Taehyung menutup buku ketika halaman terakhir sudah rampung terbaca. Ia menatap lurus pada hamparan taman.
Musim gugur tiba, dedaunan mulai berjatuhan. Sama halnya dengan beban masa lalu yang selama ini mengganjal dalam hatinya. kesakitan, kekecewaan, kehilangan, rasa bersalah semuanya coba Taehyung tinggalkan perlahan dalam setiap langkah yang ia ambil, membiarkan waktu menyembuhkan secara perlahan.
Taehyung mencoba lebih terbuka pada kehidupan yang kini ia jalani. Mencoba menikmati semua proses yang Taehyung akui tidak seburuk yang Taehyung pikirkan.
Taehyung meneguk kopinya sekali sebelum bangkit dan mulai meninggalkan taman yang selama ini menjadi saksi bisu curahan hatinya.
Ia membawa langkahnya pulang menuju apartement sederhana namun membawa kesan hangat untuk tubuhnya yang lelah dari aktivitas.
Taehyung melepas mantel yang membalut tubuhnya kemudian menggantungkan di lemari belakang pintu.
"Aku pulang" Ujarnya sedikit keras sembari melepas sepatu boat yang membungkus hangat kakinya.
Taehyung masuk ke dalam, seketika aroma wangi masakan menyapa hidung Taehyung.
Ia pun berjalan menuju dapur mendapati sebuah punggung tampak sibuk dimatanya. Taehyung mendekat kemudian melingkarkan tangannya di pinggang sang pria.
"Masak apa? "
"Sup kerang!" Jawab seojun, masih dengan kegiatannya.
Taehyung menyembulkan kepala di ketiak seojun, menengok masakan pria itu yang hampir jadi.
"Kau sering sekali masak sup kerang."
"Bukankah kau menyukainya. "
"Yap! Tapi kau juga harus mencoba menu yang lain."
Memang benar Taehyung menyukainya, tapi jika dimakan setiap hari lama-lama ia juga bosan.
"Contohnya apa?"
"Jajangmyeon mungkin?"
"Aku akan membuatnya untukmu tapi kau tau itu tidak gratis bukan " Setelah mematikan kompor Seojun berbalik menghadap Taehyung kemudian memeluk pinggangnya.
"Aku tau, memang sejak kapan aku makan masakanmu secara gratis!" Taehyung mengalungkan tangannya di leher Seojun
Pria itu terkekeh "Jadi kapan kau ingin makan jajangmyeon! "
"Sekarang!"
"Kalau begitu kau harus bayar dulu!" Seojun langsung mengangkat Taehyung ala koala lalu membawanya ke kamar.
"Hey seharusnya makan dulu baru bayar!"
"Sayangnya chef yang ini harus bayar dulu baru memiliki tenaga untuk memasak!"
Taehyung tertawa, kemudian seojun langsung menyambar bibirnya begitu punggung Taehyung menempel di kasur.
Entah apa yang terjadi selanjutnya hanya mereka dan author yang tau. Namun setelah dua jam kemudian keduanya baru keluar dengan keadaan rambut basah.
Sesuai janji kini seojun tengah berkutat dengan peralatan masak membuat jajangmyeon yang Taehyung inginkan.
Sedangkan Taehyung sendiri membantu memotong bahan-bahan yang diperlukan. Keduanya tampak romantis memasak sembari mengenakan piyama couple.
Seojun mengambil sedikit mie menggunakan sumpit kemudian menyuapkannya pada Taehyung.
"Enak?" Tanyanya begitu melihat Taehyung mengunyah.
"Enak!" Taehyung mengangguk beberapa kali.
"Tapi kurang pedas."
"Aku sengaja membuatnya tidak terlalu pedas agar kau tidak sakit perut."
Taehyung cemberut, nikmat makannya akan berkurang kalau tidak ada rasa pedas.
"Tambah sedikit lagi ya. "
"Tidak!" Seojun kembali berkutat dengan masakannya sebagai upaya menghindari rengekan Taehyung yang sejujurnya membuat ia gemas.
"Ayolah Hyung hanya sedikit!" Taehyung masih berusaha membujuk pria itu tak lupa dengan wajah yang ia imutkan.
Seojun sedikit melirik Taehyung, segera Taehyung memasang wajah semanis mungkin yang mana akhirnya membuat seojun luluh.
"Baiklah hanya sedikit!" Ujar seojun dengan penekanan disetiap katanya.
Buru-buru Taehyung meraih bubuk cabai dan menaburkannya diatas mie.
"Hey aku bilang sedikit! " Seojun menahan tangan Taehyung yang masih menaburkan banyak bubuk cabai. Taehyung sendiri hanya menunjukan cengir polos.
.
"Kelas hari ini berakhir sampai disini, sampai jumpa besok" Ucap dosen mengakhir kelas, pria paruh baya itu membereskan barang-barang di meja kemudian melangkah keluar.
Taehyung meregangkan otot-otot yang terasa kaku. Ia memasukkan Buku-bukunya ke dalam tas
"Taehyung san apa kau punya rencana setelah ini? aku dan mina akan mampir ke cafetaria, kau mau ikut?"
"Terimakasih tawarannya tapi aku sudah memiliki janji dengan seojun." Tolak Taehyung halus.
Kedua wanita asli Jepang itu seketika tersenyum menggoda. Sudah menjadi rahasia umum kalau seojun dan Taehyung adalah pasangan yang banyak digemari di kalangan mahasiswa. Dimana keduanya selalu tampak romantis satu sama lain.
"Baiklah kami tidak akan menganggu kalau begitu! " Ujarnya mina masih terkikik gemas.
Setelah kedua wanita itu pamit dari hadapannya Taehyung pun telah selesai Membereskan barang barangnya. ia pun menenteng tasnya kemudian berjalan keluar, menemui seojun yang sudah menunggu di taman tak jauh dari kelasnya.
Taehyung mempercepat langkahnya saat melihat seojun tengah duduk di bangku taman, tanpa aba-aba ia memeluk pria itu dari belakang dan mencium pipinya sekilas.
"Baca apa? " Tanya Taehyung sembari mendudukkan dirinya di samping seojun.
"Hanya mempelajari materi untuk presentasi besok. " Taehyung mengangguk mengerti.
"Kau ada kelas lagi setelah ini? " Tanya seojun.
"Ada, tapi nanti masih 5 jam lagi. kau?"
"Tidak ada kelasku sudah selesai, mau mampir makan?"
"Sebenarnya aku tidak terlalu lapar. "
"Kalau begitu temani aku dulu saja ke perpustakaan, ada beberapa buku yang harus aku beli."
"Boleh."
Seojun pun berdiri dan secara otomatis tangannya meraih tangan Taehyung ke dalam genggamannya.
Taehyung tersenyum, ia menatap seojun yang berjalan disebelahnya. Ia memang belum mencintai seojun tapi Taehyung akui kalau keberadaan seojun cukup membuat hidupnya lebih berwarna, jadi Taehyung akan berusaha untuk mencintai pria itu.
"Ada apa? " Tanya seojun yang sadar Taehyung tengah memperhatikannya.
"Tidak! " Taehyung tersenyum manis kemudian memeluk lengan pria itu.
-
-
-
Tbc
Don't forget to vote guys!
Cause your vote
Is very meant to me
Thank you❤
KAMU SEDANG MEMBACA
bad things
Romancejeon jungkook dan kim taehyung tumbuh besar bersama di panti asuhan. mereka telah bersama selama hidup mereka. jungkook mencintai taehyung dengan caranya sendiri. dia menggenggam erat taehyung sebagai bukti cintanya, namun ternyata apa yang dia lak...
