Angin berhembus kencang menerbangkan coat panjang milik sehun. Ia menghembuskan asap rokok saat matanya melihat Jungkook muncul dalam kegelapan.
Jungkook memasukan tangannya ke dalam saku hoodie guna menghalau dinginnya malam. Sehun terlihat gagah berdiri tegap di samping tangga pesawat yang pintunya sudah terbuka lebar. Entah berapa umur pria itu namun Jungkook akui sehun masih terlihat tampan diusia yang Jungkook yakini lebih dari setengah abad.
"Kupikir aku tidak salah mengabari mu tentang jadwal keberangkatan kita yang akan dilakukan pukul 9 malam, tapi kau tiba setelah 5 jam dari yang aku katakan" Ujar sehun disertai dengan asap keluar dari mulutnya yang langsung terbawa angin.
"Sebelumnya aku bahkan tak berniat datang! " Jawab Jungkook acuh kemudian ia mengusak hidungnya agresif.
Sehun terkekeh. Ia menatap wajah putranya dan lagi-lagi ia mendapati mata sang anak memerah tak wajar.
"Apa kita tidak jadi pergi?"
"Lalu kenapa kau datang kalau kau berpikir seperti itu? "
"Tidak bisakah kau jawab saja, kenapa ucapanmu selalu berputar-putar!" Nada setengah jengkel keluar dari mulut Jungkook.
"Kita akan tetap terbang sekalipun kau terlambat hingga 1 tahun lamanya! "
Sehun pun berbalik kemudian melangkah menaiki pesawat.
"Kenapa pria itu semakin terasa menyebalkan!"
.
Taehyung menoleh ketika merasa sebuah tangan merangkul bahunya.
"Sedang apa?" Tanya seojun.
"Hanya mencari udara segar"
Seojun ikut berdiri disamping Taehyung mengeratkan pelukan di bahunya membawa Taehyung lebih rapat ke tubuhnya.
Beberapa malam sudah terlewati dimana disetiap jam yang berlalu membuat mereka kian dekat. Keduanya sudah tak canggung untuk melakukan kontak fisik seperti berpelukan bahkan berciuman seolah keduanya sudah merasa nyaman satu sama lain namun tak ada komitmen jelas yang mengikat keduanya.
Sebenarnya seojun sudah beberapa kali menyatakan cinta dan mengajak Taehyung menjalin hubungan namun ia selalu menolak beralasan ingin fokus dengan sekolahnya.
Taehyung sendiri merasa belum siap ia masih ragu dengan perasaannya sendiri dan juga Taehyung masih ingin fokus menikmati hidup bebas yang baru ia dapatkan. Jadi sepertinya untuk sementara seperti ini tidak apa-apa
"Bagaimana perasaanmu? Tak lama lagi kau akan menjadi mahasiswa? "
"Senang tentu saja, aku sangat tak sabar"
"Kau senang untuk mulai kuliah atau kau tak sabar untuk menetap di Jepang? "
"Keduanya aku sangat suka Jepang dulu aku hanya melihatnya di TV aku tak percaya tak lama lagi aku akan melihatnya secara langsung"
"Bukan hanya lihat tapi kau akan menetap disana"
Taehyung menunduk menyembunyikan senyum bahagia yang sudah sering ia tunjukan pada seojun.
.
Taehyung mengusap peluh di dahi, ia baru saja selesai mengemasi barang untuk ia bawa ke Jepang.
Terhitung dua hari dari sekarang Taehyung siap memulai hidup baru di negeri sakura itu, ia sangat bahagia namun masih ada sesuatu yang mengganjal. Jungkook, Taehyung merasa ia harus menemui pria itu sebelum pergi.
Jadi keesokan harinya Taehyung bangun pagi sekali untuk menyiapkan kotak makanan untuk ia bawa menemui Jungkook.
Selama perjalanan jantung Taehyung berdetak diatas normal. Ada secuil rasa takut melingkupi Taehyung ketika berhadapan dengan Jungkook. bagaimana reaksi pria itu ketika bertemu dirinya? Sudah pasti Jungkook akan sangat murka lalu apa yang harus Taehyung lakukan dengan itu. akankah Jungkook memukul dirinya lagi ketakutan itu terus menghantam Taehyung hingga tak sadar bus sudah berhenti di stasiun dekat kantor polisi.
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romancejeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
