"Taehyung makan dulu!" Ujar Jungkook di depan pintu kamar, menatap Taehyung yang tengah tidur menyamping di atas kasur.
"Taehyung!" Panggil Jungkook lagi sebab tak ada sahutan.
Dia pun berjalan masuk ke dalam kemudian berdiri di depannya, yang mana membuat Taehyung langsung menatap Jungkook tajam.
"Taehyung makan!"
"Kau puas?"
Taehyung bangun dengan mata sembab dan wajah berantakan.
"Kau puas sudah membuat hidupku hancur?"
"Jangan mulai Taehyung!"
"Kau memang tak tahu diri, setelah ini apa lagi yang akan kau lakukan padaku, kau akan menyuruhku berjalan diatas pecahan kaca?"
Jungkook mengusap mulutnya menahan sabar. Kemudian menatap Taehyung lembut "Kau mau makan disini?"
Taehyung tersenyum remeh, namun dari sorot matanya dia terlihat sangat lelah. Kantung hitam tercetak jelas dimatanya.
"Apa yang kau tunggu, kenapa tidak menyuruhku melakukannya sekarang bukanlah kau suka melihatku menderita!"
Jungkook memalingkan wajahnya, menahan emosi yang mulai menyeruak.
"Aku akan ambilkan makanannya!" Ujar pria itu sebelum keluar dari kamar.
Tak lama Jungkook kembali sembari membawa semangkuk bubur dan segelas air putih.
"Kau mau aku suapi?"
Taehyung menatap Jungkook benci kemudian,-
Prangg....
Dia menepis tangan Jungkook yang memegang mangkuk dan gelas hingga benda itu pecah membuat isinya berserakan di lantai.
Plakkk....
Tanpa bisa dicegah tangan Jungkook langsung melayangkan tamparan ke pipi Taehyung hingga bunyinya menggema di ruangan.
Jungkook menarik rambut Taehyung membuatnya mendongak kearahnya.
"Jangan melewati batas Taehyung, aku sudah cukup bersabar menghadapi kau yang seperti ini!" Ujar Jungkook dengan nada dingin.
Mata Taehyung berkaca-kaca bibirnya bergetar menahan tangis, tak dipungkiri kalau dirinya masih sangat takut melihat kemarahan Jungkook namun disaat bersamaan dia juga merasa sangat benci pada pria itu.
"Kalau begitu bunuh saja aku sekarang, lebih baik aku mati daripada hidup denganmu!"
Bughh...
Jungkook menonjok wajah Taehyung hingga sang empunya telentang ke atas kasur.
Duaghhh...
"Jaga mulutmu sialan atau aku benar-benar akan membunuh mu!" Teriak Jungkook sembari menendang Taehyung.
Taehyung meringkuk melindungi diri dari sakitnya tendangan tendangan Jungkook.
Jungkook membalikan bahu Taehyung kemudian mencengkram pipinya.
"Sekali lagi kau bicara macam-macam aku akan mematahkan kakimu agar kau tidak bisa berjalan, ingat itu!" Dia menghempas kasar kepala taehyung kemudian keluar kamar sembari membanting pintunya keras.
Brakkk...
Pranggg...
Bughh...
Taehyung memejamkan matanya mendengar Jungkook mengamuk di luar. Air matanya mengalir semakin deras. Ia meremas sprei dibawahnya sembari terus terisak pilu demi tuhan ia sangat membenci Jungkook.
"Argghhhh.... " Jungkook berteriak sembari menarik rambutnya. Darah segar menetes dari buku-buku jari akibat pecahan kaca yang ia tonjok.
Lagi-lagi Jungkook tak bisa menahan emosinya ketika menghadapi Taehyung. Lagipula kenapa Taehyung harus terus membantah serta melayangkan kebencian terhadapnya tak bisakah kali ini saja Taehyung memaafkan kesalahannya. Jungkook tahu dia sudah sangat berdosa tapi tak bisakah Taehyung menerimanya kembali. Sial sikap Taehyung itu membuat Jungkook sangat frustasi.
Dia pun berjalan ke dapur kemudian membuka laci kabinet bawah, mengambil tabung kecil dari sana kemudian kembali ke ruang depan. Dia mulai mengeluarkan serbuk putih dari dalam tabung tersebut kemudian menghirup semuanya masuk kedalam hidung hingga beberapa menit kemudian Jungkook jatuh tertidur.
.
Tok... Tok... Tok...
Jungkook terusik ketika mendengar gedoran pintu di luar, dengan mata setengah terbuka ia menatap ke arah pintu yang masih terus diketuk.
Tokk... Tok... Tok...
Dia pun berdecak kesal, siapa orang yang berani datang ke rumahnya. Terpaksa Jungkook bangun kemudian berjalan ke arah pintu.
Ceklek
"Selamat siang, dengan saudara Jeon Jungkook, kami dari kepolisian Seoul menerima perintah penahanan anda atas tuduhan pembunuhan!"
Belum nyawa Jungkook terkumpul sepenuhnya tiga orang polisi itu berdiri di hadapannya bicara dalam satu tarikan nafas kemudian dengan sigap dua orang lainnya langsung memborgol tangan Jungkook bahkan sebelum dia sempat memproses keadaan.
"Apa yang kalian lakukan? sial lepas!" Sontak Jungkook berontak berusaha lepas dari cengkraman dua polisi itu.
"Terimakasih kasih atas kerja samanya tuan Taehyung!"
Deg
Jungkook menoleh ke belakang dimana Taehyung tengah berdiri sembari menatap ke arah mereka.
Apa? Apa Taehyung yang menelpon polisi.
"Tuan Taehyung bisakah anda mendatangani surat ini!"
"Tentu!" Dengan wajah dingin Taehyung berjalan tanpa memperdulikan tatapan Jungkook. Dia mendatangani surat ditangan polisi itu.
"Terimakasih tuan!"
"Bawa dia!" Perintah polisi itu.
Dua orang polisi yang memegangi Jungkook pun memaksa Jungkook untuk jalan, sedangkan ia sendiri terus menatap kearah Taehyung yang masih menatap kearahnya dengan pandangan dingin seolah dia bukan Taehyung yang ia kenal.
Apa benar Taehyung yang telah melaporkannya? Kenapa dia hanya diam melihatnya diseret polisi? Jungkook merasa hatinya benar-benar hancur. Taehyung sudah mengkhianatinya disaat Jungkook mati-matian memperjuangkannya. Kenapa?
.
Masih dengan isak tangisnya Taehyung meraih ponsel diatas nakas, suara Jungkook mengamuk masih terdengar dibalik pintu kamar.
"Halo!"
"aku ingin melapor kalau Jungkook ada di sini!"
"Ya baiklah!"
Taehyung menutup panggilan teleponnya kemudian menutup telinga dengan dua tangan, diluar suara pecahan kaca dan barang-barang dibanting terdengar semakin kencang.
.
Taehyung tak memutus kontak mata antara dirinya dan Jungkook walaupun disaat yang bersamaan hatinya ikut merasa sakit mendapati kekecewaan dari sorot mata pria itu namun sekuat tenaga Taehyung menahan air mata yang memaksa keluar dan setelah Jungkook masuk kedalam mobil polisi saat itulah Taehyung tak mampu membendungnya lagi, ia jatuh ke tanah menangis meraung-raung melihat mobil polisi mulai menjauh dari flatnya.
-
-
-
Tbc
Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romancejeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
