part 26

187 19 0
                                        

"Aku memasok ribuan senjata secara ilegal ke berbagai negara, aku pun memasok berpuluh puluh ton narkoba dan memperjual belikan manusia layaknya budak, membunuh 10 nyawa dalam waktu 1 detik bukanlah hal besar untuku"

"Semua orang tunduk kepadaku tak ada yang tak bisa aku lakukan hingga aku merasa bahwa dunia ada dalam genggaman tanganku, semua hal itu membuat aku melupakan segalanya. menjadi manusia kejam bagi musuh-musuh ku atau bahkan orang tak berdaya sekalipun. Dan aku merasakan itu sebagai sebuah kebanggaan!" Sehun merasa jijik pada dirinya sendiri jika mengingat masa lalunya yang benar-benar gelap.

Jerit, tangis, rintihan kesakitan hingga permohonan orang-orang itu tak membuatku iba justru penderitaan mereka membuatku merasa bangga karena mampu menunjukan kekuasaanku!" Kepala Sehun menerawang kembali ketika dengan kejinya dia menyiksa manusia-manusia berdosa maupun tak berdosa yang mana hal itu selalu meninggalkan perih tersendiri di hatinya yang tak akan pernah bisa terobati.

Seketika jungkook membayangkan bagaimana kekejaman sang ayah kala itu yang membuat dia merinding ngeri.

"Namun semuanya berubah saat aku bertemu dengan ibumu luhan" Nada bica sehun berubah lembut, seolah ada setitik cahaya dalam hatinya yang pekat ketika nama sang istri keluar.

"Dia orang pertama yang membuatku tahu betapa berartinya sebuah kehidupan, orang pertama yang membuatku merasakan kedamaian dan orang pertama yang membuatku mengerti arti kata cinta"

Sehun menjeda ucapannya berupaya mengumpulkan kekuatan untuk lanjut menceritakan kisah indah sekaligus duka baginya. 

"Aku sangat mencintai ibumu, dia membuat ku sadar bahwa apa yang aku lakukan adalah sebuah dosa besar, namun dia juga yang mengajarkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki! "

Jungkook masih setia mendengarkan di tengah gemuruh hatinya mendengar nama sang ibu.

"karena itu aku menghentikan semuanya, aku melepas organisasi yang sudah aku pimpin selama puluhan tahun untuk Bisa hidup tenang bersama luhan" Sehun mentap ke dalam mata jungkook yang baru menampakan wajahnya.

"Namun nyatanya kedamaian itu tak pernah benar-benar terjadi. Sebab dosa ku dimasa lalu terlalu besar, penderitaan dan kutukan para korban dari kebiadabanku terus mengikuti yang mana itu menjadi karma bagi diriku sendiri!"

"kala itu aku dan luhan sangat bahagia ketika kau lahir. Aku merasa hidupku sangat sempurna" Pandangan Sehun tampak menerawang.

"Sebelum semuanya sirna ketika luhan tiba-tiba menghilang. Berbagai cara sudah aku lakukan untuk menemukannya namun hasilnya nihil, Luhan hilang bagaikan ditelan bumi. Hingga 1 minggu kemudian ada sebuah paket besar ditinggalkan di depan rumah kami. Aku membukanya dan ketika melihat isi didalamnya, itu adalah potongan tubuh Luhan yang sudah tak sempurna" Seiring kalimat itu keluar dari mulutnya hati sehun pun ikut tersayat. Dendamnya kembali menguap walau sang pelaku sudah habis ditangannya dengan cara yang lebih keji.

Jungkook mengalihkan pandangannya ke arah lain agar sehun tak melihat matanya yang berlinang. Dia tidak dapat membayangkan bagaimana sang ibu dihabisi dengan cara yang sangat tragis.

"Aku sadar bahwa aku sudah terjerat dalam sebuah lingkaran setan yang membuatku tak akan pernah bisa keluar selain dengan kematian!"

"Aku tidak ingin semua itu terjadi padamu, aku sangat mencintaimu, hanya kau satu-satunya alasan yang membuatku bertahan, itu kenapa akhirnya aku menitipkan mu di panti asuhan agar kau aman selama aku memperbaiki keadaan!" Sehun menatap sang putra dengan ketulusan jiwa dan raganya.

Jungkook mengepalkan tangannya berupaya menahan tangis yang ingin menyeruak.

"Aku minta maaf karena ternyata butuh waktu sangat lama untuk meredam semua itu" Ujar Sehun mengakhiri cerita dengan menunduk, merasa amat sangat menyesal.

