"Menurutmu Taehyung akan bahagia dengan keputusanmu?"
"Tentu saja!"
"Kau dengar dari mulut Taehyung sendiri?"
"Tidak, tapi akan ku pastikan dia bahagia!"
Sehun menatap Jungkook lekat, keras kepala sang anak mengingatkannya tentang dirinya sendiri.
"Jungkook, kau tahu apa yang membuatku menyesal hingga sekarang?"
Jungkook tak menjawab tapi dia mendengarkan.
"Aku menyesal karena membiarkan ibumu tetap berada di sisiku, jika saja dulu aku menjauhinya mungkin sekarang dia sedang menjalani hidupnya dengan baik!"
"Ingat Jungkook sudah berapa banyak bahaya mengancam kalian terutama Taehyung ketika ia bersamamu"
Setelah mengetahui kalau Jungkook adalah anak kandungnya saat itu juga Sehun langsung mencari tahu semua latar belakang sang putra, dan mendapati kenyataan kalau Jungkook terjerumus pada hal kotor seperti dirinya membuat Sehun merasa sangat gagal menjadi seorang ayah.
"Ancamannya bukan hanya berasal dari luar namun juga dari dirimu!"
"Aku tidak menyakitinya!" Sangkal Jungkook cepat.
"Benarkah, bagaimana dengan kekerasan yang kau lakukan? "
"Aku tidak sengaja melakukan itu!" Suara Jungkook meninggi.
"Tidak sengaja namun melakukannya berkali-kali!"
"Dia melakukan kesalahan oleh karena itu aku memukulnya!"
"Lalu kenapa kau memukulnya!" Sehun tetap tenang menjawab sang putra walau ia mulai tersulut emosi.
"Aku bilang aku tidak sengaja, sial aku tidak tahu kenapa tidak bisa mengendalikan emosi, semuanya keluar begitu saja! " Ujar Jungkook dengan kata yang berantakan.
"Itu karena pengaruh narkotika yang sering kau gunakan, kau akan menjadi gila setelah kecanduan dengan barang haram itu"
Jungkook memainkan tangan dengan gelisah. Perkataan sehun mampu mengusik dadanya.
Setiap kali memukul Taehyung Jungkook selalu merasa menyesal setelahnya. kewarasannya langsung kembali dalam waktu satu detik melihat Taehyung terluka dan menangis ketakutan. Namun entah kenapa dia tetap tak bisa menahan amarahnya jika sedikit saja Taehyung melakukan kesalahan.
"kau harus memperbaiki dirimu sendiri! jika menurutmu kau tak memerlukannya maka lakukanlah untuk Taehyung agar setidaknya dia aman ketika bersamamu!"
Sehun tak mau Jungkook menyesal seperti dirinya. Kehilangan orang terkasih akibat perbuatannya sungguh menyakitkan.
Bukan tidak mungkin jika suatu saat Jungkook membunuh Taehyung demi memuaskan obsesi gilanya.
"Tidak ada yang perlu diperbaiki aku tetap akan membawanya ke Daegu, kami akan memulai hidup baru di sana! "
Jungkook berusaha meyakinkan diri kalau ia dan Taehyung akan baik-baik saja seperti rencana awal.
Jungkook sudah membeli rumah dengan halaman cukup besar untuk mereka tinggal. Taehyung bisa berkebun seperti apa yang selalu ia ceritakan. Untuk sekarang mungkin Taehyung masih marah karena terkejut. Dan Jungkook akan mengalah sedikit dengan memberikan Taehyung waktu untuk menangkan diri. Namun setelah itu dia akan kembali menjemput Taehyung lalu membawanya untuk memulai hidup baru. Jungkook yakin kalau Taehyung akan bahagia bersamanya, seperti dirinya yang bahagia hidup bersama Taehyung.
"Kalau begitu kau tidak benar-benar mencintai Taehyung!"
Jungkook mendelik tak terima. Sudah jelas dia rela mati untuk Taehyung.
"Itu benar, kau memilih membuatnya menderita dengan tetap menahannya bersamamu yang bahkan lebih berbahaya dari ancaman-ancaman diluar sana daripada melepasnya untuk hidup bahagia sesuai keinginannya!"
