23: BRATVA || KEHILANGAN

248 25 14
                                        

KEHILANGAN || LOSS

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Perhatian! Memuat konten BxB

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Perhatian! Memuat konten BxB. Cerita ini fiksi. Kemungkinan masih banyak penulisan yang salah, luput saat tahapan edit. Bacaan ini untuk orang dewasa (18 tahun) karena terdapat kata-kata kasar, adegan kekerasan, dan vulgar. Happy reading.

🤣✌🤣 Ada yang kangen ga sih?

Yang malas pencet bintang, aku doakan supaya kalian rajin dan berbaik hati meramaikan lapak ini. Hahaha, Kapalku walaupun dah karam, tapi tetap jaya 😋malah bangkit deh kayaknya. Kan jadi semangat menghalu.

Oke, tanpa berlama-lama lagi, mari kita cus, kasih emot buatku, dong! 

.

.

.

.

BRATVA

Kastil Utama Utara—Kastil Alpha Cadric

Ketika bernapas, kita tidak pernah tahu kapan kematian akan datang. Hidup yang terasa begitu panjang, rupanya kematian bisa merenggut dirimu dalam waktu singkat. Aku tidak bisa menghitung berapa jam telah berlalu setelah operasi darurat yang dilakukan Jered untuk mempertahankan Rustar agar tetap hidup.

Jered telah menggunakan segala cara yang dia bisa dan ketahui. Dia telah membuat keputusan paling besar untuk menyelamatkan Rustar. Sejenak, aku dapat melihat ketakutan di kedua bola matanya, bagaimana dia bergemetaran, gelisah, keputusasaan pahit bermuara di sekujur tubuhnya ketika dia memilih untuk memisahkan bagian tangan Rustar yang hancur dari tubuhnya sebagai pilihan terakhir, pilihan yang begitu sulit untuk dilakukan sebagai seorang teman kepada temannya.

Rustar terbaring begitu tenang di ranjang pasien yang bahkan tidak seukuran ranjang pasien ideal. Suara monitor jantung mengisi kesunyian. Jered duduk di sampingnya, pria itu belum mengucapkan apapun setelah operasi berlalu. Dia hanya menatap temannya dalam rasa bersalah dan penyesalan. Aku berdiri jauh di luar ruangan, belum beranjak dari sana sejak kami tiba, mengejutkan Alpha Cadric yang dalam sekejap memutuskan menyusul Mikael ke Benteng Utara. Alpha Cadric bukan hanya mencemaskan Mikael, dia pasti sangat mencemaskan The Beta Lusio, orang yang paling dicintainya. Aku bisa melihat kepanikan, dan kecemasan yang meledak dalam matanya, ketika Halex menyampaikan bahwa pemangsa menyerang Benteng.

ALPHA MIKAEL (Breaking THE Wall)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang