Selama pelajaran tengah berlangsung Taehyung tak bisa fokus memperhatikan guru yang mengajar di depan, kepalanya terus-menerus terbayang-bayang akan ucapan park seojun.
Haruskah kali ini taehyung mengambil keputusan untuk dirinya sendiri?
Dia memang sangat ingin menjadi seorang dokter dan tentu saja beasiswa ini akan menjadi kesempatan yang sangat bagus untuknya.
Namun taehyung tidak mau jika harus meninggalkan jungkook, mereka berdua sudah terbiasa bersama sejak kecil.
Tak akan mudah jika tiba-tiba harus berpisah, lagipula taehyung tak akan sanggup melakukannya.
Dia tak bisa membayangkan bagaimana hidupnya tanpa Jungkook, pasti akan sangat hancur mengingat selama hidupnya dia terus bergantung pada pria itu.
Tapi taehyung juga tak bisa menolak tawaran ini. Dia sangat menginginkan masa depan yang baik untuk hidupnya kelak yang mana selama ini itu semua hanyalah sebuah angan-angan baginya, dan kini angan-angan itu berada tepat di depan mata, haruskah taehyung mengabaikannya begitu saja.
Taehyung terlalu larut dalam lamunannya hingga tak sadar kelas sudah berakhir dengan di tandai lonceng berbunyi yang mana menandakan waktu istirahat tiba.
.
"Taehyung!" Dari kejauhan suara cempreng wanita itu sudah terdengar padahal empunya sendiri masih berlari menuju ke arah seseorang yang dipanggilnya.
"Apa kau tidak bisa santai? " Tanya taehyung sarkas sambil membereskan buku-bukunya.
"Apa kau sudah tahu?" Tak menghiraukan sindiran sahabatnya, Irene justru langsung bertanya.
"Tahu apa? " Tanya taehyung.
Irene menatap taehyung cemas Bercampur khawatir dan kaget, yang mana membuat taehyung tak mengerti dan semakin penasaran.
"Ada apa?" Tanya taehyung sebab wanita itu malah membisu.
Alih-alih menjawab Irene lebih memilih menunduk dan mengutak atik ponselnya kemudian menyerahkannya pada taehyung.
Taehyung menatap irene sebentar lalu mengambil ponsel itu membaca sebuah artikel yang terpampang di layarnya.
Terjadi pembunuhan di sebuah hotel xxx dengan korban bernama lee yujin yang di temukan tergeletak mengenaskan dengan luka tusuk di punggung bersama seorang wanita yang di duga kerabatnya.
Menurut saksi, wanita itu. Pelaku secara tiba-tiba masuk lalu menusukkan pisau di punggung korban hingga korban tewas di tempat akibat kehabisan darah.
Terduga pelaku di identifikasi bernama jeon jungkook seorang pria-,
Taehyung tak mampu melanjutkan membaca ke artikel selanjutnya sebab ponsel itu sudah jatuh dari genggamannya
.
"Jadi kemana kau akan pergi? " Tanya yugyeom.
Jungkook kini tengah berada di basecamp untuk berpamitan pada teman-temannya.
Dia sudah menceritakan semuanya tanpa terkecuali termasuk pekerjaan penghilangan nyawa yang dia lakukan.
Awalnya ketika mereka tahu jungkook akan mengambil pekerjaan itu, mereka semua menentang dan mencoba mencegah pria itu, sebab seburuk buruknya mereka. Mereka tidak akan berani melakukan pekerjaan kotor itu mengingat konsekuensi yang akan di terima nanti, baik itu berupa hukum penjara maupun hukum karma.
Namun sayangnya pria itu tetap keukeuh, lagi pula dia tidak meminta persetujuan yang lain. Jadi suka tidak suka jungkook akan tetap melakukannya.
Karena ketika itu jungkook tak memiliki pilihan, Jika dia tidak melakukannya maka orang-orang biadab itu akan membunuh dirinya dan taehyung.
Oleh sebab itu teman-temannya pun tidak bisa berbuat lebih untuk mencegah jungkook karena mereka pun tak bisa membantu pria itu.
"Daegu, Aku membeli sebuah rumah di sana. Taehyung mengatakan ingin berkebun jadi aku membeli rumah kecil dengan halaman yang cukup luas" Cerita jungkook sambil tersenyum.
Dan mereka semua bersumpah bahwa itu senyum paling tulus yang pernah mereka lihat dari seorang jeon jungkook.
Sepertinya pengorbanan yang dilakukan pria itu akan sepadan dengan hasil yang diinginkannya, dan sebagai sahabat mereka tidak bisa untuk tidak ikut bahagia karenanya.
"Jadi akhirnya kau mendapatkan apa yang kau inginkan huh?"
"Ya hampir!"
"Aku harap hanya kebahagiaan yang akan kau dapatkan selanjutnya kawan! " Ujar Mingyu sambil menepuk bahu jungkook.
Mereka semua adalah saksi hidup bagaimana jatuh bangunnya jungkook dalam melindungi taehyung, sampai pria itu rela melakukan pekerjaan kotor sebagai kurir narkoba demi melindungi taehyung dari kerasnya dunia luar dan memastikannya bisa hidup dengan layak, bahkan sekarang jungkook rela menjerumuskan dirinya sendiri ke dalam kubangan dosa untuk menyelamatkan taehyung.
"Andai saja aku punya keberanian seperti mu" Lanjut mingyu.
"Kau masih bersama wonwoo?" Jungkook mengambil korek diatas meja kemudian mematiknya untuk menghidupkan rokok.
"Ssshhh...huuuuffftt..." Dia menyesap rokoknya dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan-lahan yang mana membuat ruangan itu pun seketika penuh asap rokok yang keluar dari mulut jungkook.
"Ya!" Tanpa permisi Mingyu mengambil rokok yang diapit antara jari tengah dan telunjuk jungkook, kemudian menghisap nya dalam sampai memenuhi tenggorokannya.
"Aku do'a kan yang terbaik untuk kalian berdua." Jungkook menepuk bahu mingyu dua kali.
Dia bisa sangat mengerti dengan keadaan pria itu, Karena dia sendiri pun mengalaminya.
Bagaimana sulitnya menjalin hubungan di bawah bayang-bayang hidup dalam kegelapan.
Selalu merasa takut dan terancam setiap saat, setiap langkah yang di ambil harus di sertai dengan kehati-hatian hanya untuk membuat mereka tetap bertahan hidup, ibaratnya mereka tengah berdiri di ujung tebing dalam keadaan terkepung dengan di kelilingi segerombol kawanan serigala, dimana jika mereka salah sedikit dalam mengambil langkah maka mereka akan berakhir mati dengan menjadi santapan para kawana serigala itu atau jatuh terperosok kedalam jurang.
"Do'akan aku agar aku pun bisa seperti mu suatu saat nanti!"
Bukan hanya Mingyu, tapi mereka semua kagum pada besarnya cinta jungkook pada taehyung, mereka sudah sering melihat bagaimana hancurnya dan bahagianya pria itu karena taehyung, pria itu bahkan sampai rela mengorbankan nyawanya sendiri untuk sang pujaan hati.
Dan untuk itu mereka semua akui bahwa mereka belum pernah melihat cinta yang lebih besar dan tulus dibandingkan dengan cinta jungkook pada taehyung.
-
-
-
Tbc
Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romancejeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