"Jangan asal bicara kau tak tahu apapun, jangan kira dengan mencari tahu tentangku kau tahu segalanya! "
"Mungkin memang begitu tapi aku tahu hidup bersama dengan seorang pecandu itu lebih buruk dari Menggelandang dijalanan. "
"Simpan saja pendapatmu untuk dirimu sendiri!"
"Itu bukan pendapat melainkan kenyataan! "
"Akuilah Jungkook seberapa bahagia Taehyung hidup bersamamu? Apa kau pernah mendengar Taehyung bercerita tentang impiannya atau apakah kau pernah melihat dia tertawa lepas tanpa alasan besar?"
Seketika Jungkook langsung memutar kilas balik memori kehidupannya selama bersama Taehyung. Taehyung memang jarang tertawa bersamanya tapi Jungkook sering mendengar Taehyung bicara entah itu hanya bualan omong kosongnya atau impiannya untuk berkebun namun dibalik itu Jungkook juga sering melihat Taehyung merenung d depan jendela menatap para pejalan kaki atau kumpulan anak-anak yang baru pulang dari sekolah.
Jungkook juga ingat bagaimana binar mata Taehyung ketika menatap seojun bagaimana lembutnya senyum yang Taehyung tunjukan pada pria itu sungguh berbeda dengan saat ia menatap dirinya, hanya ada sorot mata ketakutan dan senyum paksaan yang terpancar.
"Aku dengar dia menerima beasiswa ke Jepang, itu adalah kesempatan bagus untuknya yang memang ingin menjadi dokter! "
Sehun menatap ke dalam mata Jungkook ketika sang anak menoleh kearahnya.
"Sedangkan bersamamu tak akan ada masa depan, kau akan terus mengurungnya dalam istana yang kau ciptakan sendiri. tak membiarkan dunia luar menjamahnya karena kau takut musuh-musuh mu diluar sana akan menyakiti Taehyung. Namun kau lupa bahwa bahaya sebenarnya itu ada dalam dirimu sendiri"
Deg!
Jungkook merasa dadanya dijatuhi batu besar. Ucapan sehun telak memukul nuraninya.
Matanya masih terpaku menatap mata sang ayah yang entah kenapa membuat Jungkook menyadari sesuatu namun juga tak ingin dia akui.
Dengan cepat Jungkook pun mengalihkan pandangannya.
"Sok tahu sekali!"
Sehun mengedikkan bahu acuh kemudian menyandarkan punggungnya di sofa.
"Mengeluarkan mu dari sini akan membutuhkan sedikit waktu mungkin 2 sampai tiga hari mengingat kasus mu yang tidak biasa dan selama itu kau akan di pindahkan ke sel khusus."
"Kenapa harus sel khusus?" Tanya Jungkook polos.
"Agar orang-orang satu sel mu tak memukuli putra kecilku lagi!" Guyon sehun
"Ck aku tidak peduli!" Sontak Jungkook berdecak sebal dan apa-apaan panggilan putra kecilku sejak kapan Jungkook menjadi putra kecil pria tua itu. Menyebalkan!
Sehun tertawa ringan. Bisa dekat dan berbicara dengan Jungkook membuat sehun sangat bahagia.
"Kau tenang saja aku akan segera mengeluarkan mu dari sini tapi setelah itu kau ikut aku ke Amerika!"
"Tidak mau! Kau maksa sekali!
"Kau harus! Negara ini sudah memasukan mu kedalam daftar hitam karena catatan kriminal yang kau lakukan terlalu banyak dan berbahaya!"
"Ya sudah tak usah keluarkan aku. Lagipula kalau bukan karena Taehyung aku tak berniat bebas!"
"Sepertinya kau sangat suka tinggal di penjara. Baiklah kalau memang begitu aku akan memasukan mu ke penjara Alcatraz jangan khawatir!" Sehun menepuk-nepuk pundak Jungkook sebelum keluar dari sana.
-
-
-
Tbc
Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romansajeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
