part 32

288 34 12
                                        

Hii... I'm back
Thank you soooo muchhh buat kalian yang setia nunggu cerita aku. I'm so happy kalo ceritaku bisa menghibur kalian
Terimakasih juga untuk vote dan komenya percayalah vote dan komen kalian itu bikin aku semangat buat terus up cerita ini... Your comment is very precious for me...

So up kali ini aku khususkan buat kalian and special Taehyung birthday ❤
Hope u guys enjoy the stories
See u on the next chapter🥰
Oh ya jangan lupa bahagia ya klian love youu😘❤❤

.
.
.

"Dia terlihat baik-baik saja" Mingyu menyerahkan ponselnya pada Jungkook.

Dalam layar itu menayangkan sebuah video singkat dimana Taehyung tengah tertawa bersama seojun di sebuah restoran.

Jungkook meremas ponsel Mingyu hingga kuku jarinya memutih. Bagaimana bisa Taehyung tertawa tanpa beban seperti itu setelah menjebloskannya ke penjara. Apa ia tak menyesal atau sedikit memikirkannya.

Jungkook segera meletakan ponsel mingyu ke atas meja, ia tak mampu menyaksikan video tak senonoh itu lebih lama lagi.

"Kau bawa rokok?"

Mingyu mengeluarkan sebungkus rokok dari sakunya.

"Bukan rokok ini!"

"Kau gila menyuruhku membawa ganja ke kantor polisi!" Refleks mingyu mengeraskan suaranya namun sedetik kemudian dia tersentak lalu menoleh ke sekeliling memastikan tidak ada yang mendengar ucapannya tadi.

"Jadi apa keputusanmu?" Tanya mingyu setelah merasa aman kalau ucapannya tak terdengar oleh siapapun.

"Entahlah!" Hidupnya tak berarti tanpa Taehyung sejak awal Jungkook sudah mendedikasikan hidup hanya untuknya tapi kini Taehyung meninggalkannya jadi untuk apa dia bertahan.

"Kenapa tidak menurut saja pada ayahmu, kurasa itu yang terbaik untuk mu sekarang! "

"Tak ada yang terbaik, aku bahkan tak berniat melanjutkan hidup! "

"Jangan begitu ikut saja dengan ayahmu siapa tahu dengan begitu kau akan sedikit lebih waras"

Jungkook menghela nafas lelah, entahlah sekarang dirinya sudah pasrah bahkan jika harus mati dipenjara pun tak apa.

.

"Aku sudah mengurus semuanya kau sudah bisa keluar dari sini!"

Dan akhirnya Jungkook benar-benar pasrah ketika sehun membawanya ke Amerika.

"Istirahat dulu, kita akan berangkat nanti malam!" Sehun mengelus kepala Jungkook sebentar sebelum meninggalkannya.

Jungkook masuk ke dalam kamar yang sama ketika dia bangun pertama kali di rumah ini.

Merebahkan tubuhnya di atas kasur. Pandangannya menerawang ke langit-langit kamar.

Tak pernah terbayangkan kalau akhirnya dia dan Taehyung sungguh berpisah, Jungkook kira mereka akan terus bersama selamanya karena itu juga Jungkook mau melakukan pekerjaan kotor itu.

Jungkook butuh penjelasan Taehyung kenapa ia melakukan ini padanya, di samping dari dosa yang sudah ia lakukan tapi haruskah Taehyung mengkhianatinya seperti ini. Namun ditengah kekecewaannya ada satu dalam diri Jungkook yang masih yakin terhadap Taehyung.

Jadi dengan mengandalkan keyakinannya Jungkook bergegas bangun, tujuannya adalah flat mereka. Jungkook harap ia akan menemukan alasan dirinya untuk tetap tinggal.

Setelah memakan waktu cukup lama akhirnya ia sampai.

