Jungkook tersentak bangun dari tidurnya, ia menatap ke jendela besar kamarnya dimana langit sudah menjadi gelap, angin bertiup kencang menerbangkan tirai putih jendelanya bagai siluet hantu.
Hembusan angin kencang terasa menyapa kulitnya namun tak mampu menyejukkan tubuhnya yang kini terasa panas.
"Jungkook, jungkook, jungkook! " Mereka memanggil namanya dengan nada mengejek.
"Mati jungkook! Mati!" Dengan suaranya yang menyeramkan dia berbisik.
Monster-monster itu datang lagi! Nafas Jungkook memburu, seolah ia tengah berada diantara kerumunan orang dalam ruangan sempit yang berlomba-lomba mengais oksigen.
Jungkook menatap sekeliling dengan ketakutan, tak ada yang dapat ia temukan selain cahaya bulan yang masuk lewat jendela menciptakan satu-satunya penerangan di kamarnya yang gelap ini.
"Kau pria muda menjijikan! Lemah dan tak berguna! hahahaha"
Keringat dingin mengalir, tangannya bergetar hebat saat meremas seprei kasur erat.
Suara-suara itu semakin ribut terdengar. Kamar yang seharusnya sunyi justru terasa sesak dengan kehadiran para monster itu.
"Pergi! Jangan ganggu aku! Pergi! "
Jungkook beringsut mundur hingga punggungnya menghantam kepala ranjang, kemudian ia memeluk kedua kakinya di depan dada.
"Papa aku takut!" Jungkook meringkuk, mengharapkan sehun datang dan mengusir monster yang mengganggunya.
"Kenapa takut? Kami adalah kau, versi terburuk namun juga terbaik yang pernah kau ciptakan!"
Jungkook menyembunyikan wajah di lipatan tangan. Ia menangis.
"Buka matamu Jungkook! monster akan datang membawa kesakitan yang menyenangkan untukmu! "
"Mereka akan menusuk perutmu! sama seperti yang kau lakukan pada pria tua itu. Mereka akan merobek dadamu, kemudian mengeluarkan jantungmu dan memakannya."
"Aku pembunuh" Tiba-tiba Jungkook termangu mengingat satu kejadian.
"Ya, ingatkah kau ketika kau menusuk perut pria tua gendut itu? Bukankah rasanya menyenangkan"
"Aku pembunuh! Kenapa aku membunuh pria itu, hiks, aku membunuhnya! dia mati. " Jungkook berujar panik mengingat fakta kalau ia sudah menghabisi nyawa seseorang.
"Benar, dia mati di tanganmu! Darahnya mengalir membasahi telapak tanganmu, kau ingat?"
"Aku sudah membunuh pria tua itu! Kenapa? Kenapa, aku melakukan itu?hiks aku pembunuh! Kenapa aku membunuhnya?" Jungkook menangis semakin keras tak Terima dengan fakta mengerikan itu.
"Benar kau sudah membunuhnya. jadi sekarang bunuh dirimu sendiri, ciptakan kenikmatan ketika pisau tajam menggores kulitmu! "
"Aku pembunuh, Taehyung hikss... Dia membenciku karena aku seorang pembunuh." Jungkook menutup telinga sembari menggeleng-gelengkan kepala cepat..
"Ya, kau bahkan meyiksa taehyung, kau memukulnya dan membuatnya menangis ketakutan. Ingatlah Jungkook kau adalah monster, sama seperti kami!"
"Aku monster! aku menyakiti taehyung! hikss... Maafkan aku, maafkan aku! " Jungkook menangis histeris sembari memukul-mukul kepalanya brutal, mengingat ketika ia memukul Taehyung dengan tak manusiawi.
"Jangan meminta maaf Jungkook, kau tak pantas! Kata maaf hanya diucapkan untuk orang baik! sedangkan kau monster, lebih baik bunuh dirimu sendiri untuk menebus dosamu, biarkan neraka yang menghukum mu! "
"Apa kalau aku pergi ke neraka Taehyung dan pria yang aku bunuh akan memaafkan ku?" Sontak Jungkook menghentikan tangisnya, ia mendongak memperlihatkan raut wajah terluka lelah.
"Mereka tak akan pernah memaafkan mu! kau terlalu jahat, tapi neraka akan menebus dosamu pada mereka. "
"Aku pendosa menjijikan! benar aku harus pergi ke neraka, dunia ini tidak pantas untuku. "
"Yaya, ayo kita pergi ke neraka hahah" Mereka tertawa girang.
Jungkook pun beranjak dari kasur dan berjalan lunglai menuju lantai bawah. Ia menyambar kunci mobil di atas meja, kemudian membawanya menuju garasi. Ia memasuki salah satu mobil mewah sehun yang berjejer, lalu mengendarai mobilnya keluar dari mansion.
"Hahhaa mati! Mati! Akhirnya kita akan mati! Hahah" Monster-monster itu tertawa bahagia dalam kepalanya.
Jungkook memandang jalanan dengan sorot Mata kosong, namun air matanya tak berhenti mengalir.
Ia ingat saat ia memukul, menendang, menjambak dan melakukan kekerasan lainnya terhadap Taehyung membuat dadanya tersengat menyakitkan, kenapa ia harus menyakiti Taehyung seperti itu. Kepalanya memutar bagaimana wajah menyedihkan Taehyung ketika menatapnya ketakutan membuat air matanya mengalir semakin deras tanpa isakan.
Adegan berganti dengan ketika Taehyung menatapnya dengan jijik dan penuh kebencian, Taehyung melontarkan kata kasar dan umpatan padanya sebelum ia melihat Taehyung berciuman dengan seojun dan berakhir meninggalkannya.
Jungkook mengigit punggung tangannya berusah menahan isak tangis yang tiba-tiba menyeruak. Sakit di hatinya kembali lagi, rasa sakit yang sama yang disebabkan oleh Taehyung yang mana selalu membuat Jungkook menjadi lemah tak berdaya.
Bughh... Bughh... Bughh
Jungkook memukuli stir mobil dengan brutal.
Sial! Jungkook benci pada Sehun karena sekarang pria itu tak ada untuk menenangkannya. Ia marah karena Taehyung berani meninggalkannya. dan ia benci dirinya sendiri yang tak berdaya, hingga Taehyung pergi meninggalkannya membuat hidupnya hancur dan membiarkan monster-monster itu menghantuinya.
"Benar Jungkook mati! Tak ada yang menginginkanmu! Kau hanya pecundang menjijikan bagi Taehyung, sehingga ia meninggalkanmu. Tak ada yang menginginkan mu, bahkan ayahmu pun tak ada sekarang!"
Suara itu bagai menghipnotisnya membuat ia menginjak pedal gas hingga mencapai batas kecepatan mobil itu sendiri.
Mobil mewah itu melaju cepat bagai hembusan angin, menerjang gelapnya malam. Hingga tiba-tiba terdapat sebuah belokan tajam di depannya, sontak Jungkook membanting stir dengan sekali sentak. Akibatnya mobil tergelincir dan berbelok hingga 90 derajat, sebelum kehilangan kendali dan melaju dengan cara berputar selama beberapa detik sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan dengan hantaman yang kuat.
-
-
-
Tbc
Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romancejeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
