Tok... Tok... Tok
Ceklek
"Sudah siap?"
"Tunggu sebentar!" Taehyung mengangguk kemudian berbalik hendak berjalan namun tiba-tiba tubuhnya oleng dan hampir jatuh jika saja Seojun tak segera menahannya.
"Hey astaga kau baik-baik saja"
"Ya, ya. Aku hanya sedikit pusing!" Taehyung segera melepaskan diri dari pelukan seojun sembari memegang kepalanya.
"Kau pucat sekali"
"Kemari, duduk di sini! biar aku saja yang mengangkat barang barang mu!" Seojun menggiring Taehyung menuju sofa kemudian meninggalkannya untuk mengangkut barang-barang Taehyung ke dalam mobil.
Sementara Taehyung kini memejamkan matanya sembari menyender d sofa. tubuhnya sangat lemas pun dengan kepalanya yang pusing karena terlalu lama menangis.
Taehyung merasa nyawanya kini sedang melayang jauh dari raganya, Ia bahkan tak bisa memikirkan apapun isi kepalanya sepenuhnya kosong. Seolah tubuhnya memang sudah tak mau menampung beban pikiran yang seperti ingin membunuhnya.
Tak lama seojun kembali, peluh mengucur dari dahi ke lehernya. Mengangkut 2 koper besar menuruni anak tangga cukup banyak menguras tenaganya. Segera seojun menghampiri Taehyung.
"Aku sudah selesai mengemasi barangmu, mau pergi sekarang? "
Taehyung mengangguk, saat ini suaranya bahkan enggan keluar.
"Mau ku gendong? " Tanya seojun melihat Taehyung begitu lemas.
"Tidak perlu aku bisa sendiri"
Seojun pun bantu memapahTaehyung sampai pintu keluar.
Tiba-tiba Taehyung berhenti kemudian berbalik untuk menatap kembali flat itu. Tempat yang selama bertahun-tahun menjadi rumahnya bersama Jungkook.
Begitu banyak kenangan yang terjadi. Seperti ketika ia menunggu Jungkook pulang sembari menonton drama, ketika ia berjingkrak bahagia melihat jinjingan yang pria itu bawa se pulang bekerja. Atau ketika dirinya memasak sedangkan Jungkook membantu mencuci wadah wadah kotor.
Tiba-tiba memori kenangan lainnya berputar kembali dikepala Taehyung bagaikan kaset rusak membuat Taehyung kembali merasakan sesak dalam dadanya.
Kini semua kenangan itu telah hilang. Jungkook sudah pergi begitupun dengan dirinya yang akan meninggalkan tempat ini.
'Maafkan aku Jungkook' Taehyung memejamkan matanya sembari meresapi setiap kenangan yang menusuk merasuki relung hatinya bagai sebilah pisau membuat cairan bening mengalir dari kelopak matanya.
"Ayo!" Seru Seojun.
Sekali lagi Taehyung menatap keseluruhan flat. Nyatanya tidak mudah untuk pergi meninggalkan tempat dan sejuta kenangan yang pernah terjadi di dalamnya. Rasanya semua kenangan itu berusaha menahan Taehyung tetap tinggal.
Namun akhirnya Taehyung menghela nafas pelan merapalkan kata baik-baik saja, semua ini demi masa depannya. Dan untuk Jungkook, pria itu telah bersalah ia pantas menerima hukuman.
Taehyung yakin ia sudah melakukan hal yang benar!
.
"Masuklah!"
Taehyung yang masih berada di depan pintu pun mulai melangkahkan kaki memasuki apartemen Seojun.
"Disini ada dua kamar, satu kamarku dan satu lagi kamar tamu yang bisa kau gunakan!"
Taehyung mengikuti seojun ketika pria itu membuka salah satu pintu dalam apartemen.
"Ini kamarmu!"
Seojun membiarkan Taehyung masuk lebih dulu sementara dia menyeret koper Taehyung masuk.
"Kau suka?"
"Ya ini bagus!" Apartemen Seojun terlihat rapi dan bersih.
"Sebenarnya aku melakukan beberapa renovasi disini agar kau nyaman"
"Kau tidak perlu melakukan itu!" Taehyung jadi merasa sangat merepotkan sekarang.
"Tidak apa-apa aku senang melakukannya untukmu!" Seojun tersenyum dengan semburat merah di pipinya.
"Istirahatlah, kamarku berada tepat di sebelah. Jika butuh sesuatu kau bisa langsung menghampiriku!"
Taehyung mengangguk kemudian Seojun pun keluar tak lupa menutup pintunya kembali.
Taehyung mendudukkan dirinya di tepi ranjang menatap riuh jalanan kota Seoul dari kaca besar di hadapannya.
Lelah, sungguh Taehyung lelah tapi kenapa otaknya tak berhenti memikirkan Jungkook, mengingat kembali bagaimana tatapan terakhir yang pria itu berikan sangat mengusik nuraninya.
Taehyung akui ia memang sangat marah pada Jungkook ata apa yang sudah di lakukannya. Namun jika di pikir kembali Jungkook masih tetap orang yang sama dengan pria yang menghabiskan waktu bersamanya selama belasan tahun. Tak ada yang berubah, Jungkook masih suka mendengar bualannya, ia masih diam tidak banyak bicara namun begitu perhatian, ia juga tetap tak marah ketika Taehyung mengomelinya tentang banyak hal yang bahkan bukan kesalahan pria itu.
Lantas kenapa sekarang Taehyung takut bukankah sebelumnya ia pun hidup dengan seorang pembunuh tanpa sepengetahuannya dan selama itu hidupnya masih baik-baik saja.
kenapa kini Taehyung justru ragu pada keputusannya sendiri? Kenapa keraguan itu harus datang setelah semua kekacauan ini terjadi.
Semakin memikirnya Taehyung merasa sangat frustasi ia pun menghela nafas panjang sebelum akhirnya tidur menyamping di kasur, untuk sekarang yang ia butuhkan hanya tidur mungkin setelahnya perasaan Taehyung akan lebih baik dan pikirannya menjadi jernih jadi Taehyung bisa memutuskan apa yang akan ia lakukan nanti.
.
Jam menunjukan pukul 8 lewat ketika Taehyung bangun. Diluar langit sudah gelap gulita segera Taehyung pun bangkit kemudian menutup tirai jendela sebelum memutuskan keluar kamar.
Terdengar suara seseorang beraktivitas dari jarak yang tak terlalu jauh. Benar saja begitu sampai di ruang TV Taehyung melihat Seojun tengah berada di dapur.
"Hyung sedang apa?" Taehyung berjalan menghampiri Seojun.
"Sebenarnya aku ingin masak untuk makan malam, tapi aku lupa belanja keperluan dapur. " Seojun menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Kalau begitu aku akan keluar untuk beli beberapa bahan masakan!"
"Tidak perlu! bagaimana kalau kita makan diluar malam ini sembari belanja beberapa bahan makanan!" Cegah Seojun cepat.
Taehyung ingin menolak, sejujurnya ia pun tidak lapar walau sejak pagi perutnya kosong.
"Baiklah!"
"Ada restoran ramyeon sederhana diujung jalan dan itu rasanya sangat enak bagaimana kalau kita kesana" Nada suara Seojun terdengar antusias seperti anak kecil yang mengajak temannya ke pasar malam.
"Terserah kau saja"
-
-
-
Tbc
Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romansajeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