Hening yang didapat ketika ia melangkah masuk. Keadaannya cukup berantakan jika dibandingkan dengan saat keduanya masih bersama menghuni flat ini. Tanpa perlu Jungkook mengeluarkan suara ia sudah tahu kalau tempat ini kosong tak ada seorang pun disini semua barang Taehyung pun sudah hilang. Jungkook mencelos menyadari Taehyung sudah benar-benar pergi dan tak ada lagi harapan baginya.

.

Jungkook berjalan melewati deretan toko berjejer dipinggir jalan. Ia sengaja pulang dengan berjalan kaki karena ingin mengenang tiap sudut jalanan kota seoul sebelum ia pergi tanpa tahu kapan kembali.

Jungkook sedikit tersentak saat benda dalam sakunya bergetar, ia pun merogoh benda itu kemudian alisnya mengkerut membaca sederet pesan dari sehun yang memberi tahu jam penerbangan mereka. Jungkook mengantongi kembali ponselnya kemudian melanjutkan lagi perjalanannya namun sesuatu depan matanya membuat Jungkook Tiba-tiba terpaku. Tak jauh dari tempat Jungkook berdiri Taehyung tengah berciuman mesra dengan seojun. Mata Jungkook bergetar melihat kemesraan mereka nafasnya dua kali menjadi lebih cepat.

Ia pun berbalik kemudian melangkah cepat meninggalkan jalanan itu.

.

Taehyung telah selesai mengurus segala sesuatu untuk keberangkatannya ke Jepang.

Dia tersenyum melihat dokumen ditangannya. Sebelum menggenggamnya erat dan keluar menemui seojun yang setia menunggu.

"Maaf Hyung kau menunggu lama ya"

Seojun menggeleng dua kali "Bagaimana kau mendapatkannya? "

Tanpa menjawab Taehyung menunjukan dokumen ditangannya dengan wajah berseri dan seojun bersumpah bahwa itu senyum paling indah yang pernah ia lihat selama hidupnya.

"Syukurlah" seojun tak bisa untuk tidak ikut bahagia melihat Taehyung.

"Kau ingin mampir dulu sebelum pulang?"

"Kurasa tak ada"

"kalau begitu bagaimana kalau kita makan dulu!"

Taehyung mengangguk senyum kotak masih menghiasi wajahnya.

Akhirnya Mereka memilih restoran thailand sebagai tempat untuk mengisi perut. Keduanya sudah duduk dan makan dengan khidmat. Sesekali seojun akan mencuri pandang pada Taehyung yang fokus menikmati makanannya.

"Kerang disini sangat enak dan juga besar aku tidak menyangka kalau makanannya akan seenak ini aku pikir karena kerangnya besar dan mentah akan menimbulkan bau amis tapi ternyata tidak?" Taehyung begitu antusias menceritakan kesannya saat mereka berjalan meninggalkan restoran.

"Kau suka? "

Tanpa ragu Taehyung mengangguk berkali kali.

"Lain kali kita kembali lagi kesini" Taehyung semakin senang mendengarnya dan seojun tak bisa berpaling melihat wajah cantik Taehyung merona bahagia.

"Taehyung aku ingin bicara sesuatu!" seojun menghentikan langkah tepat ketika mereka keluar dari restoran

"Ya! " Taehyung menatap seojun polos menanti apa yang akan pria itu katakan.

"Aku menyukaimu"

Taehyung mengerjap, matanya berkedip dua kali "Ah benarkah? "

Ia bingung mendeskripsikan suka yang seojun sebutkan. Apakah ia orang baik seperti apa yang ibu panti katakan padanya, dimana orang-orang akan menyukainya jika ia menjadi anak baik

Seojun tak tahan melihat ekspresi Taehyung yang terlihat sangat menggemaskan ia pun menangkup pipi anak itu kemudian mencium bibirnya.

Taehyung tersentak, ia berkedip beberapa kali. Seojun melumat bibirnya lembut ia melihat pria itu memejamkan matanya.

Seojun melepaskan ciumannya melihat Taehyung melongo dengan wajah merah.

"Kau menggemaskan sekali! " Seojun mengusap surai Taehyung melampiaskan kegemasanya.



-
-
-

Tbc

Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤

bad thingsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang