(REGION ISTIMEWA, ASTERIA)

125 17 3
                                        

REGION ISTIMEWA, ASTERIA

REGION ISTIMEWA, ASTERIA

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





"Aku tidak mampu memahami Mikael dengan baik."

Cassandra tak ingin mengenal siapapun sebelumnya. Hidupnya telah dikelilingi dengan kekerasan, kotor, dan ketidakmartabatan dari kehidupan manusia. Namun, begitu mengetahui bahwa Mikael menawarkan persahabatan yang tulus kepadanya, ia sentimentil, terdesak oleh perasaan sedih bahwa: ia, rupanya, jauh di dalam lubuk hatinya, menunggu pertolongan itu. Begitu Mikael mengulurkan tangan untuk menariknya, Cassandra mengetahui bahwa ia ingin segera keluar dari kehidupan terkutuknya yang sebatang kara dan keras.

Perlahan, untuk pertama kali dalam hidupnya ia ingin mengenal seseorang. Setidaknya, Cassandra ingin mengetahui satu hal tentang Mikael dan berbangga diri bahwa dia akan menempatkan dirinya sebagai garis depan dalam lingkaran pria itu. Mikael percaya kepadanya dan membawanya dengan tangannya sendiri ke Kastil Gagak Hitam. Momen itu seperti pilar baginya, tonggaknya untuk setia sepanjang hidupnya.

Cassandra sudah sekarat hanya dengan rasa lapar yang hampir membunuhnya.Mencuri untuk bertahan hidup, menjual tubuh seperti hati dan jiwanya sudah hilang, dipukuli atas nama perbuatan amoral. Semua itu tidaklah penting baginya, apakah itu baik atau buruk, kelaparan adalah yang paling mengerikan, mirip kematian yang tidak disebabkan oleh luka, tetapi mengikis kekuatan hingga yang ada di kepalanya hanyalah keinginan untuk mati dan menyerah, sebab seolah ia tahu besok akan sama seperti hari dimana ia kelaparan.

Ia tidak pernah tahu bahwa kehidupan di atas batas antara tempat kumuh kota dan cakrawala di seberang adalah kota yang gemerlap. Asal dari pemilik-pemilik dompet yang ia curi, atau bos-bos yang membayar ketelanjangannya dengan beberapa juta. Sebuah tempat yang daya tariknya mengalahkan langit yang membentang di atasnya.

Dan di antara batas-batas kota, rupanya manusia terkotak-kotak tanpa ia ketahui.

Bangsa manusia, bangsa werewolf, rakyat biasa, para elite, pejabat, penjilat, pendosa, dan sekawanan orang yang selalu dibenci.

Cassandra selalu berpikir bahwa ia masuk kategori terakhir dari pengelompokan itu. Namun, setiap kali ia berdiri di samping Mikael, Cass tidak pernah memikirkan bagaimana jati dirinya. Rasa ketidakpantasannya tidak pernah muncul. Justru, ia membentuk dirinya menjadi sesuatu yang berguna. Menjadi tangguh, sebagaimana Mikael berdiri di sampingnya. Tidak jatuh begitu lama dengan berbagai badai yang menyerangnya. Tidak tersinggung dengan kata-kata provokasi. Bisa memimpin dan dipimpin, terutama oleh dirinya sendiri.

Rasa terima kasih itu perlahan mengubahnya menjadi cukup serakah, mendorong dirinya terlalu jauh untuk menanggung semuanya. Ia tidak bisa melibatkan Mikael dalam urusan pribadinya dan membuat sabahata berharganya mengalami kesulitan karena ia tahu Mikael telah melewati begitu banyak hal.

ALPHA MIKAEL (Breaking THE Wall)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang