"Ya begitulah!"
"Lalu sekarang dimana jungkook?"
"Aku tidak tahu!"
Setelah para polisi pergi Taehyung merasa sangat ketakutan hingga tanpa pikir panjang dia langsung menghubungi seojun untuk datang. Alhasil disinilah mereka sekarang berjalan bersandingan di sekitar sungai Han sembari mendengar Taehyung bercerita.
Seojun menghentikan langkahnya yang mana otomatis diikuti Taehyung.
"Apa kau mau menginap di tempatku dulu?" Tanya Seojun menengok ke arah Taehyung.
"Maksudku, polisi nanti pasti akan datang lagi dan sekarang kita tidak tahu dimana keberadaan jungkook, aku takut kalau polisi-polisi itu malah berbuat sesuatu padamu karena berpikir kau sengaja menyembunyikannya"
Taehyung tergugu, itu benar mengingat saat bagaimana para polisi itu menatapnya penuh selidik lalu tiba-tiba mengancamnya.
"Tidak perlu hyung, aku yakin jungkook akan segera pulang!" Taehyung merasa tidak enak merepotkan Seojun jika menumpang ditempatnya
Lagi pula Jungkook tidak pernah pergi terlalu lama jika mereka tengah bertengkar, mungkin pria itu akan kembali nanti malam.
"Kau yakin?" Tanya Seojun memastikan. Pasalnya dia benar-benar khawatir pada Taehyung.
"Tentu!"
"Baiklah tapi kalau terjadi sesuatu segera kabari aku!" Ujar Seojun serius.
Taehyung pun mengangguk.
Bughh...
Bughh...
Secara tiba-tiba Seojun dan Taehyung jatuh tersungkur ke aspal ketika sebuah tendangan mendarat di punggung mereka.
Belum sempat Taehyung mengaduh akan rasa sakit di punggungnya, tubuhnya sudah lebih dulu di balikan.
Bughh...
Bughh...
Dua tonjokan menghantam rahang Taehyung dalam jeda waktu sepersekian detik.
Pria itu mencengkram kerah baju Taehyung, sebelahnya lagi mencengkram kuat pipi Taehyung.
Sedangkan satu pria lain tengah menghajar Seojun habis-habisan tanpa mengatakan apapun.
"Dimana jungkook?" Tanya pria itu di depan wajah Taehyung.
Taehyung tak menjawab, dia syok dan juga kesakitan mendapat pukulan di wajahnya.
Bughh....
Satu pukulan lagi mendarat di pipi Taehyung menyebabkan kepalanya pening seketika.
"Dimana jungkook!" Pria itu mengguncang wajah Taehyung.
"A-aku t-idak tahu!"
Sudut bibir Taehyung mengeluarkan darah sedangkan pipinya mulai biru membengkak.
Bughh....
Bughh...
Lagi beberapa pukulan menghantam wajah Taehyung yang mana membuatnya menangis merasakan sakitnya.
Sedangkan di sebelahnya seojun sudah terkapar bersimbah darah diinjak-injak oleh pria yang menyiksanya.
"Aku tanya sekali lagi dimana jungkook?"
Mata Taehyung bengkak, darah mengalir dari pelipis, hidung dan sudut bibir, lalu dia menatap pria itu dengan takut.
"A-aku t-tidak tahu!"
Bughh...
Mendengar jawaban yang tak sesuai harapan pria itu melayangkan tendangan ke wajah Taehyung hingga dia berguling beberapa kali.
"Katakan pada jungkook kalau kami akan menemukannya dimanapun dia berada, lalu setelah itu aku akan membunuhnya dan juga membunuhmu ingat itu!" Bisik pria itu ditelinga Taehyung sebelum meninggalkannya begitu saja.
.
Jungkook menggerakkan jari-jarinya yang berada dalam genggaman sesorang. Alisnya mengkerut ketika hidungnya mencium bau menyengat obat-obatan disertai bunyi alat-alat bising mendengung di telinganya.
Begitu dia membuka mata semua hal yang telihat tampak berbayang namun yang menjadi fokusnya adalah gejolak hebat yang dirasakan perutnya yang mana membuat dia ingin muntah tapi untungnya hal itu masih dapat dia tahan.
Jungkook menatap sekeliling dengan bingung melihat semua hal yang tertangkap berwarna putih bersih, kemudian kepalanya menoleh kesamping mendapati sesosok pria paruh baya tengah menggenggam tangannya sembari memejamkan mata.
Wajahnya langsung menunjukan raut tak suka. Kenapa ada pria itu disini? Dan kenapa pula dia menggenggam tangannya.
Dengan cepat Jungkook menarik tangannya yang mana hal itu membuat sehun bangun.
"Jungkook!" Sehun tampak terkejut, namun disaat bersamaan ada kelegaan juga yang nampak di wajah keriputnya.
"Kenapa aku disini?"Jungkook mengernyit menyadari hidungnya tertancap nasal canula.
"Temanmu membawamu ke rumah sakit setelah menemukan kau overdosis heroin di basecamp!"
Seketika jungkook menghembuskan nafas kasar.
"Berapa lama aku disini?"
"Dua hari!"
"Kenapa kau di sini?" Jungkook menutup matanya dengan lengan.
"Aku langsung kemari saat tahu kau dilarikan ke rumah sakit!"
"Bagaimana kau tahu aku di bawa ke rumah sakit?"
"A-aku, -"
"Kau mengawasi ku!" Sela jungkook yang memang sudah bisa menebak.
Sehun tak menjawab karena memang itu faktanya.
"Bukankah sudah ku bilang untuk jangan pernah muncul lagi di hadapanku? "
"Jungkook aku, -"
"Pergilah!" Usir jungkook. Dia bahkan tak menampakan wajahnya.
"Jungkook!"
"Pergi!"
"Aku minta maaf!" Ucap Sehun cepat
"Maaf karena baru menemui mu sekarang, maaf karena aku meninggalkan mu di panti asuhan!" Sehun menunduk tak kuasa menatap sang putra.
Jungkook merasa hatinya seperti di cubit. kenapa pria ini selalu membawa kesakitan pada dirinya bahkan di saat dia terbaring di bongkar rumah sakit.
"Tidak ada pembelaan yang bisa aku sampaikan, selain aku melakukannya untuk kebaikanmu!"
"Apa kau mencoba mengiba padaku?" Jungkook mengangkat tangannya agar bisa menatap pria tua yang sudah membuangnya.
"Aku bukan orang baik jungkook!" Sehun tetap bicara tak memperdulikan ucapan sarkas sang putra.
Sehun tidak ingin ada kesalah pahaman diantara mereka, walau sang putra mungkin akan lebih membencinya setelah mengetahui alasan kenapa dia meninggalkannya, bagi sehun tak masalah sebab dirinya memang bersalah.
-
-
-
Tbc
Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romansajeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
