkook yang sudah kepalang kesal, pasalnya sudah puluhan anak panah yang ia tembakan namun tak ada satupun yang menancap sempurna bahkan mendekati pun tak ada.
"Kau harus mengontrol emosimu lebih dulu agar bisa menembak tepat sasaran!" Sehun muncul tiba-tiba dengan pakaian kerjanya.
Pria tua tampan itu mengambil busur panjang ditangan Jungkook beserta dengan satu anak panahnya. Ia berdiri tegak menghadap samping dan mulai mengarahkan anak panah itu ke bulatan putih di pohon. Sedangkan Jungkook mundur beberapa langkah sembari memperhatikan aksi sang ayah.
Sehun tampak konsentrasi, matanya menyipit tajam sebelum dengan ringan ia melepas anak panah itu, dan, -
Blesstt...
Anak panah itu meluncur sempurna menancap tepat dititik dalam lingkaran putih.
"Anginnya bergerak cukup kencang dengan melawan arah, akan sedikit sulit untuk menembak dengan keadaan angin seperti itu, kau harus fokus dan memastikan anginnya tenang lebih dulu sebelum menembak." Jelas sehun.
"Mau mencoba lagi? " Sehun menyodorkan busur panahnya ke arah Jungkook.
"Aku tak mau! " Jungkook menggeleng, lain kali saja ia coba kembali, sekarang moodnya sudah turun.
"Bagaimana kabarmu pagi ini?" Sehun meletakkan busur panah di bawah begitu saja, kemudian pasangan ayah dan anak itu mulai berjalan beriringan pergi dari sana
"Biasa saja." Jawab Jungkook seraya mendaratkan bokongnya di kursi taman diikuti sehun.
"Kau ingin melakukan sesuatu yang baru?"
"Contohnya?"
"Entahlah, mungkin sesuatu yang kini kau pikirkan. "
"Aku tidak tahu, otaku kosong sekarang" Jawab Jungkook polos.
Seakan ingat sesuatu, anak itu menatap sehun yang duduk di sebelahnya. "Kenapa sudah pulang? jam makan siang masih 2 jam lagi. Kau tidak bekerja?"
"Aku bosnya, aku bisa datang dan pergi semauku!"
"Kau akan cepat bangkrut kalau begitu!"
"I'm waiting for that day!" Dengan santainya sehun membalas.
"Jangan bangkrut dulu aku masih ingin menikmati hartamu! Aku muak hidup susah!"
"Kalaupun aku bangkrut kau masih bisa tinggal di mansion ini dengan para maid yang sedia melayani mu." Apa sehun sedang menyombongkan tentang seberapa kaya rayanya dia, hingga ke bangkrutkan tak akan membuat hidupnya melarat.
"Baguslah." Tapi apa peduli Jungkook, yang ia tahu saat ini ia ingin hidup di bawah naungan kekayaan sang ayah.
"Jadi kenapa kemari?" Tanya Jungkook lagi.
"Sebenarnya hari ini aku memiliki 2 jadwal meeting penting, dan sebelum melakukannya aku ingin menemui dulu"
"Jam berapa kau akan pulang"
"Sepertinya akan sedikit larut. "
Sehun melirik wajah Jungkook yang menjadi masam setelah mendengar alasannya.
"Kau tak apa papa tinggalkan?"
Pasalnya ini pertama kalinya sehun akan meninggalkan Jungkook dengan waktu cukup lama, setelah sebelumnya ia hanya akan bekerja setengah hari dan langsung pulang ke mansion untuk menemani putranya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romancejeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