Jika Jungkook pikir sehun hidup dengan baik selama ini maka itu salah, selama hidupnya Sehun jalani dengan kesedihan dan luka yang teramat menyiksa. Merindukan dua kekasih hatinya yang tak bisa dia gapai. Berupaya keras agar tidak nekat berlari menemui sang anak, satu-satunya harta berharga miliknya bersama Luhan yang tersisa demi menjaga keselamatan sang putra.

"Jadi dia sudah tidak ada?" Tanya jungkook pelan.

"Ya!"

Seketika air mata Jungkook mengalir membasahi pipi. Mengetahui kalau ternyata sang ibu sudah tiada membuat Jungkook merasakan kesedihan mendalam namun juga kecewa disaat bersamaan. Sebab jauh di lubuk hatinya Jungkook ingin bertemu sang ibu, menumpahkan segala beban di dadanya yang selama ini tak pernah terungkap. Apalagi alasan dibalik dirinya yang ditinggalkan di panti asuhan berbeda jauh dari dugaan nya membuat hati Jungkook lebih pedih.

Namun dia tidak tahu kalau dirinya bisa memaklumi apa yang sehun lakukan atau tidak karena nyatanya semua itu memiliki dampak tersendiri bagi jungkook.

Disisi lain dia bersyukur sebab di panti asuhanlah Jungkook dapat bertemu Taehyung seseorang yang amat sangat dicintainya.

Di sisi lain dia juga merasa marah dan kecewa karena merasa dibuang oleh orang tuanya, namun setelah mendengar penjelasan dari sang ayah jungkook merasa sedikit kelegaan dalam dadanya.

Untuk beberapa waktu keduanya larut dalam lara masing-masing sebelumnya akhirnya Sehun kembali buka suara.

"Jungkook, aku memutuskan untuk membawamu ke Amerika!"

Sontak jungkook langsung membuka matanya dan menatap Sehun.

"Kota ini tidak lagi aman untukmu"

"Kau tak berhak memutuskan apapun untuk hidupku, jangan pikir setelah semua ini aku akan melunak padamu!" Marah Jungkook, dia pikir dia siapa? Walau Jungkook sudah tahu kebenarannya namun tetap saja dia masih belum bisa berdamai dengan Sehun, bagaimana pun pria tua itu sudah membuat hidupnya sengsara walaupun tidak bermaksud tapi tetap saja untuk sekarang Jungkook belum mau berdamai dengannya.

"Jungkook,-"

"Keluarlah, dan jangan ikut campur urusanku lagi!" Sebelum sehun sempat bicara jungkook sudah lebih dulu memotongnya lalu kembali menutup mata dengan lengan tanda tak ingin ada percakapan lagi.

Sehun yang masih ingin mengatakan sesuatu pun urung memilih mengalah dan keluar dari ruangan sang putra.

Tak lama dari decitan pintu tertutup, jungkook mendengar pintu itu kembali terbuka.

"Bagaimana keadaanmu?" Tanya mingyu dan yungyeom yang sudah berdiri di samping ranjang jungkook.

Melihat dua sahabatnya datang jungkook pun bangun kemudian duduk bersandar di headbed "Lebih baik!"

"Kau bawa rokok! Berikan padaku" Ujar Jungkook begitu melihat kotak digenggaman tangan yungyeom.

"Ya, tapi apa boleh merokok disini?" Yungyeom memberikan bungkus rokok kepada sang sahabat.

"Siapa yang peduli!" Acuh jungkook sembari mulai menyalakan rokoknya.

"Apa yang terjadi denganmu, bukankah harusnya kau pergi bersama taehyung?" Tanya Mingyu.

"Harusnya, sebelum dia ngamuk saat mengetahui semuanya" Jungkook menghembuskan asap rokok lewat hidung setelah menarik kasar selang yang sebelumnya menancap.

"Dia sudah tahu?"

"Kau pikir kenapa aku berakhir disini!"

"Benar juga!" Tidak ada orang yang mampu membuat Jungkook hilang kewarasan selain Taehyung

"Oh apa benar pria tua kaya itu adalah ayahmu?" Tanya yungyeom menggebu.

"Entahlah!"

"Sialan jungkook sejak kapan?"

"Tentu saja sejak dia lahir bodoh!" Mingyu memukul kepala belakang yungyeom.

-
-
-

Tbc

Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤

bad thingsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang