Setelah menginap satu malam lagi dirumah sakit akhirnya Jungkook bisa pulang. Sebenarnya karena dia memaksa sebab seharusnya pria itu masih di rawat dan melakukan rehabilitasi selama beberapa bulan ke depan, namun siapa yang bisa mencegah Jeon Jungkook bahkan Sehun pun yang notabenenya seorang ketua mafia tersadis pada masanya sekaligus sang ayah tak sanggup melakukannya.
Baru saja Jungkook membuka pintu flat dirinya sudah disuguhkan dengan dua koper besar milik Taehyung bertengger di depan pintu, tak lama kemudian sang empunya muncul dari arah kamar. Keduanya saling pandang, Taehyung sedikit tersentak begitu melihat pria itu namun sedetik kemudian tatapannya berubah dingin. Sedangkan jungkook menatap Taehyung bingung.
"Kau mau kemana?" Jungkook melangkah masuk.
"Aku akan pindah ke tempat seojun!"
"Apa?" Bukannya tidak mendengar Jungkook hanya ingin memastikan kalau Taehyung benar-benar mengatakan itu.
"Aku akan pindah ke tempat seojun!" Ulang Taehyung.
Jungkook mengusap mulutnya geram. Oh Tuhan apa lagi sekarang?
"Jangan bercanda Taehyung, kau tahu bagaimana aku jika marah!"
"Aku Tidak bercanda? "
"Lalu kenapa kau melakukan itu?" Teriak Jungkook. Sialan Jungkook berharap ketika pulang kerumah Taehyung akan menyambutnya dengan hangat, melupakan semua yang terjadi belakangan. Namun kenapa kenyataan yang di dapat justru lebih parah.
Apa itu tadi, pindah ke tempat Seojun apa Taehyung benar-benar ingin melihat Jungkook menjadi iblis.
"Karena aku sudah muak! aku muak hidup bersama mu!" Suara Taehyung bahkan lebih tinggi dari Jungkook.
"Apa karena Seojun?"
"Tak ada hubungannya dengan siapapun, seojun hanya berbaik hati menawari aku tempat tinggal, karena dia tahu aku hidup sebatang kara!"
"Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi dari sini?"
"Terserah apa katamu aku tidak peduli, lagi pula aku tak butuh persetujuan mu lagi untuk pergi kemana yang aku mau!" Taehyung mulai melangkah sembari menyeret kopernya.
"Jangan berani kau melangkah ke luar dari pintu ini atau aku akan mematahkan kakimu!" Ujar Jungkook dengan urat-urat menonjol di tangan dan lehernya tanda dia sudah sangat geram.
Deg
Seketika Taehyung berhenti, dia tahu Jungkook tak pernah bercanda. Dia pun membalikan badannya melihat Jungkook Tengah menatapnya dengan pandangan yang sangat gelap.
"Apa yang sudah seojun lakukan hingga kau seperti ini?" Tanya Jungkook dengan nada rendah. Otaknya sudah membayangkan pembunuhan sadis pada keparat itu.
"Tak ada yang dia lakukan, tapi kaulah yang bermasalah" Jerit Taehyung sembari mulai menangis, dia sudah tidak sanggup lagi. Jungkook harus mengerti kalau Taehyung menderita karena ulah pria itu.
"Apa?"
"Kau tak lihat ini?" Taehyung menunjukan wajahnya yang masih terdapat bekas luka.
Jungkook tertegun sejenak, dia baru menyadarinya.
"Dua orang pria asing tiba-tiba memukuli aku dan Seojun di taman, mereka menanyakan mu, pria itu mengatakan kalau mereka akan datang lagi untuk membunuh kau dan aku! Mereka bilang akan menemukanmu dimanapun kau bersembunyi"
Rahang Jungkook mengeras lahar panas merundung kepalanya hingga kedua matanya merah. Jadi bandar keparat itu sudah berani menyentuh Taehyungnya. Tunggu saja apa yang akan dia lakukan.
"Dan juga polisi datang kemari mereka menanyakan mu lalu mengancam ku jika aku berani menyembunyikan mu meraka tidak akan tinggal diam!" Taehyung menghela nafas pelan lalu mengusap air matanya menggunakan punggung tangan mencoba menahan emosi dalam dadanya.
