part 29

269 32 9
                                        

"Jeon Jungkook seseorang mengunjungi mu!" Petugas penjaga sel No.309 membuka gembok jeruji besinya.

Jungkook pun berdiri mengikuti petugas sipir dengan baju tahanan dan wajah penuh luka lebam.

"Kau beruntung karena ayahmu seseorang yang berpengaruh sebab jika tidak bukan disini kau akan berjalan melainkan aku akan mengantarmu ke tempat eksekusi"

Mereka melangkah melewati lorong minim cahaya di kanan dan kirinya berjejer pintu-pintu besi dengan bermacam-macam penghuni.

"Sial dia berani melawan sekarang"

Suara itu berasal dari sel sebelah kanan Jungkook.

Bugh...

Arghh...

Orang itu meninju perut seorang pria gendut yang dipegangi dua orang di setiap sisi-Nya. Wajah pria gendut itu sudah penuh lebam bahkan tubuhnya pun sudah terlihat lemas tapi orang-orang di dalam sel masih terus menghajarnya sementara petugas sipir yang berjalan di depan Jungkook tampak tidak memperdulikan seolah dia tidak melihat.

Jungkook melihat ada banyak perbedaan keadaan di dalam setiap sel. Satu sampai dua sel terlihat tenang tanpa keributan penghuninya hanya duduk diam mengamati dengan wajah yang cukup menyeramkan atau juga beberapa sel yang rusuh entah mereka berkelahi atau meracau tidak jelas seperti hilang kewarasan.

Setelah melangkah cukup jauh akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan, tampak lebih hidup dengan berlalu lalangnya para anggota kepolisian pun dengan keadaan ruangan yang lebih terang dibandingkan dengan lorong sebelumya. Mereka melewati beberapa pintu sebelum akhirnya tiba di depan pintu bertuliskan jendral.

Ceklek

"Masuklah!" Sipir itu membuka pintu tersebut.

Jungkook pun masuk ke dalam, terlihat ayahnya tengah duduk bersama seorang pria paruh baya berseragam.

Ceklek

Pintu di belakangnya tertutup tanpa sipir itu masuk.

"Jungkook duduklah nak!" Sehun langsung menegakkan tubuhnya begitu melihat Jungkook datang.

Ia pun mengambil posisi duduk di sofa sebelah Sehun.

"Kalau begitu saya akan meninggalkan anda bersama tuan Jungkook"

Sehun mengangguk, pria itu pun berdiri kemudian keluar dari ruangannya sendiri.

"Kenapa kau selalu ada dimana-mana?" Kata Jungkook setelah pintu tertutup sembari menyenderkan kepalanya di sandaran sofa dan memejamkan mata.

Sial punggungnya sakit akibat dari perkelahiannya melawan 10 orang tahanan satu selnya.

"Ssttt.. Awww... " Spontan Jungkook membuka matanya dan mendelik ke arah Sehun yang sekonyong-konyong menekan memar di pipinya.

"Jadi kau menang atau kalah?" Tanya sehun terdengar mengejek.

"Bukan urusanmu!" Jawabnya judes, lalu kembali memejamkan mata

Sehun terkekeh, dia menghisap rokoknya sebelum kembali berujar.

"Baru saja keluar dari rumah sakit sepertinya kau harus kembali kesana!"

"Tidak usah berlebihan luka seperti ini sudah biasa untukku!"

"Bukan luka di wajahmu, tapi organ dalam tubuhmu yang kembali terluka!"

"Sebenarnya apa yang ada dalam pikiranmu kau tahu kau baru saja overdosis heroin kenapa menggunakannya lagi hanya selang 2 hari dari itu!"

Begitu sampai di kantor polisi Jungkook memang menjalani interogasi dan beberapa tes, salah satunya tes urine dan semua hasil tes itu sampai ke tangan Sehun.

bad thingsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang