Prangggg….
Gelas dan semua benda di atas meja itu jatuh berhamburan ke bawah setelah jungkook dengan keras membanting meja tersebut.
Brakkk...
Lalu dia menendang sebuah sofa usang sampai bergeser cukup jauh dari tempatnya.
Tak ada tempat yang jungkook tuju selain Basecamp untuk melampiaskan amarahnya. Dan entah ini kebetulan atau tidak tapi keadaan disana tengah kosong saat ini, hingga jungkook leluasa untuk melampiaskan amarahnya.
Keparat! Saat ini kepalanya terasa di bakar, sialan sekali wanita itu berani membuka mulut padahal sebelumnya dia berjanji untuk tidak buka suara sebelum jungkook melepaskannya.
Seharusnya saat itu dia sekalian membunuhnya saja, peduli setan dengan anak wanita tersebut.
"Arrghhhh... " Jungkook berteriak kencang sambil meremas kepalanya.
Sekarang hal yang jungkook takutkan terjadi taehyung menatapnya dengan penuh kebencian bahkan sekarang dia ingin meninggalkannya yang mana hal itu membuat dia sangat takut.
Jungkook pun duduk di atas sofa sembari menunduk dan meremat kepalanya yang mendadak pening.
Tidak! Jungkook tak bisa membiarkan taehyung meninggalkannya, bisa-bisa dia mati jika taehyung melakukan itu.
Dia pun mengambil bungkus rokok dan korek dari dalam saku celananya kemudian mengambil satu batang dan mengapitnya diantara celah bibir sebelum menyalakannya dengan korek api.
"Ssshhh.... Hufffttt... " Jungkook menghembuskan asap rokoknya.
Maka sekarang yang harus jungkook lakukan adalah mendinginkan kepalanya lebih dulu sebelum pulang dan membawa taehyung pergi ke tempat yang sudah jungkook beli, sesuai rencana sebelumnya dan setelah itu semuanya pasti akan baik-baik saja. Ya, pasti begitu!
.
Taehyung tersentak ketika mendengar ponselnya berdering menandakan telepon masuk, dengan susah payah dia pun meraih ponselnya di atas nakas.
"Seojun! " Ucap taehyung pelan begitu melihat nama sang penelepon.
.
"Kau baik-baik saja?" Tanya seojun menatap taehyung yang kini duduk di sampingnya.
Pasalnya kini taehyung terlihat cukup menghawatirkan dimana sudut bibirnya berdarah, tulang pipinya tampak memar, serta matanya bengkak seperti habis menangis, dan yang paling mengherankan adalah ketika dengan mudahnya taehyung menerima tawarannya untuk bertemu, sebab biasanya dia akan selalu beralasan untuk menolak.
"Aku tidak menyangka Namsan tower dimalam hari ternyata sangat indah!" Ujar taehyung tanpa menjawab pertanyaan pria itu, sembari matanya menatap kerlap kerlip lampu.
"Kau belum pernah kesini?"
Taehyung menggeleng.
"Ini akan lebih indah saat musim dingin datang"
"Aku harap bisa melihatnya"
"Kita bisa melihatnya bersama nanti" Taehyung menoleh ke arah seojun, mata keduanya bertemu.
"Aku harap kau akan terus bahagia taehyung!"
Tiba-tiba Taehyung tersenyum kecil.
"Menurutmu aku bisa bahagia?"
"Tentu saja kalau kau mau mencari dan memperjuangkannya!"
.
Setelah merasa dirinya sudah tenang Jungkook memutuskan untuk segera pulang sebab dia dan taehyung akan melakukan pindahan malam ini.
Namun ketika ditengah perjalanan jungkook merasa ada seseorang yang mengikutinya, dia pun menoleh kebelakang lalu melihat sekeliling tapi tak menemukan siapa pun selain lampu penerangan jalan.
Jungkook sudah menduga cepat atau lambat hal ini pasti akan terjadi. Bosnya tak akan membuang buang waktu untuk segera melenyapkan dirinya dan taehyung.
Jungkook pun kembali melanjutkan jalannya namun lagi lagi perasaan itu kembali datang, dimana dia merasa seseorang tengah mengawasinya.
Dia pun mempercepat langkahnya dan terdengar suara ketukan sepatu yang semakin jelas di belakang, Jungkook segera mengambil langkah belok memasuki sebuah gang yang sangat gelap.
Tak berselang lama setelah jungkook hilang dalam kegelapan, seorang pria dengan setelah serba hitam dan masker hitam berhenti ditengah gang yang sama sembari menolehkan kepala kesana kemari seperti tengah mencari sesuatu, namun pria itu tak dapat menemukan apapun selain sorot lampu remang-remang, dia pun berbalik dan, -
Bughhh...
Secara tiba-tiba dia jatuh terjerembab ke aspal setelah mendapat sebuah tonjokan keras di pipinya.
Jungkook langsung menarik kerah baju pria itu lalu menyudutkannya ke tembok.
"Kenapa kau mengikuti ku sialan?" Tanya jungkook geram.
Pria itu tak menjawab, hanya menatap mata jungkook yang mana hal itu membuat jungkook semakin naik pitam.
Bughh...
Dia pun menonjok lagi wajah pria itu hingga membuatnya jatuh ke tanah.
Bugh... Bugh... Bugh...
Lalu Jungkook duduk diatas perut pria itu dan memukuli wajahnya berkali kali, namun anehnya pria itu tak melawan sama sekali yang mana membuat jungkook semakin kesetanan, dan menghajar wajah pria itu terus-menerus.
"Katakan apa yang kau inginkan?" Teriak jungkook di depan wajah pria itu yang sudah berdarah-darah.
Namun Lagi lagi pria itu hanya diam membisu.
Jungkook pun mengangkat tangannya hendak melayangkan pukulan lagi, namun sebelum terjadi pria itu sudah lebih dulu menangkis tangan jungkook kemudian dia bangun lalu memutar tangan jungkook kebelakang, gerakan pria itu sangat gesit sampai jungkook tak sempat untuk melawan. Dengan cepat pria itu merogoh sapu tangan dalam sakunya kemudian membekap mulut jungkook hingga tak lama kemudian dia pun jatuh pingsan.
-
-
-
Tbc
Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romantiekjeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