"Aku takut Jungkook, aku tak kuat, tolong biarkan aku pergi!" Pinta Taehyung lirih.
Taehyung sungguh ketakutan, dia benar-benar sudah tidak sanggup jika harus hidup bersama Jungkook untuk waktu lebih lama lagi.
Sudut mata Jungkook berkedut menatap Taehyung yang menatapnya sembari mengiba, terlihat menyedihkan membuat dada Jungkook bergetar ngilu.
"Aku mohon biarkan aku pergi dan menjalani kehidupan ku dengan normal" Hati jungkook bagai ditonjok mendengar permintaan taehyung.
Kenapa? Apa selama ini Taehyung tidak menjalani hidup normal bersamanya kenapa mendengar itu rasanya perih sekali. Seharusnya Taehyung mengerti bahwa dia sangat mencintainya dan tak akan pernah bisa membiarkannya pergi.
"Tidak, aku akan melindungi mu Taehyung tak akan kubiarkan siapapun menyiktimu lagi! "
Jungkook berjalan menuju Taehyung kemudian menarik tangannya.
"Tidak, hikss.. Jungkook.. Hikss!" Taehyung histeris, dia mencoba melepaskan tangan Jungkook tapi tenaga pria itu terlalu kuat.
Jungkook membawa Taehyung ke dalam kamar.
"Aku janji setelah ini kita akan baik baik saja!" Ucap Jungkook sebelum menutup pintu lalu menguncinya.
"Tidak hikss.. Jungkook buka... Hikss.. Kau jahat biarkan aku pergi! " Taehyung menggedor gedor pintunya.
Jungkook menatap pintu kamar itu sebentar sebelum pergi keluar dari flat
.
'Aku ada di jembatan sungai Han bukankah kau mencari ku! Datanglah aku menunggu'
Jungkook terus memandangi isi pesan yang dia kirim pada nomor tak bernama yang selalu memberinya clue ketika mengantar narkoba.
Namun sudah 1 jam berlalu sejak pesannya terkirim hingga kini tak ada jawaban atau tanda-tanda seseorang datang menghampirinya yang mana hal itu membuat Jungkook semakin terbakar amarah.
Api terasa berkobar-kobar di Kepalanya mendapati Taehyung dianiaya, kini dirinya butuh pelampiasan tapi tersangka yang membuatnya terbakar tak kunjung datang.
"Bangsat!" Umpat pria itu sembari memukul pagar pembatas.
Berani sekali mereka menyentuh Taehyung, tidak ada yang boleh menyentuh apalagi menyakiti Taehyung karena jungkook bersumpah akan menghabisi nyawa orang itu dengan cara paling kejam.
Dia pun mengeluarkan bungkus rokok dari sakunya kemudian mematiknya satu sembari duduk di pagar pembatas jembatan.
Setelah menghembuskan asap rokok pertama tanpa sengaja matanya melihat siluet pria tinggi dari kejauhan.
Jungkook menatap tajam ke arah orang itu, yang mana membuat dia seketika gelagapan lalu segera menghilang dari sana.
Sehun sialan.
Ya dia adalah kai, pria suruhan sehun yang juga membiusnya ketika malam itu.
.
'Taehyung aku sudah di depan'
'Kau baik-baik saja?'
'Apa jungkook sudah kembali?'
Taehyung aku naik, tolong buka pintunya.
Setelah pesan terakhir Seojun Taehyung mendengar suara ketukan pintu diluar. Namun memang apa yang bisa Taehyung lakukan dia sendiri bahkan terkunci didalam kamar.
'Aku baik-baik saja, maaf aku tidak bisa pergi malam ini kau pulang saja dulu nanti aku akan mengabari mu'
Taehyung tak bisa memberitahu Seojun apa yang sebenarnya terjadi sebab pria itu pun tak akan bisa menolongnya, Seojun tak akan bisa melawan jungkook dia takut justru malah seojun yang akan habis di tangan pria itu.
Taehyung menaruh kembali ponselnya di lantai lalu menenggelamkan kepalanya lagi di lipatan tangan diatas lutut.
Masih diposisi yang sama duduk bersandar di belakang pintu Taehyung tak berniat pindah ke tempat yang lebih nyaman dari sekedar dinginnya lantai.
-
-
-
Tbc
Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romancejeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
