Seperti biasa jungkook sudah berdiri di depan sekolah taehyung yang masih sepi karena memang belum waktunya pulang sekolah.
Dia pun menyender di tembok lalu menghisap rokoknya sembari menunggu Taehyung, selang beberapa detik kemudian terdengar sura bel berbunyi nyaring, jungkook langsung mengarahkan matanya ke arah gerbang sekolah yang sedang dibuka security, sontak para siswa dan siswi pun berhamburan keluar termasuk taehyung yang langsung berjalan ke arahnya.
Saat sampai di depan jungkook taehyung menatap pria itu dengan tatapan datar, lalu tanpa mengatakan apa-apa dia pun berjalan mendahuluinya.
Alis Jungkook mengkerut heran, mataya terus mengikuti punggung taehyung yang kini terlihat semakin jauh, dengan cepat dia pun segera menyusul taehyung sebelum dia benar-benar meninggalkannya.
Jungkook melirik taehyung yang duduk di sampingnya sambil menatap ke arah jendela bus. Tidak biasanya Taehyung menjadi sangat pendiam seperti ini, apa taehyung memang masih marah perihal semalam Jungkook tidak mengizinkannya makan di kedai ramyeon.
Tapi mana mungkin, sebab sebelumnya Taehyung tidak pernah marah sampai seperti ini, biasanya dia akan kembali seperti biasa lagi dalam kurun waktu beberapa jam saja, atau paling lama hanya mencapai waktu satu malam
"Taehyung!" Panggil jungkook ketika akhirnya mereka sampai di flat.
Sejak tadi Jungkook sudah sangat menahan diri untuk tidak menanyakan apa yang terjadi padanya.
"Taehyung!" Panggil jungkook lagi sebab taehyung tidak kunjung menyahut.
"Taehyung!" Jungkook pun menarik tangan taehyung lalu membalikan badanya supaya menghadap ke arahnya.
Jungkook tak mengerti kenapa kini taehyung terlihat sangat marah.
"Kau baik-baik saja?" Tanya jungkook khawatir, dia hendak menyentuh pipi taehyung, namun sang empunya lebih dulu menepis tangannya kasar.
"Taehyung ada apa?" Jungkook terkejut tentu saja, taehyung tidak pernah sekasar ini sebelumnya.
Tanpa mengatakan apapun taehyung langsung merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel kemudian mengotak-atik nya sebentar, sebelum dia berikan pada Jungkook.
Masih dengan wajah kebingungannya Jungkook pun mengambil handphone Taehyung kemudian melihat layarnya.
"Apa itu benar?" Tanya taehyung dengan nafas memburu.
"Jawab jungkook apa itu benar?" Teriak taehyung keras sambil air matanya mengalir begitu saja.
Jungkook terdiam, tangannya meremas ponsel taehyung hingga urat-uratnya menonjol, wajah pria itu merah padam menahan marah.
"Kenapa?"
"Lupakan ini taehyung, Kita akan pergi nanti malam" Ujar jungkook sambil berusaha meredam emosinya.
Taehyung terkekeh miris, pipinya sudah banjir air mata.
"Kau pikir kita bisa pergi, polisi sedang mengincar mu jungkook!" Bentak Taehyung.
"Persetan dengan polisi, Kita akan pergi sekarang juga!" Suara Jungkook meninggi, lalu diapun hendak pergi untuk membawa koper.
"Tidak! "
Jungkook langsung menoleh mendengar kata yang keluar dari mulut taehyung. Dia menghampiri taehyung kemudian mencengkram dagunya.
"Hal itu tidak akan mengubah apapun kita akan tetap pergi dari sini!" Kata Jungkook dengan penuh penekanan.
Taehyung menatap jungkook dengan mata yang merah, sekuat tenaga dia mendorong dada jungkook hingga cengkeraman di dagunya terlepas.
"Aku tidak sudi ikut denganmu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Roman d'amourjeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
